Minggu, 22 Mei 2011

Dear My Son

Ass.wr.wb,

Pada saat aku menulis ini anakku berusia sekitar 2 bulan. Alhamdulillah engkau tumbuh sehat anakku. Anakku, engkau adalah harta yang tak ternilai bagi kami. Ketika melihatmu tumbuh semenjak engkau dilahirkan membuat kami sangat bahagia. Mendapatkan anugerah dirimu membuat kami seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah, begitu senang, orang Jawa bilang kemaruk … hehehe…

Aku langsung teringat oleh orang tua kami, yang tentunya juga mempunyai perasaan seperti yang kami rasakan ketika kami menjadi orang tua. Mama dan papa terima kasih banyak atas semua kasih sayang yang engkau berikan, tidak terukur dan terbalaskan karena begitu besar. Begitu pula Ibu dan Bapak dari suamiku.

Melihatmu tumbuh sehat merupakan anugerah yang tak ternilai. Anakku, bunda minta maaf apabila belum bisa membuatmu sangat nyaman untuk beberapa hal karena bunda masih belajar J. Ketika engkau menangis, dan bunda harus menerjemahkan maksud tangisanmu merupakan hal yang luar biasa. Sometimes bunda kebingungan dengan apa yang engkau lakukan tetapi itu membuat bunda belajar J. Terkadang bunda tidak bisa menenangkanmu tetapi hal itu tidak membuatku lelah. Bunda akan berusaha untuk bisa berbuat yang terbaik untukmu.

Memberikan ASI untukmu merupakan hal sangat luar biasa. Melihatmu minum dengan senang dan kemudian tertidur dengan tenang membuat bunda sangat bahagia. Subhanallah…Ya Allah berikan kelancaran ASI hamba untuk anakku ... Amien.

Melihatmu tersenyum dan tertawa merupakan hal yang membahagiakan bagi bunda & bapak. Terkadang engkau mencoba untuk bercerita kepada kami dengan bahasamu yang lucu dan mimik wajah yang menggemaskan, moment ini merupakan moment yang selalu kami nanti-nantikan anakku …

Ya Allah limpahkan selalu kasih sayang dalam keluarga kami dan senantiasa berikan kemudahan atas usaha kami … amien. Anakku, jadilah anak yang sholeh, sehat, pintar, berbakti pada orang tua dan berguna bagi nusa – bangsa – agamamu … amien.

Rabu, 18 Mei 2011

Sebuah Kerinduan (My Son – Muhammad Ilman Danendra)


Ass.wr.wb,

Just want to share J, seperti yang pernah aku ceritakan sebelumnya ketika kita sudah dewasa dengan umur yang dirasa “cukup” maka lingkungan kita akan menanyakan kapan menikah dan ketika kita sudah menikah maka pertanyaan selanjutnya udah ada anak ?

Ini adalah hal-hal yang kita temui di lingkungan kita dan kita sendiri tidak bisa menghindari atau mengatur persepsi orang ke diri kita. Seperti yang pernah aku share sebelumnya.

Pada saat itu aku dan suami masing-masing punya kesibukan dan kami ikhlaskan semuanya kepada Allah SWT dengan tetap berusaha untuk mempunyai keturunan. Seorang teman share kepadaku untuk datang ke dokter rekomendasi dia untuk proses pemeriksaan dalam rangka usaha memiliki keturunan. Namun karena beberapa schedule aku masih menunda untuk mendatangi dokter rekomendasi teman tersebut. Suatu ketika temanku bertanya, “Kamu udah cek belum, jangan-jangan telat loe”. Aku cuman tersenyum menanggapi omongan teman tersebut. Lalu aku berkata, “Iya ya kayaknya udh telat 1 minggu”. Lalu teman saya berkata,”Jangan-jangan loe hamil lagi”. Lalu aku hanya tertawa dan tersenyum atas perkataan teman tersebut. Sampai akhirnya aku baru menyadari klo terlambat haid, aku coba periksa dengan test pack dan alhamdulillah hasilnya positif. Alhamdulillah setelah hampir 3 tahun pernikahan kami, Allah SWT mengabulkan doa kami dan memberikan karunia kehamilan.

Alhamdulillah diberikan kelancaran pada saat hamil, tetap bisa melaksanakan aktifitas. Alhamdulillah perjalanan Sidoarjo – Surabaya sehari – hari pada saat hari kerja tidak mempengaruhi kehamilan. Pada saat hamil sekitar 3 bulan aku mendapatkan tugas ke Beijing. Pada saat pergi aku mengalami batuk, sempat was-was juga karena tidak mengetahui bagaimana kondisi di Beijing. Dokter membekali diriku dengan obat yang aman dikonsumsi selama hamil dan selama di Beijing tetap menjaga makanan yang aku konsumsi. Teman-teman di Beijing tidak mengetahui kalo aku hamil sampai suatu ketika kita sedang makan malam ada teman yang ingin merokok dan sambil bercanda dia mengatakan “Is ok if I’m smoke, because I believed there isn’t pregnant woman in here right ?” Lalu aku tersenyum dan berkata, “I’m pregnant”. Kemudian temanku berkata, “Serious, so I have to smoke outside the room…sorry”. Teman – teman tidak mengetahui karena kehamilanku tidak begitu kelihatan dan usia kehamilan yang masih kecil. Sejak teman-teman tahu aku sedang hamil mereka begitu memperhatikan diriku .. haha … walaupun kita baru bertemu saat itu ternyata mereka orang-orang yang baik, meskipun kita sangat berbeda budaya. Sempat surprise juga walaupun kita baru bertemu pada saat itu tetapi seperti sudah bertemu lama. Senang …J. Alhamdulillah baik-baik saja dan kembali ke Indonesia dengan sehat J.

