Rabu, 15 Juli 2009

Song for today - Malaikat Juga Tahu

Ass.wr.wb,

Nice song from Dewi Lestari

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya

Wassalam,

Jumat, 26 Juni 2009

Ass.wr.wb,

Hari itu seperti biasa aktifitas berangkat kantor bersama suami. Tiba-tiba dalam perjalanan aku menerima sms dari adik bahwa papa sakit. Perasaanku mulai tidak enak, aku bertanya sakit apa. Adik menjawab tidak tahu, hanya papa sulit menggerakkan anggota tubuhnya. Adikku bercerita bahwa kemarin papa minta difoto dengan cucunya (anak adikku) tetapi adik menjanjikan akan difoto pada saat acara nikahan sepupu kami, karena pada saat itu papa akan memakai pakainan adat Jawa sebagai pendamping pengantin. Dan ternyata hari itu papa sakit jawab adikku, sepanjang jalan aku tidak bisa menahan air mata. Papa sakit apa tanyaku dalam hati. Aku cemas tapi berusaha untuk menjaga pikiran.


Setelah pulang kerja, segera aku menuju rumah untuk melihat kondisi papa, dan ternyata papa terkena stroke karena hypertensi. Papa sulit menggerakkan anggota tubuh sebelah kanan. Aku bertanya pada papa tentang kondisinya dan beliau sekuat tenaga berusaha untuk nampak sehat di depan kami semua. Akupun berusaha seoptimis mungkin menyemangati beliau dan tidak mengkondisikan bahwa beliau sakit.
Aku mulai tenang melihat kondisinya membaik setelah mendapat pengobatan. Keesokan hari aku mengunjungi beliau lagi untuk melihat kondisinya. Papa nampak baik walaupun tidak bisa memfungsikan bagian tubuh sebelah kanan.
Hari sabtu aku berencana untuk menghadiri pernikahan salah satu sahabatku, dan tiba-tiba HPku berbunyi, suara adik mengabarkan bahwa papa mengalami penurunan kesadaran dan harus segera dibawa ke rumah sakit. Sepanjang jalan aku berusaha untuk tenang dan jernih walaupun kecemasan berlalu lalang dipikiran. Ya Allah, beri papa dan kami kekuatan.
Papa segera dilarikan ke UGD pada hari itu untuk mendapatkan perawatan. Air mata mengalir melihat papa yang tidak berdaya, adik kami yang laki-laki (si bungsu) menangis di sudut ruangan, sesuatu yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Untuk pertama kalinya, Aku dan adikku saling berpelukkan untuk saling menguatkan.
Aku termasuk anak yang tidak terlalu banyak bercerita dan dekat dengan keluargaku. Tiba-tiba aku merasa betapa kangennya aku dengan keluargaku yang mungkin sebelumnya berkadar tidak sekangen ini. Apakah aku terlalu sibuk bisikku. Ya Allah, mungkin Engkau sedang mengingatkan diriku.
Adikku yang bungsu nampak dewasa menghadapi ini walaupun air mata mengalir dari matanya. Dia berbisik kepadaku, "Papa tidak apa-apa, dia sedang berjuang."
Papa harus dirawat di rumah sakit untuk memulihkan kondisinya. Tiba saatnya aku dipanggil untuk melakukan transaksi administrasi awal, aku berbisik "Ya Allah, tolong hambamu." Aku harus melakukan pembayaran di awal dengan nilai yang menurutku tidak sedikit, Subhanallah alhamdulillah kami ada rejeki untuk menyelesaikan tanggung jawab ini. Tiba-tiba aku teringat, bagaimana seandainya tidak memiliki...Ah, bisikku, Allah SWT tidak pernah meninggalkan umatnya. InsyaAllah semuanya dimudahkan.
Papa dirawat secara intensif di rumah sakit, beliau harus rela dengan segala ketidakenakan yang terjadi. Beliau mengkhawatirkan kami dan tidak ingin menjadi beban kami. Beliau nampak berusaha keras agar segera sembuh. Tubuhnya nampak lemah walaupun genggaman tangannya sangat kuat. beliau tidak dapat berbicara hanya bisa mendengar, melihat dan menggerakkan tubuh bagian kiri. Aku berusaha tenang dan menyemangati beliau. Walaupun beliau tidak dapat berbicara, aku berusaha untuk selalu mengajak berbicara.
