Kamis, 05 Februari 2009

Beautiful

Ass.wr.wb,

Beautiful apa sich ini...yes right dalam bahasa Indonesia artinya cantik :-). Tiba-tiba aku teringat tentang hal ini ketika temen-temen kantorku sedang membahas hal ini.


Ketika aku masih kecil aku pernah menanyakan pertanyaan seperti ini pada ibuku, "Ma, apakah aku ini anaknya mama ? bukan tertukar?". Pertanyaan konyol tapi terlontar juga dari mulutku. Ketika itu aku merasa berbeda dengan adikku. Adikku yang perempuan terlahir dengan kulit yang putih, cantik, hidung yang lumayan. Sedangkan diriku terlahir dengan kulit gelap, hidung yang "sederhana". Aku selalu ingat dengan komentar disekitarku yang memuji kecantikan adikku. Dan ketika aku berkaca, aku merasa "berbeda".
Mendengar pertanyaanku ini ibuku menjawab dengan bercanda, "Iya mbak kamu ketuker...he..he..." sambil ketawa dan tidak menganganggap hal ini serius. Hanya saja aku tetap bertanya-tanya saat itu, walaupun tidak menjadi suatu pemikiran utama karena umurku yang masih sangat kecil.
Semakin besar aku semakin tidak percaya diri dengan penampilanku. Dengan badan yang kurus tidak proporsional, kaki yang panjang dan kurus sekali oleh sebab itu aku mempunyai julukan "kaki lalat". Aku sering tidak PD ketika memakai apapun.
Beranjak ABG aku semakin tidak PD, terlebih lagi klo harus diperbandingkan dengan adikku. Adikku mempunyai tubuh yang proporsional dan tinggi. Aku menjadi ketakutan sendiri klo harus pergi atau keluar publik bersama-sama adikku. Dan ketakutan terbesarku karen aketidakpercayaan diriku dan dinilai berbeda atau diperbandingkan. Tidak ada yang mengetahui hal, tapi setiap saat aku merasakan hal ini. Ada beberapa keluarga yang memuji adikku. Dan aku semakin menyudutkan diriku dalam ketidakmenarikan ala persepsiku.

Bahkan aku semakin takut untuk tampil di publik bersama adikku. Walaupun kadang-kadang hal ini tidak bisa dihindarkan karena kita harus pergi bersama :-). Suatu ketika aku dikenalkan dengan teman kerja adikku, dan benar saja mereka bertanya,"apa bener itu mbakmu, kok beda ?" bahkan kakak iparkupun pernah menanyakan, " Dia adik kandungmu ?" dengan nada keheranan sambil melihat kita berdua. Akupun tersenyum dan lagi2 banyak pertanyaan dalam diriku.
Suatu ketika adikku bercerita bahwa ada yang mengatakan dia mirip dengan Tamara Blezinski (bener ndak ya tulisanku) ? Pada saat itu aku langsung yang kagum, udh seperti bintang Lux papan atas :-). Spontan aku bertanya pada bapakku, "Pa,klo aku mirip siapa ?". Lalu bapak menjawab dengan tenang,"Windha mirip Windha". Aku cuman terdiam dan mencoba mencari arti...

Suatu ketika aku share dengan suamiku tentang perasaanku sewaktu masih kecil. Dia cuman menjawab dengan singkat,"Kamu tidak percaya diri". Artinya apapun penampilanmu selama kamu tidak percaya diri maka tidak bagus akan selalu nampak.
Perbedaan itu pasti ada karena kami adalah dua individu yang berbeda dengan segala kebagusan yang telah diberikan oleh Allah SWT. Kami menjadi warna dalam keluarga kami, coba penampilan kami sama semua...wah bisa bingung orang membedakan ;-p
Ingin aku mengatakan, kami berbeda tapi tidak ingin diperbandingkan. Punya hak apa aku bisa mengatur pendapat orang ;-) yang pasti masing - masing mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Ada teman kantor yang sangat feminin dan sangat cewek. Dia selalu chick dalam penampilan, dia ini cantik dan menarik. Dia tahu betul dengan apa yang sesuai untuk dirinya and of course dia mempunyai kepercayaan diri. Lagi iseng tiba-tiba aku mengamati apa yang dia lakukan dan katakan. Terkadang dia memberikan komentar terhadap penampilan seseorang yang menurut dia kurang menarik.