Ketika usia kandungan 4 bulan, teman-teman kantor mengadakan outbond di Bromo. Kebetulan karena member team kantor yang cewek cuman 2 orang yaitu diriku dan sang sekretaris maka secara tidak langsung kami yang menjadi “panitia” dan tetap dibantu oleh teman-teman. Alhamdulillah ketika pergi ke Bromo juga baik-baik saja. Alhamdulillah masih bisa naik untuk melihat matahari terbit hanya saja memang lebih terasa terengah-engah … hahaha mungkin karena harus mengatur napas untuk 2 orang J but alhamdulillah baik – baik saja. Teman – teman tidak terlalu mengkhawatirkan keadaanku sehingga aku sendiri tidak terlalu “lebay” tetapi ternyata mereka “menjaga” diriku, dengan sesekali menanyakan kondisiku. Karena kondisi aku tidak naik ke gunung bromo hanya sampai di pura yang ada di lautan pasir, alhamdulillah ada teman yang juga tidak naik ke gunung bromo sehingga aku tetap ada teman. Perjalanan ke Bromo alhamdulillah bisa dilalui dengan baik J. Outbond berjalan dengan baik. Ada cerita pada saat kami ke Bromo, teman ada yang mendapat khabar dari istrinya bahwa gunung bromo bersatatus aktif (artinya ada peningkatan aktifitas di gunung berapi tersebut). Alhamdulillah kami sudah turun dan sudah akan pulang. Pada saat itu mendung tebal, alhamdulillah kami bisa pulang dengan selamat walaupun tak lama kemudian kami melihat berita di televisi bahwa gunung bromo mulai aktif mengeluarkan partikel-partikel …

Alhamdulillah kehamilan berjalan dengan baik, aku kontrol kehamilan setiap bulannya di Surabaya sepulang kerja. Kebetulan dokternya searah jalan pulang. Alhamdulillah selama hamil diberikan kelancaran dan sehat. Alhamdulillah sangat santai dan menikmati saja masa-masa kehamilan tersebut. Aku dan suami hanya berdoa agar anak kami sehat. Aku sempat berangan bahwa anak pertama kami adalah laki – laki tetapi apapun yang diberikan oleh Allah SWT adalah yang terbaik. Tiba saatnya pemeriksaan ketika sekitar usia 6 bulanan dokter mengatakan InsyaAllah laki – laki … Aku hanya tersenyum dan berujar Alhamdulillah. Kami memiliki keluarga dan teman – teman yang senantiasa mensupport kami. Salah seorang teman kantorku datang ke mejaku sambil bertanya, “Bun, udah hamil berapa bulan ?” lalu aku menjawab 7 or 8 ya (hehe lupa pada saat itu menjawab apa) kemudian dia berkata lagi, “aduuuchhh telat niy”. “Kenapa ?” tanyaku. Lalu dia menyodorkan buku dengan judul “Kehamilan : Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan” by Arlene Eisenberg, Heidi E. Murkoff & Sandee E. Hathway, B.S.N) sambil berkata, “Seharusnya aku udah minjamin buku ini dari dulu yaa bun”. Lalu aku menimpali, “ Is OK om, mana – mana aku pinjam yaa InsyaAllah manfaat niy”. Hehe lalu kami tertawa bersama, kebetulan temanku ini mempunyai pengalaman yang hampir sama dimana sedikit “menunggu” dalam memiliki keturunan. Note : Bun (nick name dari Bunda yang merupakan panggilan akrab teman-teman satu team di kantor). Om merupakan panggilan akrabku untuk temanku Timotius.

Tiba saatnya mendekati bulan kelahiran, dokter mengatakan bahwa target melahirkan 3 Maret 2011 karena usia kandungan sudah harus dilahirkan, jadi apabila pada tanggal tersebut belum ada tanda – tanda melahirkan maka dilakukan cara untuk bisa melahirkan.

Aku mengambil cuti melahirkan pada pertengahan bulan Februari karena masih belum pengalaman dan tidak tahu pasti kapan melahirkan. Selain itu menghindari cuti mendadak. Sebelum melahirkan aku tinggal di Surabaya (rumah mama) sekalian maen – maen dengan my beutiful niece – Keisha. Aku tinggal di Surabaya untuk lebih memudahkan akses ke rumah sakit karena kami memutuskan untuk melahirkan di salah satu rumah sakit di Surabaya. Suami juga menemani diriku tinggal di rumah mama dan mesti bolak – balik Sidoarjo sometimes untuk melihat rumah kami yang di Sidoarjo.

Pemeriksaan mulai rutin 2 mingguan dan ketika masuk usia 9 bulan mulai dilakukan pemeriksaan 1 minggu sekali. Alhamdulillah semua baik – baik saja. Kami memutuskan untuk melahirkan normal apabila memungkinkan dan dokter sangat mendukung keputusan kami. Tiba di Februari akhir dimana range perkiraan tanggal – tanggal melahirkan, sudah mulai merasakan kontraksi tetapi merupakan kontraksi palsu seperti yang aku baca di buku dimana jarak antar kontraksi tidak beraturan dan jauh – jauh. Suamiku yang mempunyai jadwal pasti keluar kota dalam setiap bulannya, pada saat itu sempat pergi ke Makasar. Ketika itu baru kembali dari Makasar pada hari Jum’at. Pada hari jum’at dan sabtu malam (26 Februari) aku mulai merasakan kontraksi dan ada flek – flek seperti ketika kita akan mendapatkan haid, cuman aku yakin itu bukan tanda – tanda melahirkan seperti referensi yang aku baca. Aku mencoba untuk santai, dan bercerita ke mama. Mama bilang kalo aku merasakan kontraksi yang teratur maka aku harus cerita. Dan pada minggu pagi (27 Februari 2011) aku mulai mengalami flek seperti haid. Hari itu bertepatan dengan temu alumni akbar Statistika ITS dimana aku dan suamiku merupakan alumni dari jurusan ini. Pagi itu salah satu temanku menelpon menanyakan apakah aku bisa datang di acara temu alumni tersebut, dimana sebenarnya aku sangat ingin datang tetapi kondisi tidak memungkinkan maka kami memutuskan untuk absen di acara tersebut. Lalu aku menceritakan kondisiku bahwa aku sudah mengalami flek, dan temanku tersebut menyarankan untuk konsultasi dengan dokter apapun yang aku alami karena menurut dia kondisi setiap orang berbeda – beda dan ini hanya jaga – jaga saja apalagi sudah dalam range waktu melahirkan. Kemudian aku kirim sms pada dokterku, alhamdulillah beliau bisa dihubungi dengan sms or telpon ke handphonenya meskipun hari libur. Kemudian dokter menelponku dan menyarankan untuk pergi ke rumah sakit untuk rekam jantung anak sekaligus memantau kontraksiku.