Kami sekeluarga semakin dekat dan saling menyemangati. Terutama mama yang dengan tabah dan sabar menemani papa selama 24 jam. Aku tidak pernah merasa sedekat ini dengan mereka dan saling menjaga. Ya Allah, Engkau mengingatkan hambamu ini.
Setiap moment begitu berharga. Papa yang kadang-kadang nampak kurang sabar membuat kami menjadi lebih sabar dan tabah untuk selalu mensupport beliau. Beliau nampak sering mencoba menarik infus karena ingin segera sembuh atau tidak ingin membebani kami, entahlah tetapi yang pasti kami tetap optimis dan positive thinking bahwa beliau hanya ingin segera sembuh.
Suatu ketika aku meminta maaf pada beliau dan meminta beliau untuk sabar dan semangat serta berjuang untuk sembuh. Aku begitu rapuh dan merasa sangat bersalah padanya. Mungkin di luar kesengajaanku terdapat kurangnya perhatianku. Beliau mendengar, kemudian menitikkan air mata sambil berusaha berkata padaku walaupun yang terdengar hanya suara yang kurang jelas darinya.
Tiba pada hari Senin (15 Jun 09), papa dipindah kamar ke bagian penyakit dalam karena sebelumnya berada di kamar isolasi. Nafas papa semakin berat dan terasa sulit, ternyata kondisi papa drop. Sore hari, papa dinyatakan koma. Kami semua diminta segera berangkat menuju rumah sakit. Segera aku bergegas dari kantor, support dari teman-teman begitu luar biasa dan membuatku tenang. Di rumah sakit keluarga kami sudah berkumpul. Ya Allah apa ini ? bisikku. Segera aku bergegas menuju kamar dan nampak papa yang tidak berdaya dan mama yang menangis di sampingnya. Segera kuhampiri tubuhnya dan aku cium keningnya. Aku melihat matanya tidak bereaksi, papa koma. Aku mendekat ke telinganya dan berbisik, "Papa, papa ingin apa ?" air mata tidak bisa kutahan dan mengalir deras. Kembali aku berbisik meminta maaf apabila mama, aku dan adik-adik ada sikap yang papa tidak berkenan. Aku melihat papa menitikkan air mata. "Ya Allah berikan yang terbaik buat papa saya", isakku. Aku hanya meminta yang terbaik bagi beliau kepada Allah SWT.
Perawat memanggil menyampaikan bahwa dokter menyarankan agar papa segera masuk ICU. Papa mengalami gagal nafas, kadar oksigen di darahnya sangat rendah dan harus segera dilakukan penanganan secara intensif. Aku dan suami kembali harus menandatangani beberapa surat perjanjian untuk perpindahan pasien. Kami hanya ingin yang terbaik bagi beliau. Ketulusan suamiku sangat mensupport diriku dan menguatkan kami. Administrasi rumah sakit mulai melakukan analisis resiko tentang kemampuan pasien dengan biaya yang harus ditanggung. Hal ini dilakukan untuk make sure bahwa pasien bisa memenuhi kewajibannya. Aku sempat risih mendengarnya namun mereka hanya menjalankan prosedurnya.
Ya Allah jauhkan hamba dari ketidakmampuan dan mudahkan usaha kami, bisikku. Begitu banyak doa dan dukungan yang membuat kami selalu kuat.
Gagal nafas tersebut disedabkan karena paru-paru papa penuh dengan cairan sehingga papa sulit bernafas. Cairan tersebut terjadi karena sistem tubuh yang terganggu karena serangan stroke. cairan tersebut harus dikeluarkan dari paru-paru. Malam itu perawat ICU bekerja untuk mengeluarkan cairan dari paru-parunya. Kami menunggu di luar ruangan dengan terus berdoa. kami pasrah dan ikhlas tetapi tetap berusaha yang terbaik bagi beliau.
Perawat menginformasikan bahwa cairan di paru-paru berhasil dikeluarkan tetapi proses tersebut bertahap dan tidak dapat dilakukan sekaligus. Jadi masih akan dilakukan pengeluaran cairan.
Pagi hari, dokter menyampaikan bahwa papa sudah sadar, fungsi jantung baek, fungsi otak baik hanya fungsi paru-paru yang perlu ditangani dengan intensif. Kami bersyukur karena ada perkembangan baik.
Saat ini papa sudah keluar dari ICU tetapi beliau masih harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
Begitu banyak doa mengalir yang membuat kami sabar dan semangat...