Sebuah judgement seseorang menarik or not tidak semata datang dari penampilan fisik yang terlihat, walaupun dalam kenyataan sebagai manusia yang dikaruniai penglihatan untuk melihat dunia dengan segala kemenarikan atau ketidakmenarikan, penilaian fisik masih terjadi. Sesuatu yang wajar dari manusia. Yang jelas everybody is beautiful no matter they are. With all gift from Allah SWT everybody is beautiful..

Aku sendiri harus belajar untuk lebih menghargai diriku, dengan tanpa menjadi over PD (yang ada malah jadi sombong dan kelewat batas). Menarik or not, yang jelas Allah SWT telah memberikan yang terbaik bagi umatnya :-), semuanya berharga dengan segala kelebihan dan kekurangan.

You and me...are precious...

Wassalam,

Kamis, 25 Desember 2008

Simple

Udh lama ndak nulis kangen buangetttt bisa nulis lagee :-)
Tapi sekarang malah bingung mo nulis apaan :-D ha...ha...
Ntar dech nulis lagee ...Yuk...ya...yukkk...
My husband juga nulis blog juga...:-) Senang bisa share sesuatu walaupun itu hanya sesuatu yang sederhana :-)
Because life is simple and beutiful...Just do the best and nevr give up :-)
Wassalam,

Bapak Tua yang menyelipkan Nasi sisa sarapan

Ass.wr.wb,
Again...nice email from my friend :-) Not yet write by my self...

Siang hari, suasana pelabuhan Tanjung Priok ini sungguh sangat menyengat. Panas dan gersang sudah merupakan cuaca yang akrab ditemui di sini. Dengan langkah malas aku menuju ke warung nasi terdekat untuk mengisi perut ini. Terlihat di sekitarku kegiatan bongkar muat di pelabuhan. Kontainer yang naik dan turun dari kapal laut, para pekerja yang sibuk mengangkut barang yang akan dikirimkan, dan para mandor yang sibuk berteriak mengatur para pekerjanya. Truk besar kecil, truk kontainer, forklift dan kendaraan lainnya yang tak hentinya berlalu lalang. Kegiatan di sini tak pernah ada kata diam.



Selesai makan, aku langsung menuju kantorku. "Lebih baik aku di kantor yang sejuk daripada di luar yang sudah pasti panas dan membuat berkeringat ini." Ah, sejenak kulihat pekerja-pekerja yang tanpa komando berjalan teratur menuju sebuah kontainer. Rupanya ada perusahaan yang sedang melakukan bongkar muat gula pasir. "Pasti ini impor deh, dan yang sudah pasti ketahuan ruginya dalah para petani gula lokal kita," batin ini menyelisik.

Angkat karung, turunkan, angkat lagi, turunkan. Kuperhatikan dari jauh apa yang dilakukan pekerja itu. Tunggu dulu, aku lihat seraut wajah bapak tua yang masih menjadi pekerja. Dari garis mukanya kutaksir dia sudah tidak pantas untuk bekerja sekeras ini. Duh, hati ini seperti teriris. Esok lusa aku sempat berpapasan dengan bapak tua itu yang sedang menikmati sarapannya di sebuah gudang tua. Dari perawakannya dia masih tampak bugar walaupun guratan-guratan ketuaan sudah jelas tampak di sana sini. Segera kusapa dia, "Sedang sarapan, Pak?" tanyaku.

"Ya, Dik. Buat isi perut. Adik yang kerja di kantor itu?" dengan logat sunda kulon kental dia balas bertanya sambil menunjuk ke arah kantorku.

"Ya, Pak. Bapak sudah lama kerja di sini?" aku mulai mencari tahu.

"Yah, begitulah. Bapak sudah puluhan tahun di sini. Maklum, pendidikan minim, daripada menganggur. Saya harus menghidupi keluarga," jawab si Bapak dengan raut sedikit muram. 

Sambil membungkus sisa nasi yang tadi dimakan, lalu diselipkan di sela dinding ruangan tempat dia istirahat. Di tempat itu banyak juga pekerja lain yang istirahat di sini.