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke rumah sakit hari itu. Karena memang sudah mulai packing jadi kami tinggal membawa barang – barang yang perlu di bawa. Setelah di rumah sakit dilakukan pemeriksaan rekam jantung anak dan kontraksi. Alhamdulillah kondisi anakku baik dan nilai kontraksiku juga baik, selain itu sudah pembukaan 2. Aku dan suami ada di ruang persalinan, para bidan dan suster sudah mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Tetapi aku sendiri masih belum merasakan kontraksi yang besar bahkan ketika ditanya oleh suster apakah sakit, aku masih belum merasakan sakit pada saat itu. Para suster menyarankan aku untuk berjalan – jalan untuk mendukung proses pembukaan. Aku dan suami menghabiskan sore itu dengan berjalan – jalan di rumah sakit. Dukungan suami yang menemani merupakan semangat untukku. Aku mulai diperiksa intensif tetapi masih belum ada tanda – tanda penambahan bukaan pada hari itu. Suster dan dokter mengatakan untuk sabar. Tiba pada hari Senin masih belum ada penambahan bukaan, aku disarankan untuk rileks dan banyak jalan. Hari senin itu masih belum ada progress dan kondisi masih sama dengan hari minggu...hehe...tapi kami sabar menunggu. Kata teman, mungkin kami terlalu terburu – buru masuk rumah sakit hahaha J maklum kami masih belum pengalaman. Tetapi untuk tetap berjaga kami memutuskan untuk tinggal di rumah sakit.

Senin sore ketika kami (aku dan suami) balik ke ruang persalinan setelah berjalan – jalan di sekitar rumah sakit, seorang suster memberikan informasi berdasarkan hasil pantauan pemeriksaan dan dokter bahwa proses persalinanku perlu dilakukan operasi caesar karena proses pembukaan yang sudah berlangsung lama tetapi tidak mengalami progress bukaan. Dari nada bicaranya seolah – olah tidak ada pilihan lain selain operasi caesar, aku yang mendengar cukup kaget dengan informasi tersebut. Aku hanya mengatakan kepada suster tersebut bahwa akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan pihak keluarga. Kemudian aku kembali ke kamar dan mencoba untuk menelpon dokter tentang informasi yang baru saja kami tarima dari suster tersebut. Ketika diskusi aku menanyakan apakah kondisiku sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan persalinan normal, kemudian dokter mengatakan masih mungkin untuk dilakukan persalinan normal dengan melihat kondisi yang telah dipantau saat ini. Beliau mengatakan opsi melahirkan operasi caesar dilakukan barangkali karena memang ingin melahirkan cepat atau atas permintaan pasien, kami lega karena dokter mendukung keputusan kami. Dokter mengatakan bahwa kekuatan kontraksiku baik cuman memang progressnya lama, InsyaAllah bisa normal kata dokter kepada kami. Setelah diskusi tersebut kami memutuskan untuk menunggu sampai pembukaan lengkap, kami berdua berdoa dan berusaha dengan menambah frekuensi jalan – jalan untuk menunjang proses bukaan.

Tiba hari Selasa tetapi progress pembukaan masih begitu lama, dokter kembali menyemangati kami. Aku tetap menjalankan aktifitas dengan berjalan – jalan di sekitar rumah sakit bersama suami. Sore hari ketika diperiksa bukaan sudah mulai bertambah menjadi 4, Alhamdulillah ... Para susterpun turut menyemangati diriku. Pembukaan mulai bertambah pada malam hari menjadi 6, dokter juga mulai melakukan re-check kembali terhadap detak jantung anakku dan kekuatan kontraksiku. Alhamdulillah semuanya baik, dokter bilang tetap semangat ya. Aku teringat pada malam hari pada saat pergantian shift, suster kepala datang ke kamarku sambil tersenyum beliau menanyakan progress dan apa yang kurasakan. Kemudian beliau berkata, “Lebih baik melahirkan normal, sakitnya pada saat itu tetapi recoverynya cepat”. Semangat yaa, begitu ungkap beliau. Suster kepala ini secara fisik nampak sedikit “keras” tetapi ketika berkata begitu menyejukkan dan menyemangati. Aku dan suami senang sekali karena begitu banyak yang mendukung keputusan kami untuk menunggu. Suamiku berkata, “Kenapa kita tidak bisa bersabar hanya dalam beberapa hari untuk menunggu kelahiran, sedangkan kita juga diminta bersabar untuk menunggu anugerah keturunan”, dukungan yang luar biasa dari orang – orang yang ada disekitar kita dan yang menyayangi kita seperti energi berkekuatan tinggi. Kamipun menunggu progress pembukaan agar bisa melahirkan normal. Aku mulai merasakan sakit kontraksi ketika pembukaan diatas 5, dan aku baru tahu rasanya. Sungguh luar biasa, langsung teringat mama dan ibu – ibu luar biasa yang telah melahirkan anak – anaknya. Sakit itu mulai terasa setiap menit begitu luar biasa. Orang bilang rasanya seperti ketika mengalami sakit pada saat datang bulan sedangkan aku sendiri kebetulan tidak merasakan sakit pada saat datang bulan sehingga akupun bisa merasakan ketika ada yang merasakan sakit seperti itu, mungkin sakit kontraksi ini rasanya lebih – lebih sakit yaa...Kontraksi mulai beraturan dan menguat ... subhanallah ... mama maafkan aku apabila banyak sekali kesalahan dan kekhilafan selama ini (bisikku dalam hati). Aku mulai sering ke belakang untuk buang air kecil, entah pelarian dari rasa sakit atau bagaimana yang jelas frekuensinya semakin sering. Di tengah perjalanan proses pembukaan aku (maaf) muntah – muntah, aku sedikit panik karena aku berpikir energi untuk melahirkan nantinya bagaimana apabila makanan yang ada di tubuhku keluar. Suamiku menyiapkan madu bersama air putih dan sedikit – sedikit memberikan kepadaku agar aku tetap mempunyai energi. Pada saat itu aku mulai sulit makan dan minum karena rasa kontraksi. Tetapi aku paksakan untuk tetap bisa minum, suster yang mengetahui tentang hal itu juga menyediakan teh manis hangat. Kontraksi yang luar biasa tiba – tiba membuatku (maaf) muntah lagi, agak panik juga ... Ya Allah, beri hamba kekuatan. Bukan bermaksud lebay tetapi perjuangan seorang ibu yang melahirkan itu memang luar biasa. Dukungan suami yang setia mendampingi selama kontraksi membuatku tenang dan mendapatkan dukungan yang luar biasa. Usapan di punggung begitu menenangkan untuk mengalihkan rasa sakit, dan suamiku melakukan itu di tengah – tengah kantuk luar biasa yang dirasakan olehnya. Sedangkan aku tidak bisa mengantuk karena kontraksi, hehehe (Sekarang baru bisa ketawa sendiri, bukan bermaksud sombong ;-p). Kami juga membaca doa bersama. Kemudian suamiku berbisik, “Itulah sebabnya surga berada di bawah telapak kaki ibu” sambil membelai kepalaku ketika mengetahui aku menahan rasa sakit dengan memegang tempat tidur kuat – kuat. Tiada henti aku menyebut, Ya Allah kuatkan hamba ... kondisiku dipantau oleh para suster yang memeriksaku secara intensif. Hal ini berlangsung sampai rabu pagi (02 Mar 11) sekitar jam setengah 7 dimana aku diprediksi sudah bisa melahirkan alias proses pembukaan sempurna (pembukaan 10). Tetapi ketika dilakukan pemeriksaan kembali ternyata pembukaan masih 8 dan posisi bayi masih belum di posisi lahir (belum turun).