Every moment is precious...
Kadang kita lupa tanpa bermaksud melupakan...
Kadang kita menganggap biasa orang-orang luar biasa yang ada di sekitar kita dan yang berjuang untuk kita...
Kadang kita lupa tanpa bermaksud melupakan untuk mengatakan I'm care or I love you terhadap orang-orang yang menyayangi kita sampai kita tersadar oleh sesuatu...
Never too late for always care...
Ketulusan menyayangi tidak hanya semata di dalam hati...sekecil apapun, setidakpenting apapun sometimes you need to express with your word, your talk, your laugh...
Ya Allah Maha Menyayangi dan Maha Besar, berikan yang terbaik bagi papa kami tercinta, bagi keluarga kami, bagi umatmu...amien.

Papa, I love you and I'm sorry if I'm never express that..
I'm learn right now and this is never too late...

Wassalam,

Rabu, 24 Juni 2009

Mencintai

Ass.wr.wb,
Baca-baca di suatu tempat, menemukan tulisan berikut yang menurutku nice :

Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, itulah kesempatan….
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya, itu juga kesempatan…
Kita memutuskan bersama seseorang walau apapun yang terjadi, itulah kesempatan…
Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang sempurna untuk dicintai tetapi untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna….
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya…

....we're not perfect also...

Wassalam,



Kamis, 26 Maret 2009

Tahukah kamu ...

Ass.wr.wb,

Tahukah kamu bahwa ikan nila sekali bertelur adalah 2000 - 2500 telur.

Wassalam,



Kamis, 05 Februari 2009

Beautiful

Ass.wr.wb,

Beautiful apa sich ini...yes right dalam bahasa Indonesia artinya cantik :-). Tiba-tiba aku teringat tentang hal ini ketika temen-temen kantorku sedang membahas hal ini.


Ketika aku masih kecil aku pernah menanyakan pertanyaan seperti ini pada ibuku, "Ma, apakah aku ini anaknya mama ? bukan tertukar?". Pertanyaan konyol tapi terlontar juga dari mulutku. Ketika itu aku merasa berbeda dengan adikku. Adikku yang perempuan terlahir dengan kulit yang putih, cantik, hidung yang lumayan. Sedangkan diriku terlahir dengan kulit gelap, hidung yang "sederhana". Aku selalu ingat dengan komentar disekitarku yang memuji kecantikan adikku. Dan ketika aku berkaca, aku merasa "berbeda".
Mendengar pertanyaanku ini ibuku menjawab dengan bercanda, "Iya mbak kamu ketuker...he..he..." sambil ketawa dan tidak menganganggap hal ini serius. Hanya saja aku tetap bertanya-tanya saat itu, walaupun tidak menjadi suatu pemikiran utama karena umurku yang masih sangat kecil.
Semakin besar aku semakin tidak percaya diri dengan penampilanku. Dengan badan yang kurus tidak proporsional, kaki yang panjang dan kurus sekali oleh sebab itu aku mempunyai julukan "kaki lalat". Aku sering tidak PD ketika memakai apapun.
Beranjak ABG aku semakin tidak PD, terlebih lagi klo harus diperbandingkan dengan adikku. Adikku mempunyai tubuh yang proporsional dan tinggi. Aku menjadi ketakutan sendiri klo harus pergi atau keluar publik bersama-sama adikku. Dan ketakutan terbesarku karen aketidakpercayaan diriku dan dinilai berbeda atau diperbandingkan. Tidak ada yang mengetahui hal, tapi setiap saat aku merasakan hal ini. Ada beberapa keluarga yang memuji adikku. Dan aku semakin menyudutkan diriku dalam ketidakmenarikan ala persepsiku.