"Nasinya buat nanti siang lagi, lumayan buat ngirit," jelas si Bapak tanpa menunggu aku bertanya.

"Saya mengerti, Pak. Semoga Allah memberikan barakah atas setiap rezeki yang Bapak peroleh," aku menjawab dengan senyum getir dan juga sayatan pilu kembali di hati ini. Sungguh aku terhenyak melihat enyataan di hadapanku ini.

Si Bapak juga menjelaskan bahwa ia dibayar perkarung yang dia angkat sebesar seratus rupiah. Ya Allah, berapa karung yang harus ia angkat supaya bisa mencukupi kebutuhan keluarganya di kampung sana. Aku langsung terdiam dan merasa malu pada diri ini yang kadang tidak puas akan rezeki yang Allah berikan.

"Alhamdulilllah, kalo bisa bawa pulang dua ratus ribu buat keluarga di rumah," lanjutnya.

"Makasih, Pak. Nanti kita sambung lagi," sambil tersenyum aku pamit, karena jam kerja sudah dimulai pagi ini.

Dengan langkah gontai aku kembali ke kantor dan meneruskan pekerjaanku sebagai teknisi. Terekam jelas perdebatan beberapa kawan kerjaku beberapa hari yang lalu yang ingin segera menuntut naik gaji. Pembicaraan yang alot yang kulihat rona wajah penuh ambisi tak berujung di wajah mereka. Sungguh, aku sudah tak bersemangat lagi mengikuti pembicaraan kawan-kawan mengenai hal itu setelah mengobrol dengan si Bapak Tua.

Pesan bapak mertua di rumah juga masih kuingat baik-baik, "Nak, bekerjalah bersungguh-sungguh, jika kau tidak suka atau kurang puas, silahkan keluar. Itu lebih jantan daripada kamu membuat hal yang tidak baik di tempat kerja. Banyak bersyukur karena tidak banyak orang yang bisa bekerja saat ini." Sangat kontras apa yang Allah perlihatkan kepadaku kali ini. Semoga setiap diri ini bisa bersyukur dan istiqomah dalam syukurnya kepada Dzat Yang Maha Pemberi. 

"Dan (ingatlah juga), tatkala Allah mengatakan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim: 7)
Wassalam,



RENCANA ALLAH PASTI INDAH

Ass.wr.wb,

Email from my friend :
Nice, remember that life is beautiful ...

Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain.
Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan.


Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai
kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah
benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut:
"Anakku, lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini;
nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas
pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas".
"Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut
menurut pandanganku".

Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil.
"Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu".
Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang
indah, dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit,
sungguh indah sekali. Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah
yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet.

Kemudian ibu berkata, "Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,
tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang
direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan
melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu
lakukan".

Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah;
"Allah, apa yang Engkau lakukan?"
Ia menjawab : "Aku sedang menyulam kehidupanmu".
Dan aku membantah,"Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya
banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?"
"Kemudian Allah menjawab, "
Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu
di bumi ini...

Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di
pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.

"Subhanallah...Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah
dari keruwetan hidup di dunia ini. Semoga Allah berkenan menumbuhkan
kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati hamba-Nya agar dapat memaknai
kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu. Amin....

Wassalam,

Jumat, 10 Oktober 2008

Laskar Pelangi Soundtrack

Ass.wr.wb,

nice song :-) 

Lirik Laskar Pelangi (Nidji, Ost. Laskar Pelangi):




mungkin adalah kunci
untuk kita menaklukkan dunia
telah hilang
tanpa lelah sampai engkau
meraihnya

laskar pelangi
takkan terikat waktu
bebaskan mimpimu di angkasa
raih bintang di jiwa

menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…

cinta kepada hidup
memberikan senyuman abadi
walau ini kadang tak adil
tapi cinta lengkapi kita

laskar pelangi
takkan terikat waktu
jangan berhenti mewarnai
jutaan mimpi di bumi

menarilah dan terus tertawa
walau dunia takseindah surga
bersukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia

selamanya…



Kamis, 09 Oktober 2008

5 Reasons Why God Uses Problems

Ass.wr.wb,

Nice email from my friend :-)

Oleh: Ust. Mohamad Joban

The problems you face will either defeat you or develop you - 
depending on how you respond to them. Unfortunately, most people fail 
to see how God wants to use problems for good in their lives. They 
react foolishly and resent their problems rather than pausing to 
consider what benefit they might bring.