Dan ketika dokter datang pada pagi itu beliau memberikan pertimbangan bahwa masa kontraksi sudah lama yaitu lebih dari 24 jam dengan progress yang lambat dan bayi juga belum turun di jalan lahir. Kondisi seperti ini menurut beliau adalah kondisi abnormal kelahiran. Beliau advise untuk dilakukan operasi caesar. Lalu aku bertanya apakah secara fisik pinggulku bermasalah / tidak elastis sehingga bayi tidak turun ke posisi jalan lahir (hehe bahasa yang aneh dariku, mengingat aku baru melakukan proses melahirkan untuk pertama kali di usia 32 tahun). Lalu dokter menyatakan tidak bisa mengetahui penyebabnya secara pasti kecuali dilakukan operasi karena penyebabnya bisa macam – macam. Aku memandang suamiku dan suamiku menyetujui analisa dokter. Menurut dokter, beliau khawatir dengan kondisi bayi. Beliau berkata padaku,“Sabarmu udah cukup“ sambil tersenyum. Kamipun menandatangani surat persetujuan operasi, dan akupun mulai disiapkan untuk dilakukan operasi. Kemudian dokter bertanya padaku apakah aku pernah masuk ruang operasi. Dengan menahan sakit aku menjawab belum pernah, dokter hanya berkata nanti dingin banget ya di ruang operasi. Saat itu aku hanya berpasrah dan berdoa, teringat mama. Proses melahirkan ini kebetulan aku dan suamiku saja di rumah sakit. Telpon yang berdering di handphone kami pagi itu tidak bisa kami angkat karena kamipun sibuk dengan kondisi ini, sehingga kami tidak sempat memberitahukan kondisi kami pada keluarga kami.

Aku mulai di bawa ke ruang operasi, pasrah dan berdoa. Bismillah, InsyaAllah dilancarkan semua proses. Di ruang operasi aku bertemu dengan dokter anestesi yang super gaul. Dokter tersebut langsung menyapa diriku,“Selamat pagi ibu, mau melahirkan yaa“ sambil tersenyum ramah tanpa beban... haha...lalu dia bilang,“Ibu alergi alkohol yaa, saya akan menggunakan pengganti alkohol“. Aku memang alergi alkohol, setiap kali alkohol menyentuh kulitku membuat kulitku memerah dan gatal lalu bengkak seperti digigit nyamuk. Sehingga setiap kali disuntik atau diinfus dan kebetulan aku tidak mengatakan alergi alkohol maka aku akan mengalami gejala alergi tersebut. Di ruang operasi aku bertemu pasien anak – anak yang juga akan melakukan proses operasi. Anak perempuan tersebut terlihat ceria tanpa beban sambil berkata,“Aku ada temannya niy, tante juga mau dioperasi“ sambil tersenyum padaku. Sesaat aku tersenyum balik padanya. Lalu seorang suster berkata,”Nah karena ada temannya maka tidak takut operasi khan, pasti kamu juga sembuh” dengan semangat. Lalu anak perempuan tersebut berkata,”Tidak takut”. Kalo tidak salah anak perempuan ini harus di operasi untuk pengangkatan tumor. Tiba di ruang operasi yang aku rasakan dingin dan tetap merasakan kontraksi yang luar biasa. Lalu dokter anestesi mulai menjalankan tugasnya, beliau akan menyuntik daerah punggungku untuk mematirasakan daerah yang akan di operasi. Bius yang dilakukan hanya bius sebagian saja (bius lokal) sehingga aku tetap terjaga selama proses persalinan. Kata orang suntik di bagian punggung untuk anestesi sangat sakit, tetapi saat itu aku tidak begitu merasakan sakit karena sakit kontraksi mengalihkan rasa sakit suntik (hehe). Pengalaman ketika anestesi dilakukan bersamaan dengan kontraksi, Dokter anestesi memberitahukan aku ketika akan menyuntik dan ketika itu bersamaan dengan rasa kontraksi sehingga aku dengan sigap berkata,”Sebentar – sebentar dok” lalu dokter tersebut menjawab,”Ok – Ok ibu pasti kontraksi niy, saya tunggu”. Hehehe lumayan juga, ketika proses anestesi selesai kakiku terasa kesemutan dan saat itu sudah tidak terasa lagi sebagian tubuhku. Dokter kandungan lalu berkata padaku,”OK, sudah siap ya Bismillah”. Seorang suster ada di dekatku memberikan petunjuk apabila ada aba – aba ambil nafas maka aku harus mengambil nafas. Suster tersebut juga berkata,”Jangan didengarkan ya bu suara – suara yang ada disini anggap aja musik” sambil tersenyum padaku. Dan akupun tersenyum balik padanya. Tetapi honestly walaupun dibius sebagian aku tidak merasakan sama sekali ketika proses pembedahan. Aku berusaha serileks mungkin di ruang operasi tersebut dan percaya InsyaAllah semuanya lancar. Ketika proses pembedahan diketahui bahwa anakku terlilit tali pusat dan tali pusatnya sangat pendek. Para dokter dan suster seperti paduan suara yang sangat kompak berkata,”Naahh bayinya terlilit tali pusat”. Tak berapa lama kemudian ada aba – aba untuk tarik napas dan keluarkan napas, kemudian aku mendengar suara tangis bayi. Dan ucapan,”Selamat ibu anaknya laki – laki, lengkap, sehat”. Subhanallah, alhamdulillah bisikku...lalu suster menyodorkan anakku padaku sambil berkata,”Cium bunda” lalu aku menciumnya dan tiba – tiba air mataku mengalir. Campur aduk rasanya ... Sebuah kerinduan kami, dear my son welcome to the world... Lalu setelah itu aku tidak ingat lagi karena tiba – tiba aku ada di ruang pemulihan. Suamiku menggenggam tanganku, dan aku mencoba membuka mataku lalu aku melihat suamiku tersenyum dan aku tersenyum padanya sambil berkata,”Anak kita lucu lho”. Lalu aku berkata,”Aku ngantuk mo tidur dulu ya” kemudian suamiku mengangguk dan akupun terlelap. Aku hanya mendengar sayup – sayup suara yang menanyakan apakah aku bisa menggerakkan kakiku lalu aku menggerakkan kakiku yang masih terasa agak kaku. Dan setelah itu aku tidak ingat lagi.