Bahkan aku semakin takut untuk tampil di publik bersama adikku. Walaupun kadang-kadang hal ini tidak bisa dihindarkan karena kita harus pergi bersama :-). Suatu ketika aku dikenalkan dengan teman kerja adikku, dan benar saja mereka bertanya,"apa bener itu mbakmu, kok beda ?" bahkan kakak iparkupun pernah menanyakan, " Dia adik kandungmu ?" dengan nada keheranan sambil melihat kita berdua. Akupun tersenyum dan lagi2 banyak pertanyaan dalam diriku.
Suatu ketika adikku bercerita bahwa ada yang mengatakan dia mirip dengan Tamara Blezinski (bener ndak ya tulisanku) ? Pada saat itu aku langsung yang kagum, udh seperti bintang Lux papan atas :-). Spontan aku bertanya pada bapakku, "Pa,klo aku mirip siapa ?". Lalu bapak menjawab dengan tenang,"Windha mirip Windha". Aku cuman terdiam dan mencoba mencari arti...

Suatu ketika aku share dengan suamiku tentang perasaanku sewaktu masih kecil. Dia cuman menjawab dengan singkat,"Kamu tidak percaya diri". Artinya apapun penampilanmu selama kamu tidak percaya diri maka tidak bagus akan selalu nampak.
Perbedaan itu pasti ada karena kami adalah dua individu yang berbeda dengan segala kebagusan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kami menjadi warna dalam keluarga kami, coba penampilan kami sama semua...wah bisa bingung orang membedakan ;-p
Ingin aku mengatakan, kami berbeda tapi tidak ingin diperbandingkan. Punya hak apa aku bisa mengatur pendapat orang ;-) yang pasti masing - masing mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Ada teman kantor yang sangat feminin dan sangat cewek. Dia selalu chick dalam penampilan, dia ini cantik dan menarik. Dia tahu betul dengan apa yang sesuai untuk dirinya and of course dia mempunyai kepercayaan diri. Lagi iseng tiba-tiba aku mengamati apa yang dia lakukan dan katakan. Terkadang dia memberikan komentar terhadap penampilan seseorang yang menurut dia kurang menarik.

Sebuah judgement seseorang menarik or not tidak semata datang dari penampilan fisik yang terlihat, walaupun dalam kenyataan sebagai manusia yang dikaruniai penglihatan untuk melihat dunia dengan segala kemenarikan atau ketidakmenarikan, penilaian fisik masih terjadi. Sesuatu yang wajar dari manusia. Yang jelas everybody is beautiful no matter they are. With all gift from Allah SWT everybody is beautiful..

Aku sendiri harus belajar untuk lebih menghargai diriku, dengan tanpa menjadi over PD (yang ada malah jadi sombong dan kelewat batas). Menarik or not, yang jelas Allah SWT telah memberikan yang terbaik bagi umatnya :-), semuanya berharga dengan segala kelebihan dan kekurangan.

You and me...are precious...

Wassalam,

Kamis, 25 Desember 2008

Simple

Udh lama ndak nulis kangen buangetttt bisa nulis lagee :-)
Tapi sekarang malah bingung mo nulis apaan :-D ha...ha...
Ntar dech nulis lagee ...Yuk...ya...yukkk...
My husband juga nulis blog juga...:-) Senang bisa share sesuatu walaupun itu hanya sesuatu yang sederhana :-)
Because life is simple and beutiful...Just do the best and nevr give up :-)
Wassalam,

Bapak Tua yang menyelipkan Nasi sisa sarapan

Ass.wr.wb,
Again...nice email from my friend :-) Not yet write by my self...