Here are five ways God wants to use the problems in your life:

1. God uses problems to DIRECT you.

Sometimes God must light a fire under you to get you moving. Problems 
often point us in a new direction and motivate us to change. Is God 
trying to get your attention? "Sometimes it takes a painful situation 
to make us change our ways."

2. God uses problems to INSPECT you.

People are like tea bags...if you want to know what's inside
them, just drop them into hot ever water! Has God tested
your faith with a problem What do problems reveal about
you? "When you have many kinds of troubles, you should be full of 
joy, because you know that these troubles test your faith, and this 
will give you patience."

3. God uses problems to CORRECT you.

Some lessons we learn only through pain and failure. It's
likely that as a child your parents told you not to touch a
hot stove. But you probably learned by being burned.
Sometimes we only learn the value of something... health, money, a 
relationship. .. by losing it. "It was the best thing that could have 
happened to me, for it taught me to pay attention to your laws."

4. God uses problems to PROTECT you.

A problem can be a blessing in disguise if it prevents you from
being harmed by something more serious. Last year a friend
was fired for refusing to do something unethical that his boss
had asked him to do. His unemployment was a problem - but
it saved him from being convicted and sent to prison a year
later when management's actions were eventually discovered.
"You intended to harm me, but God intended it for good...

5. God uses problems to PERFECT you.

Problems, when responded to correctly, are character builders.
God is far more interested in your character than your comfort.
Your relationship to God and your character are the only two
things you're going to take with you into eternity. "We can rejoice 
when we run into problems...
they help us learn to be patient. And patience develops strength of
character in us and helps us trust God more each time we use it until 
finally our hope and faith are strong and steady."

Here's the point: 
God is work in your life - even when you do not recognize it or 
understand it.
But it's much easier and profitable when you cooperate with Him. 

"Success can be measured not only in achievements, but in lessons 
learned, lives touched and moments shared along the way"

Wassalam,


Senin, 18 Agustus 2008

Komitmen - Tanggung jawab - Konsekuensi - Toleransi

Ass.wr.wb,

Jadi ingin share tentang hal ini karena melihat dari beberapa talk show di televisi menayangkan tentang ini. Walaupun temanya beda-beda. Suatu ketika aku melihat Oprah, acara ini merupakan salah satu tontonan favorit buatku. Pada saat itu Oprah membahas tentang kasih sayang antara husband & wife. Ada sebuah kisah yang diangkat dari pasangan Polandia dan sedang merayakan ulang tahun pernikahan ke-50 tahun atau ulang tahun emas.