Aku terbangun ketika sudah ada di ruang kamar inap, dan aku melihat suami beserta mamaku sudah ada di sampingku. Mama memberikan selamat padaku. Kami semua bahagia. Tidak berapa lama seorang suster mengantar anakku ke diriku, bahagia luar biasa ketika melihatnya. Rasa sakit hilang yang ada hanya bahagia ingin segera memeluknya. Lalu suster tersebut menyerahkannya padaku sambil membantu untuk memberikan asi pertama kali. Alhamdulillah aku bisa memberikan asi pertama (kolustrum) pada anakku. Anakku begitu mungil dengan berat badan 2.74 Kg dan panjang 48 cm , anugerah dan amanah yang luar biasa bagi kami. Dengan percaya diri aku memberikan asi, suster tersebut menyemangatiku. Suster berkata bahwa aku pasti bisa memberikan asi bagi anakku, InsyaAllah lancar dan yakin bahwa ibu bisa memberikan asi maka InsyaAllah ibu diberikan kelancaran asi. Aku tersenyum padanya dan lega sekali dengan dukungan tersebut. Begitu menenangkan dan akupun percaya bahwa InsyaAllah bisa memenuhi kebutuhan asi anakku. Suster tersebut berkata bahwa anak bisa dibawa sewaktu – waktu ke kamar untuk pemberian asi, aku sangat lega sekali dengan hal ini. Setiap hari anakku bisa dibawa ke kamar untuk pemberian asi. Anakku juga dikontrol perkembangannya secara intensif, alhamdulillah sehat. Hanya harus dilakukan sinar selama 24 jam karena ada indikasi kuning setelah itu alhamdulillah hasil tes baik semua dan anakku bisa pulang. Senang sekali ...

Pasca operasi dokter melakukan kontrol pemeriksaan padaku dan dia berkata,”Pinggulmu baik – baik saja, InsyaAllah next klo mo punya anak lagi dan memungkinkan untuk melahirkan normal bisa kok” sambil tersenyum padaku. Hahaha dokter ternyata masih ingat tentang pertanyaanku sebelum dilakukan operasi.

Pemberian nama anak kami pun sempat agak lama hahaha... maunya nama yang terbaik. Seperti orang bilang nama itu sama seperti doa. Aku dan suami mencoba browsing nama – nama di internet J, mulai nama arab, Indonesia, Jawa, International hahaha... Setelah mendapat referensi kami malah lumayan bingung karena kombinasi nama apa yang tepat untuk anak kami. Aku dan suami membuat kombinasi nama masing – masing sebelum di diskusikan bersama. Aku selalu mempunyai kombinasi nama 4 kata sedangkan suamiku mempunyai kombinasi nama 3 kata, menurut suamiku apabila 4 kata terlalu banyak. Kalo nama terlalu panjang kasihan pada saat ujian harus mengisi kotak nama terlalu lama dan makan waktu...wakakak, pertimbangan yang lumayan juga. Sedangkan kalo 3 kata maka nama itu terdiri dari first name, middle name & last name. Ehmmm boleh juga pertimbangannya. Akhirnya kami berhasil mendapatkan nama untuk anak kami setelah melakukan kompromi J, nama anak kami adalah MUHAMMAD ILMAN DANENDRA (dengan nick name atau nama panggilan NENDRA). InsyaAllah anak kami senantiasa dirahmati Allah SWT, berilmu / pintar, dimudahkan rezekinya dan bijaksana kira – kira begitu secara garis besar arti nama anak kami.

Kami seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah, senang sekali. Aku bahkan tidak percaya bayi mungil itu pernah berada di perutku. Alhamdulillah kami dipercayakan amanah yang luar biasa ini. Kami berdoa dan berusaha menjadi orang tua yang baik bagi anak kami, Insya Allah kami senantiasa mendapat bimbingan dan kemudahan dari Allah SWT. InsyaAllah aku bisa memberikan asi eksklusif terhadap anakku. Bunda akan berusaha sekuat tenaga anakku J.

Teman – teman ikut berbahagia dengan kehadiran anak kami, banyak yang share tentang pengalaman masing – masing, meminjamkan alat yang dapat menunjang, meminjamkan buku sehingga aku ada referensi. Alhamdulillah anakku, banyak yang sayang dengan kita J.