Siang hari, suasana pelabuhan Tanjung Priok ini sungguh sangat menyengat. Panas dan gersang sudah merupakan cuaca yang akrab ditemui di sini. Dengan langkah malas aku menuju ke warung nasi terdekat untuk mengisi perut ini. Terlihat di sekitarku kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Kontainer yang naik dan turun dari kapal laut, para pekerja yang sibuk mengangkut barang yang akan dikirimkan, dan para mandor yang sibuk berteriak mengatur para pekerjanya. Truk besar kecil, truk kontainer, forklift dan kendaraan lainnya yang tak hentinya berlalu lalang. Kegiatan di sini tak pernah ada kata diam.



Selesai makan, aku langsung menuju kantorku. "Lebih baik aku di kantor yang sejuk daripada di luar yang sudah pasti panas dan membuat berkeringat ini." Ah, sejenak kulihat pekerja-pekerja yang tanpa komando berjalan teratur menuju sebuah kontainer. Rupanya ada perusahaan yang sedang melakukan bongkar muat gula pasir. "Pasti ini impor deh, dan yang sudah pasti ketahuan ruginya dalah para petani gula lokal kita," batin ini menyelisik.

Angkat karung, turunkan, angkat lagi, turunkan. Kuperhatikan dari jauh apa yang dilakukan pekerja itu. Tunggu dulu, aku lihat seraut wajah bapak tua yang masih menjadi pekerja. Dari garis mukanya kutaksir dia sudah tidak pantas untuk bekerja sekeras ini. Duh, hati ini seperti teriris. Esok lusa aku sempat berpapasan dengan bapak tua itu yang sedang menikmati sarapannya di sebuah gudang tua. Dari perawakannya dia masih tampak bugar walaupun guratan-guratan ketuaan sudah jelas tampak di sana sini. Segera kusapa dia, "Sedang sarapan, Pak?" tanyaku.

"Ya, Dik. Buat isi perut. Adik yang kerja di kantor itu?" dengan logat sunda kulon kental dia balas bertanya sambil menunjuk ke arah kantorku.

"Ya, Pak. Bapak sudah lama kerja di sini?" aku mulai mencari tahu.

"Yah, begitulah. Bapak sudah puluhan tahun di sini. Maklum, pendidikan minim, daripada menganggur. Saya harus menghidupi keluarga," jawab si Bapak dengan raut sedikit muram. 

Sambil membungkus sisa nasi yang tadi dimakan, lalu diselipkan di sela dinding ruangan tempat dia istirahat. Di tempat itu banyak juga pekerja lain yang istirahat di sini.

"Nasinya buat nanti siang lagi, lumayan buat ngirit," jelas si Bapak tanpa menunggu aku bertanya.

"Saya mengerti, Pak. Semoga Allah memberikan barakah atas setiap rezeki yang Bapak peroleh," aku menjawab dengan senyum getir dan juga sayatan pilu kembali di hati ini. Sungguh aku terhenyak melihat enyataan di hadapanku ini.

Si Bapak juga menjelaskan bahwa ia dibayar perkarung yang dia angkat sebesar seratus rupiah. Ya Allah, berapa karung yang harus ia angkat supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya di kampung sana. Aku langsung terdiam dan merasa malu pada diri ini yang kadang tidak puas akan rezeki yang Allah berikan.

"Alhamdulilllah, kalo bisa bawa pulang dua ratus ribu buat keluarga di rumah," lanjutnya.

"Makasih, Pak. Nanti kita sambung lagi," sambil tersenyum aku pamit, karena jam kerja sudah dimulai pagi ini.

Dengan langkah gontai aku kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaanku sebagai teknisi. Terekam jelas perdebatan beberapa kawan kerjaku beberapa hari yang lalu yang ingin segera menuntut naik gaji. Pembicaraan yang alot yang kulihat rona wajah penuh ambisi tak berujung di wajah mereka. Sungguh, aku sudah tak bersemangat lagi mengikuti pembicaraan kawan-kawan mengenai hal itu setelah mengobrol dengan si Bapak Tua.