Jadi ingin share tentang hal ini karena melihat dari beberapa talk show di televisi menayangkan tentang ini. Walaupun temanya beda-beda. Suatu ketika aku melihat Oprah, acara ini merupakan salah satu tontonan favorit buatku. Pada saat itu Oprah membahas tentang kasih sayang antara husband & wife. Ada sebuah kisah yang diangkat dari pasangan Polandia dan sedang merayakan ulang tahun pernikahan ke-50 tahun atau ulang tahun emas. Pasangan ini bertemu di Jerman Timur pada saat nazi masih berkuasa. Sang pria merupakan tahanan disalah satu kamp konsentrasi Nazi, bertugas sebagai pengantar jenazah menuju krematorium. Suatu ketika sang pria berdiri di balik pagar dan dia menjumpai ada seorang gadis yang memperhatikan dirinya. Lalu si gadis ini mendekat dan mencoba menyapa. Ketika mulai pembicaraan ternyata si gadis juga berasal dari Polandia. Lalu si gadis ini mencoba bertanya apa yang bisa dia bantu kepada sang pria. Lalu sang pria menjawab, "Kamu bisa membawakan saya makanan, itu sudah sangat membantu" (maaf kalo kata2nya ndak persis, barangkali ada yang menonton karena saya lupa :-)) Lalu sejak itu si gadi selalu membawakan apel dan roti buat sang pria dan mereka pun bersahabat. Suatu ketika ada berita bahwa sang pria harus meninggalkan kamp konsetrasi dan dipindahkan ke daerah lain. Seperti biasa si gadis mengantar makanan lalu sang pria berkata, "Mulai saat ini jangan temui aku lagi". Si gadis kebingungan karena tidak tahu mengapa tiba-tiba kata-kata tersebut terlontar sedangkan dia tidak merasa melakukan hal yang salah. Si gadis bertanya mengapa tetapi tidak ada jawaban. Lalu si gadis mulai menangis, dan sang pria membalikkan badan. Sembari membalikkan badan rupanya sang pria juga menangis dan tidak menyukai perpisahan ini. Tahun - tahun mulai berjalan dan sang pria sudah terbebas dari kamp konsentrasi dan berpindah ke Amerika. Sudah mendapatkan pekerjaan dan jauh dari kehidupan sebelumnya. Suatu ketika teman dari sang pria ini ingin menjodohkan dengan teman gadisnya. Kemudian mereka bertemu dan sang pria merasa pernah mengenal si gadis. Sang pria mulai bertanya asal si gadis, lalu si gadis cerita bahwa dia adalah orang polandia dan pernah tingal di Jerman. Lalu sang pria mulai menanyakan, apakah si gadis mengenal seorang pria tinggi, kurus di kamp konsentrasi. Lalu si gadis membenarkan. Kemudian bertanya lagi apakah dia suka membawakan apel & roti. Si gadis membenarkan lagi, kemudian sang pria bertanya apakah dia memintamu (si gadis) untuk tidak menemuinya lagi dan kalian berpisah. Lagi-lagi si gadis itu membenarkan. Kemudian sang pria berkata, "Tahukah kamu siapa pria tersebut, pria itu adalah aku dan aku tidak akan meninggalkanmu lagi seperti dahulu". Dan saat itu juga sang pria melamar si gadis dan mereka hidup bahagia.
Sang pria berkata,"Dia selalu ada disaat aku sedang menderita dan selalu membantu". Kasih sayang yang tulus selalu ada di mereka, kasih sayang yang tidak hanya semata-mata diucapkan tetapi benar-benar diresapi karena itu bukan hanya sebuah kata-kata.

Selain itu ada pasangan yang sudah menikah selama 8 tahun, walaupun belum selama kisah sebelumya tetapi mereka mempunyai hal-hal yang menarik untuk di share. Mereka adalah pasangan selebriti, sang suami berprofesi sebagai pebasket profesional sedangkan sang istri merupakan penyanyi terkenal. Mereka dikaruniai 2 orang putri yang lucu-lucu. Suatu ketika sang suami mengalami cidera pada saat pertandingan dan harus istirahat cukup lama. Bahkan cidera ini hampir merenggut nyawanya. Di saat seperti ini orang yang mendampingi dan menyemangati adalah istrinya. Istrinya dengan sabar merawat suaminya yang harus beristirahat karena cidera. Tidak berapa lama sang istri juga mengalami sakit, dia dinyatakan mengidap penyakit yang cukup serius oleh dokter. Hal ini membuat istrinya sangat sedih, tetapi sang suami dengan semangat bertanya kepada dokter,"Apa yang harus kita lakukan untuk melawan penyakit ini". Mereka saling mendukung satu dengan yang lain. Cukup klise tetapi hal ini mengingatkan kita pentingnya sebuah dukungan. Oprah bertanya kepada istri,"Apakah kalian tidak pernah bertengkar?". Lalu sang istri tertawa dan menjawab bahwa pertengkaran atau berselisih paham itu pasti ada. Karena mereka adalah 2 orang yang berbeda, ada kalanya sang istri sangat jengkel terhadap suaminya. Pada saat sang suami sakit, karena kondisi suami pada saat itu sangat sensitif dan menjadi sangat manja, ada keinginan untuk "membunuh" dia ...ha..ha...tentu saja bukan dalam arti sebenarnya :-). Sang istri menceritakan bahwa dia sangat menyukai hal-hal kecil atau remeh yang dilakukan oleh suaminya. Seperti mau menggendong anak mereka yang masih bayi ketika sang istri sedang mandi, menyempatkan bermain dengan anaknya ketika pulang dari pertandingan walaupun sangat lelah, bercanda, membersihkan kebun. Hal-hal kecil ini yang membuat kasih sayang diantara mereka termaintain walaupun hal-hal besar dan tanggung jawab juga sangat penting. Karena kita sering kali "lupa" tentang hal-hal kecil yang dilakukan oleh seseorang, dan sering mengingat sesuatu yang besar saja. Sang suami tidak menyadari bahwa hal-hal kecil itu diperhatikan oleh sang istri.