Dear my son, you’re beautiful gift from Allah SWT. InsyaAllah anak kami menjadi anak yang sholeh, sehat, pintar, berbakti pada orang tua, berguna bagi bangsa & agama, selalu dalam lindungan Allah SWT. Semoga Bapak dan Bunda senantiasa dimudahkan usahanya oleh Allah SWT ... amien. Begitu banyak doa dari orang – orang yang menyayangi kami dan kami sayangi.

Wassalam,

Jumat, 26 November 2010

Song for today - Senyumanmu

Ass.wr.wb, 

Nice to hear this song :-)

Senyumanmu

 

By : Letto

 

indah matamu gerai rambutmu

menunjukan itulah keindahan

dan memberikan bentuk senyuman

sebentuk usapan kepada hati

sinar wajahmu lembut katamu

sepertinya mampu menggubah dunia

yang terasa begitu hampa

semuanya sirna tanpa cinta

kutemukan arti kerinduan

dan ku mengerti yang kucari

 

oh bukanlah cantikmu yang ku cari

bukanlah itu yang aku nanti

tetapi ketulusan hati yang abadi

ku tahu mawar tak seindah dirimu

awan tak seteduh tatapanmu

tetapi kau tahu yang ku tunggu

hanyalah senyumanmu

 

sinar wajahmu lembut katamu

sepertinya mampu menggubah dunia

yang terasa begitu hampa

semuanya sirna tanpa cinta

kutemukan arti kerinduan

dan ku mengerti yang kucari

 

oh bukanlah cantikmu yang ku cari

bukanlah itu yang aku nanti

tetapi ketulusan hati yang abadi

ku tahu mawar tak seindah dirimu

awan tak seteduh tatapanmu

tetapi kau tahu yang ku tunggu

hanyalah senyumanmu


Wassalam

Rabu, 10 November 2010

11 November 2010

Ass.wr.wb

Hari ini tepat 32 tahun yang lalu aku dilahirkan ke dunia. Umurku semakin berkurang di dunia ini tetapi InsyaAllah selalu diberikan sisa umur yang barokah, bisa menjalankan amanah yang telah diberikan dengan baik dan umur yang manfaat ... amien ^-^. 


Setiap tahun merupakan hal yang istimewa dengan berbagai peristiwa dan anugerah yang luar biasa yang telah diberikan oleh Allah SWT. Begitu banyak memiliki sahabat dan keluarga yang penuh kasih sayang, begitu mendukung dan Inspiratif. 


Di tahun ini aku mendapatkan anugerah dan pengalaman yang luar biasa belum pernah terbayangkan sebelumnya. Di tahun awal, aku mendapat kesempatan untuk training di Perancis. Training yang diberikan oleh perusahaan karena ada pengembangan organisasi baru di kantor Surabaya. Tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa aku mendapat kesempatan ini bersama teman-teman yang luar biasa. Teman-teman yang sebelumnya aku hanya "tahu" mereka dan diberikan kesempatan untuk mengenal mereka. Sahabat-sahabat yang baik dan luar biasa. Kami menjadi team kecil saat ini dan InsyaAllah bisa solid bekerjasama. 


Selanjutnya mendapat kesempatan luar biasa untuk bisa menjadi ibu, InsyaAllah bisa melahirkan dengan selamat dan sehat di tahun depan. Kami menunggu hampir 3 tahun untuk mendapatkan keturunan. Ada yang berpikir bahwa ini waktu yang lama untuk mendapat keturunan tetapi bukan apa-apa dibandingkan kesabaran pasangan yang mungkin menanti lebih lama dari kami. Subhanallah, Allah SWT mempercayakan kepadaku janin yang saat ini aku kandung dan berusia 6 bulan. InsyaAllah kami diberikan kesehatan, doa orang-orang di sekitar kami yang tiada henti dan menyemangati kami yang membuat kami selalu semangat ^-^. 


Di saat hamil usia 3 bulan, aku mendapat kesempatan untuk mengikuti workshop di Beijing. Yang sekali lagi aku tidak pernah membayangkan sebelumnya mendapat kesempatan tersebut. Yang sebelumnya tidak pernah bepergian sendiri karena biasanya pergi dengan teman ketika tugas maka ini menjadi pengalaman bepergian di negeri asing sendiri. Sempat was-was karena tidak mengetaui kultur di sana but Alhamdulillah ada teman yang sharing tentang bepergian di sana. Sempat mendapat pemeriksaan yang sangat ketat ketika mau keluar bandara, semua di cek dengan teliti. Mulai dari tas besar sampai laptop bahkan ditanyakan juga mengenai apa yang anda ketahui tentang China...Wow... Alhamdulillah bisa melewati pemeriksaan tersebut walaupun sempat was-was juga. 


Dan ditanggal kelahiranku ini tiada henti keluarga dan sahabat memberikan ucapan dan doa yang luar biasa. Aku begitu beruntung memiliki mereka semua di dunia ini. Kali ini suamiku mendapat tugas ke luar kota dan mengirimkan pesan doa yang baik kepadaku. Aku menuliskan ini untuk mengingat dan berbagi kebahagiaan serta InsyaAllah kebaikan : 

Happy birthday my love...

Semoga Allah memanjangkan umurmu & menjadikannya sebagai berkah bagimu, 

Semoga senantiasa sehat, 

diberikan petunjuk padamu, 

ditetapkan iman & islammu, 

diberi kemudahan atas segala urusan & disempurnakan surga ditelapak kakimu...Amien ya rabbal alamin 

Thank you my lovely husband ^-^...


Begitu banyak doa dan ucapan yang diberikan oleh orang-orang yang menyayangiku ^-^. Terima kasih ya Allah...Alhamdulillah, InsyaAllah kita semua senantiasa diberikan kebaikan dan barokah oleh Allah SWT. Dan semakin ditingkatkan kualitas kita serta selalu menjadi orang-orang yang bersyukur. 

Yang aku ceritakan diatas hanya sebagian anugerah indah Allah SWT karena tidak terhitung kebaikan yang sudah diberikan Allah SWT...

Thank you all and best wishes for all ^-^

 Lebaran tahun 2008, Last lebaran with alm. papa...

 




Lebaran tahun 2010, we miss you papa but we know you always with us ...