Pesan bapak mertua di rumah juga masih kuingat baik-baik, "Nak, bekerjalah bersungguh-sungguh, jika kau tidak suka atau kurang puas, silahkan keluar. Itu lebih jantan daripada kamu membuat hal yang tidak baik di tempat kerja. Banyak bersyukur karena tidak banyak orang yang bisa bekerja saat ini." Sangat kontras apa yang Allah perlihatkan kepadaku kali ini. Semoga setiap diri ini bisa bersyukur dan istiqomah dalam syukurnya kepada Dzat Yang Maha Pemberi. 

"Dan (ingatlah juga), tatkala Allah mengatakan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim: 7)
Wassalam,



RENCANA ALLAH PASTI INDAH

Ass.wr.wb,

Email from my friend :
Nice, remember that life is beautiful ...

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain.
Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan.


Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai
kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah
benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut:
"Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini;
nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas
pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas".
"Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut
menurut pandanganku".

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil.
"Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu".
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang
indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit,
sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah
yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,
tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang
direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan
melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu
lakukan".

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah;
"Allah, apa yang Engkau lakukan?"
Ia menjawab : "Aku sedang menyulam kehidupanmu".
Dan aku membantah,"Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya
banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"
"Kemudian Allah menjawab, "
Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu
di bumi ini...

Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di
pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.

"Subhanallah...Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah
dari keruwetan hidup di dunia ini. Semoga Allah berkenan menumbuhkan
kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai
kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin....

Wassalam,

Jumat, 10 Oktober 2008

Laskar Pelangi Soundtrack

Ass.wr.wb,

nice song :-) 

Lirik Laskar Pelangi (Nidji, Ost. Laskar Pelangi):




mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…



Kamis, 09 Oktober 2008

5 Reasons Why God Uses Problems

Ass.wr.wb,

Nice email from my friend :-)

Oleh: Ust. Mohamad Joban

The problems you face will either defeat you or develop you - 
depending on how you respond to them. Unfortunately, most people fail 
to see how God wants to use problems for good in their lives. They 
react foolishly and resent their problems rather than pausing to 
consider what benefit they might bring.




Here are five ways God wants to use the problems in your life:

1. God uses problems to DIRECT you.

Sometimes God must light a fire under you to get you moving. Problems 
often point us in a new direction and motivate us to change. Is God 
trying to get your attention? "Sometimes it takes a painful situation 
to make us change our ways."

2. God uses problems to INSPECT you.

People are like tea bags...if you want to know what's inside
them, just drop them into hot ever water! Has God tested
your faith with a problem What do problems reveal about
you? "When you have many kinds of troubles, you should be full of 
joy, because you know that these troubles test your faith, and this 
will give you patience."

3. God uses problems to CORRECT you.

Some lessons we learn only through pain and failure. It's
likely that as a child your parents told you not to touch a
hot stove. But you probably learned by being burned.
Sometimes we only learn the value of something... health, money, a 
relationship. .. by losing it. "It was the best thing that could have 
happened to me, for it taught me to pay attention to your laws."

4. God uses problems to PROTECT you.

A problem can be a blessing in disguise if it prevents you from
being harmed by something more serious. Last year a friend
was fired for refusing to do something unethical that his boss
had asked him to do. His unemployment was a problem - but
it saved him from being convicted and sent to prison a year
later when management's actions were eventually discovered.
"You intended to harm me, but God intended it for good...

5. God uses problems to PERFECT you.

Problems, when responded to correctly, are character builders.
God is far more interested in your character than your comfort.
Your relationship to God and your character are the only two
things you're going to take with you into eternity. "We can rejoice 
when we run into problems...
they help us learn to be patient. And patience develops strength of
character in us and helps us trust God more each time we use it until 
finally our hope and faith are strong and steady."

Here's the point: 
God is work in your life - even when you do not recognize it or 
understand it.
But it's much easier and profitable when you cooperate with Him. 

"Success can be measured not only in achievements, but in lessons 
learned, lives touched and moments shared along the way"

Wassalam,