Ada beberapa kisah menarik yang diutarakan dalam acara itu dari beberapa pasangan yang share ke Oprah.

Ada juga kisah yang pernah aku lihat di acara 4 mata, pasangan dari Indonesia (aku lupa namanya). Yang jelas si suami sudah menulis kisah hidupnya dalam sebuah buku dan sudah terbit. Mereka berdua pasangan yang bahagia sampai sekarang dengan berbagai hal yang mereka alami. Semula sang istri sangat sehat dan menjalankan aktifitas sebagai wanita yang bekerja. Suatu ketika sang istri sering mengalami pendarahan (maaf klo ada yang salah, sudah agak lama jadi lupa) ;-) dan setelah dicek ternyata sang istri menderita lupus. Penyakit ini semakin menyerang tubuh sang istri dan dokter memvonis bahwa sang istri tidak dapat memiliki keturunan. Selain itu sang istri jadi susah berjalan, dan mengalami penurunan kemampuan melihat. Si suami dengan sabar merawat istrinya dan menemani. Yang menguatkan mereka adalah keimanan terhadap Allah SWT. Karena segala sesuatu yang terjadi dan mereka alami adalah yang terbaik. Sambil terus berusaha dan saling menyemangati. Ada pertanyaan,"Apa yang membuat anda bisa bertahan dengan keadaan ini". Lalu sang istri menjawab,"Keyakinan saya terhadap Allah SWT". Lalu si suami share bahwa kasih sayang yang ada pada mereka adalah karena Allah SWT dan seijin Allah SWT, InsyaAllah bukan semata-mata karena fisik yang terlihat.

Sebuah pemahaman bahwa commitment bukan hanya sesuatu yang nampak. Tetapi merupakan satu paket yang utuh. Tidak ada yang sempurna melainkan saling melengkapi :-). Bertanggungjawab dan konsekuen dengan segala yang dialami, bahwa setiap langkah yang diambil merupakan sesuatu. Mengerti dan bertoleransi dengan kondisi yang ada serta senantiasa saling mendukung. Bahagia dan tersenyum, karena hidup ini indah :-)

Wassalam,


Minggu, 06 Juli 2008

Bukan Hanya Sekedar Impian

Ass.wr.wb,

Setiap manusia pasti mempunyai keinginan, impian atau cita-cita yang ingin diwujudkan. Klo tidak punya hal tersebut mungkin malah jadi tidak berwarna atau tidak mempunyai tujuan...ah tidak mau berkata yang aku tidak mengerti :-). Tetapi aku belajar dari beberapa orang yang menurutku memang mewujudkan impian, walaupun impian itu bisa jadi sesuatu yang masih jauh dari cita-cita besarnya.