Wassalam, 

Sabtu, 08 Mei 2010

Song again...for today

Ass.wr.wb, 

Udah lumayan lama dengerin lagu ini dan tidak pernah bosan ndengerinnya :-) 

I Love The Way You Love Me

By : Eric Martin 


I like the feel of your name on my lips
And I like the sound of your sweet gentle kiss
The way that your fingers run through my hair
And how your sip lingers even when you're not there

And I like the way your eyes dance when you laugh
And how you enjoy your two hour bath
And how you convinced me to dance in the rain
With everyone watching, like we were insane

But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy

Heart and soul, soul completely
I love the way you love me

I like way that you sing sweet and low
When they're playing our song on the radio
And I like the innocent way that you cry
At old time movies you've seen hundreds of time

But I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely

So listen to me and I could list a million things
I'd love to like about you
But they all come down to one reason
I could never live without you

I love the way you love me
Strong and wild, slow and easy
Heart and soul, soul completely
I love the way you love me
I love the way that you love me

Nice....:-)

Wassalam,


Lucky - Nice song ...Let Sing :-)

Ass.wr.wb, 

Pas dengerin lagu ini ternyata enak banget, dengan lyric yang nice dan komposisi musik yang enak -easy listening...lets sing together ...

Lucky 

By Jason Mraz feat. colbie caillat

Do you hear me, 

I'm talking to you, 

Across the water across the deep blue ocean

Under the open sky oh my, baby I'm trying

Boy I hear you in my dreams

I feel your whisper across the sea

I keep you with me in my heart

You make it easier when life gets hard

 

            I’m lucky I’m in love with my best friend

            Lucky to have been where I have been

            Lucky to be coming home again

 

They don’t know  how long it takes

Waiting for a love like this

Every time we say goodbye

I wish we had one more kiss

I’ll wait for you I promise you, I will

 

            I’m lucky I’m in love with my best friend

            Lucky to have been where I have been

            Lucky to be coming home again

            I’m lucky we’re in love in every way

            Lucky to have stayed where we have stayed

            Lucky to be coming home someday

 

And so I’m sailing trough the sea

To an island where we’ll meet

You’ll hear the music fill the air

I’ll put a flower in your hair

Though the breezes trough trees

Move so pretty you’re all I see

As the world keeps spinning round

You hold me right here right now 

 

            I’m lucky I’m in love with my best friend

            Lucky to have been where I have been

            Lucky to be coming home again

            I’m lucky we’re in love in every way

            Lucky to have stayed where we have stayed

            Lucky to be coming home someday


For my best friend that I call my lovely husband :-) 

Wassalam, 

          

Jumat, 22 Januari 2010

Thanks to You (song for today :-))

Ass.wr.wb,

Tadi malam lagi dengerin radio, ternyata ada lagu ini. Nice song :-)

Thanks To You
By : Tyler Collins
From : www.lyricsdownload.com

Thank you for teaching me how to love

Showing me what the world means

What I've been dreamin' of

And now I know, there is nothing that I could not do

Thanks to You

For teaching me how to feel

Showing me my emotions

Letting me know what's real

From what is not

What I've got is more that I'd ever hoped for

And a lot of what I hope for is

Thanks to you

No mountain, no valley

No time, no space

No heartache, no heartbreak

No fall from grace

Can't stop me from believing

That my love will pull me through

Thanks to You

(Adlib)

There's no mountain, no valley

No time, no space

No heartache, no heartbreak

No fall from grace

Can't stop me from believing

That my love will see me through

Thanks to You

Thanks to You

For teaching me how to live

Putting things in perspective

Teaching me how to give

And how to take

No mistake

We were put here together

And if I breakdown

Forgive me but it's true

That I'm aching with the love I feel inside

Thanks to You

Thanks to you

Have a great day and always great moment :-)

Wassalam



Senin, 30 November 2009

Travelling

Ass.wr.wb,
Aku termasuk orang yang jarang bepergian. Rute hidupku adalah Surabaya dan sekitarnya ;-).
Tugas kantor ke luar kota bisa dihitung jari, pengalaman pertama ketika ada tugas untuk mengikuti konvensi QCC (Quality Control Circle) di Panasonic Gobel Jakarta. Trip ke luar kota sendiri tanpa family untuk pertama kalinya dan aku adalah perempuan satu-satunya di rombongan. Seru dijagain ama bodyguard, temen-temen dari produksi.