Aku mempunyai teman bekerja di perusahaan dimana aku bekerja untuk pertama kalinya. Pada saat mulai bekerja dia menduduki posisi sebagai operator produksi. Kemudian karena dia dianggap mempunyai kemampuan dan potensi maka dia diangkat di departemen Quality Assurance. Dari mulai belajar proses sampai akhirnya mengerti masalah kualitas produk. Aku belajar dari temanku ini adalah semangatnya, pantang menyerah, berpikir positif dan keceriaan yang selalu nampak. Hampir aku tidak pernah mendapati dia tampak murung atau kekurangan energi. Energinya selalu full charge. Tidak berhenti disini saja, suatu ketika departmen IT (Information Technology) membutuhkan tenaga untuk support. Kemudian melalui beberapa seleksi akhirnya dia yang ditunjuk untuk menduduki posisi ini. Dan disini dia diangkat menjadi pegawai tetap setelah beberapa tahun dia menjadi pegawai kontrak. Dia mulai belajar tentang seluk beluk program, dan karena dia orang yang semangat belajarnya tinggi maka hal ini bukanlah sesuatu yang sulit. Kemudian dia memutuskan untuk meneruskan sekolah ke perguruan tinggi karena sebelumnya dia lulusan STM. Dia berhasil kuliah disebuah universitas swasta dengan berkuliah setelah pulang kerja, dia membiayai sendiri kuliahnya dari hasil dia bekerja. Kami semua yang satu team dengannya sangat mendukung dia karena hal ini tentu saja akan semakin menambah nilai untuk dirinya. Suatu ketika dia menerima pekerjaan di daerahnya sebagai tenaga ahli di departemen IT. Dia mengatakan padaku bahwa dia mendapat tawaran yang lebih baik dari perusahaan tersebut dan tentu saja tidak menolak kesempatan ini. Sekaligus dia bisa berdekatan dengan keluarga tercinta alias pulang. Temanku ini punya impian mempunyai usaha sendiri, dan untuk itu dia membutuhkan modal. Dia ingin sekali bisa membuka warnet di tempat tinggalnya karena di daerah tersebut masih belum banyak warnet yang berdiri. Suatu ketika dia mendapat tawaran dari orang asing untuk bekerja di Amerika sebagai tenaga ahli IT. Tentu saja hal ini tidak disia-siakan, apalagi dia membutuhkan modal untuk usahanya kelak. Namun usahanya untuk bekerja di Amerika masih belum bisa terealisasi karena permasalahan dokumen, tetapi bukan berarti dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari sebelumnya. Saat ini dia bekerja di perusahaan temannya tersebut yang berada di Thailand. Bukan tidak terwujud impiannya, tetapi dia sedang berusaha mewujudkannya :-)

Ada juga temanku yang lain, kisahnya sederhana tetapi menurutku berarti juga. Temanku ini juga salah satu orang yang penuh semangat. Suatu ketika dia menginginkan mempunyai kamera standard fotografer yang harganya wow menurutku. Karena dengan spec yang tinggi untuk bisa menghasilkan gambar yang bagus tentu disertai dengan harga yang lumayan, walaupun yang diimpikan itu belum kamera yang super canggih ala fotografer profesional. Suatu ketika dia bercerita dengan istrinya, bahwa dia pasti bisa mewujudkan untuk membeli kamera tersebut. Sebelum mempunyai dana yang mencukupi, dia sudah brwosing kamera yang diinginkan. Dia bertanya ke toko-toko yang menjual kamera jenis tersebut, dan ini dilakukan sebelum dana yang dia butuhkan tersedia. Suatu ketika ada acara yang dia ikuti dimana acara tersebut ada sesion doorprize. Dari beberapa peserta yang hadir dan doorprize yang tersedia tentu saja tidak semua orang yang hadir akan bisa mendapatkan doorprize. Dan tidak disangka dia memenangkan doorprize PDA dengan harga dipasaran yang lumayan tinggi. Siapa yang menyangka hal ini terjadi, kemudian dia berusaha untuk menjual hadiah yang dia dapatkan untuk mewujudkan impiannya mempunyai kamera tersebut. Dan memang benar, tak lama kemudian dia berhasil memiliki kamera yang dia inginkan. Tujuan memiliki kamera itu adalah dia ingin mengasilkan pendapatan yang lain dari pekerjaannya, juga tentu saja tujuan baik yang lain. Karena temanku ini mempunyai kemampuan dalam bidang foto dan teknologinya, meskipun masih belajar juga :-) (benar ndak ;-)). Dia ini yang membantu create undangan pernikahanku :-).

Dari cerita ini bukan hanya ingin share keberuntungan, kebetulan atau dapat hadiah semata. Melainkan sebuah usaha yang penuh semangat, fokus merupakan hal yang sangat penting dalam mewujudkan sesuatu. Tentu saja ditambah dengan berdoa dan selalu mendekatkan diri dengan Allah SWT. Karena Allah SWT sangat menyukai orang-orang yang berusaha :-)

I'm learn something in here...hopelly my dream is not only dream but will come true :-)

Wassalam,

Minggu, 01 Juni 2008

Song on today

Ass.wr.wb,

Pas lagi di warnet, lagunya ini ..lumayan enak di dengar. Iseng browsing liriknya..terlepas itu hiperbolik or not :-) just enjoy ...


Naff - Kaulah Hidup Dan Matiku (from : ViewLyrics.com)

Kaulah darahku juga nadiku
Kaulah nafasku juga jantungku
Engkaulah hatiku dan juga jiwaku

Reff:
Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu

Kaulah senyumku juga tawaku
Kaulah damaiku juga bahagiaku
Engkaulah teduhku tempatku bernaung

Back to Reff:
Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu

Kau yang slalu setia menemaniku
Meresapkan harumnya cinta dihatiku
Kau yang menyayangiku setulusnya

Aku mau hidup denganmu
Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu
Hanya bersamamu

Aku mau hidup denganmu
Aku mau matipun karenamu
Aku mau disisa waktuku bersamamu
Hanya bersamamu

Aku mau hidup denganmu
Aku mau ..
Aku mau matipun karenamu
Aku mau ..

Kaulah hidupku dan juga matiku

Wassalam,

Nice Email from Friend

Ass.wr.wb,

Dapet email bagus dari mbak Diyah ...

Seperti biasa Andrew, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta
terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak
seperti biasanya, Sarah, putra pertamanya yang baru duduk di kelas
tiga SD membukakan pintu untuknya. Nampaknya ia sudah menunggu cukup lama.


"Kok, belum tidur ?" sapa Andrew sambil mencium anaknya.
Biasanya Sarah memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga
ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari.

Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang keluarga, Sarah menjawab,
"Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa ?"
"Lho tumben, kok nanya gaji Papa ? Mau minta uang lagi, ya ?"

"Ah, enggak. Pengen tahu aja" ucap Sarah singkat.
"Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10
jam dan dibayar Rp. 400.000,-. Setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari
kerja.

Sabtu dan Minggu libur, kadang Sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji
Papa dalam satu bulan berapa, hayo ?"

Sarah berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar
sementara Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika
Andrew beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Sarah berlari
mengikutinya. "Kalo satu hari Papa dibayar Rp. 400.000,- untuk 10 jam,
berarti satu jam Papa digaji Rp 40.000,- dong" katanya.

"Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, tidur" perintah Andrew
Tetapi Sarah tidak beranjak. Sambil menyaksikan Papanya berganti
pakaian, Sarah kembali bertanya, "Papa, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,-
enggak ?"

"Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam
begini ? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah".

"Tapi Papa..."
Kesabaran Andrew pun habis. "Papa bilang tidur !" hardiknya
mengejutkan Sarah. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya.

Usai mandi, Andrew nampak menyesali hardiknya. Ia pun menengok Sarah
di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Sarah didapati
sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp. 15.000,- di
tangannya.

Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Andrew berkata,
"Maafkan Papa, Nak, Papa sayang sama Sarah. Tapi buat apa sih minta
uang malam-malam begini ? Kalau mau beli mainan, besok kan bisa.
Jangankan
Rp 5.000,- lebih dari itu pun Papa kasih" jawab Andrew

"Papa, aku enggak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan
kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini".
"lya, iya, tapi buat apa ?" tanya Andrew lembut.

"Aku menunggu Papa dari jam 8. Aku mau ajak Papa main ular tangga.
Tiga puluh menit aja. Mama sering bilang kalo waktu Papa itu sangat
berharga.

Jadi, aku mau ganti waktu Papa. Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.
15.000,- tapi karena Papa bilang satu jam Papa dibayar Rp. 40.000,-
maka setengah jam aku harus ganti Rp. 20.000,-. Tapi duit tabunganku
kurang Rp 5.000, makanya aku mau pinjam dari Papa" kata Sarah polos.

Andrew pun terdiam. ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil
itu erat-erat dengan perasaan haru. Dia baru menyadari, ternyata
limpahan harta yang dia berikan selama ini, tidak cukup untuk
"membeli" kebahagiaan anaknya.

Wassalam,