Tugas ini aku dapatkan ketika aku masih kerja di Panasonic Lighting Indonesia. Berangkat ke Jakarta naik kereta executive, dan sekali lagi ini adalah pengalaman pertamaku ;-p. Seru campur geli karena agak udik juga walaupun sebenarnya aku terlahir sebagai anak kota ;-p. Di dalam kereta executive ini sangat nyaman bagiku, dengan AC yang sejuk, tempat duduk yang nyaman, makanan dan minuman secara perjalanan panjang dari Surabaya ke Jakarta. Aku begitu menikmati pemandangan yang kita lewati dengan senang hati seperti anak kecil :-). Selama perjalanan ada saja tingkah laku teman-teman yang membuat geli terutama dalam penggunaan fasilitas kereta...dan ternyata yang "udik bin ndeso" ndak cuman diriku...Mulai mencari meja untuk makan, mencari kamar mandi, membuka pintu antar gebong dan mencari tempat pembuangan di smooking area ...hahahaha...tapi yang jelas pengalaman ini tidak memalukan karena saling menghibur.
Di rombongan kita hanya ada 1 orang or 2 orang saja yang sudah mengetahui bagaimana menggunakan fasilitas di kereta ini, karena beliau sering bepergian. Alhamdulillah kita masih ada gaetnya, kebayang klo dari team kita ndak ada yang tahu trus kita jadi tontonan seperti lawakan...ehmmm ....ndak papa juga kali ya seperti melakukan hiburan grastis, hitung - hitung ibadah :-) Sesi yang menghibur lagi adalah ketika kami harus makan dengan sendok plastik plus extra "bergoyang" karena laju kereta yang sangat cepat...jadi kita saling menertawakan ketika ada teman yang kesulitan memasukkan makanan ke mulut ;-p....lalu ada yang berceletuk, "harusnya kita ditraining dulu trus kita terbitkan WI (work instruction) sehingga kita bisa melakukan dengan lebih baik"....wakakakakak, merasa sebagai team improvement jadi semuanya mesti terstandardkan ....Karena teman-teman ini dari produksi dan kurang terbiasa duduk lama maka banyak sekali yang kesulitan untuk stay di kursi, yang ada mereka mondar-mondir cari kegiatan trus merokok di tempat yang sudah disediakan, salah seorang teman kami kembali memberikan komentar, "euyyyyy, ini bukan di line (produksi), ayooo coba duduk deh" trus kita ketawa lagi...pokoknya seru, untungnya karena jumlah kita banyak dan kebetulan penumpang tidak terlalu banyak maka kami bisa jadi penguasa gerbong tanpa mengusik penumpang yang lain ;-) Sepanjang perjalanan kami dihibur best song from NKOTB...he...he...
Selama disana aku menginap di penginapan daerah Depok, malam hari pergi ke mall depok dengan menyewa kendaraan umum. Sampai di mall, mallnya udh mo tutup hahahahaha karena kita terjebak macet di jalan. Alhasil kita cuman masuk sebentar melihat aktifitas para penjual yang sedang siap-siap tutup dan kita cuman bisa bengong ketawa sendiri. Nah yang seru ternyata sopir angkutan umum itu dari Jawa Timur dan satu kota dengan salah satu temanku. Yang seru lagi ternyata dia adalah teman dari temanku. Alhamdulillah kita dibantu sama pak sopir tersebut. Untuk masalah uang sewa kita dapat diskon karena dia menganggap kita-kita ini temannya. Begini ya kalo diperantauan, seneng banget klo bisa ketemu teman satu daerah :-) Lebih seru lagi karena kita ndak perlu sewa taxi untuk pergi ke stasiun dalam rangka perjalanan pulang. Kita sewa lagi pak supir tersebut, dan yang pasti dia sangat bantuin kita dengan menunjukkan jalan yang bener dan muter-muter seperti taxi yang kurang bertanggungjawab :-) plus diskon ;-)
Tugas selanjutnya, membawaku ke pengalaman pertama naik pesawat terbang :-). Tugas ke Jakarta bersama Mbak Diyah, beliau ini supervisorku sekaligus teman baikku. Sekarang sich udh kayak kakak sendiri dan dia masih bekerja di tempat yang lama. Tugas ini aku dapatkan dalam rangka study di panasonic gobel karena di panasonic lighting baru launching new section yaitu Cost Control. Lagi-lagi karena pengalaman pertama dan alhamdulillah bersama teman yang udh pengalaman membuatku jadi tenang. Mulai dari pengurusan check in di bandara semua aku ikutin cara mbak Diyah. Kejadian lucu saat itu, ketika aku harus memasang safety belt. Secara, belum pernah akhirnya aku jadi bingung sendiri, dan kebetulan aku duduk bersebelahan dengan salah satu teman dari panasonic yang kebetulan meeting di Jakarta. Dia yang membetulkan safety beltku dan aku cuman bisa senyum nyengir .... alhamdulillah dia ndak ketawain diriku ;-p Selanjutnya pasang safety belt no problemo lagee....hahahaha....:-D
Barusan ini aku mendapat tugas untuk berkunjung ke Lampung, tepatnya di PLTU tarahan untuk melihat wujud boiler yang dibuat oleh perusahaan kami. Kali ini perjalanan menggunakan pesawat dari surabaya transit di jakarta kemudian lampung. Karena udh lama banget naek pesawat jadinya agak-agak lupa juga cara-cara check in...hahahaha....tapi Alhamdulillah aku pergi tidak sendirian melainkan dengan teman-teman dari engineering. Sekali lagi pergi dengan kondisi perempuan sendiri, tapi sekali lagi dengan teman-teman yang baik. Aku ikutin dech cara mereka gimana sambil re-fresh ingatan. Punya pikiran iseng kira-kita bakalan ketemu artis ndak ya, soalnya biasanya klo di Jakarta pasti ketemu selebriti.
Ternyata di bandara Juanda - Surabaya bertemu rombongan Kahitna. Kita satu pesawat menuju Jakarta. Kemudian tim wara-wiri yang lagi sholat di mushola bandara. Ternyata mereka membaur dengan orang - orang dan tidak terusik dengan berisiknya fans. Karena sepanjang yang aku lihat orang-orang hanya memperhatikan dan tidak mengganggu aktifitas mereka...ehmmm merekapun sama dengan kita, hanya saja profesi mereka yang diketahui oleh banyak orang. Oh, iya kali ini aku bisa memasang safety belt dengan sukses :-)
Sampai di Jakarta, bertemu dengan Titik Puspa. Dengan lembut dan ramah beliau berfoto ria dengan beberapa ibu-ibu yang ng-fans dengan beliau. Dan sama sekali tidak terganggu dengan permintaan tersebut. Selanjutnya dengan santai beliau berjalan menuju tempat yang dituju. Sambil menunggu pesawat selanjutnya ke Lampung, aku coba melihat-lihat sekeliling. Banyak tempat luxurious, seperti longue kemudian cafe. Yang tentu saja isinya pun ehmmm standard executive. Hal ini membuatku semakin tidak percaya diri untuk mencoba masuk ke tempat tersebut. Kemudian aku sms suamiku utk bertanya tempat yang lebih membumi di bandara ini disebelah mana ?, dan dia menjawab dengan tertawa...hahahaha...tidak ada, klo yang punya platinum card masuk aja ke longue...alaaaa boro-boro, temen-temen juga serem mo masuk ke tempat yang ada disitu.
Selanjutnya penerbangan ke Lampung. Sempat delay karena masalah teknis. Dan aku ternyata mendapat kelas executive, hehehehe....gaya banget khan. Sebenarnya ini kebetulan karena beli ticket yang agak mendadak maka apapun yang tersedia dibeli oleh kantor. Udh dech bergaya di kelas executive sedangkan teman-teman berada di kelas ekonomi. Perjalanan Jakarta - Lampung sangat dekat sehingga dicapai hanya sekitar 30 menit saja. Ketika kita dibagikan kue dan minuman, selagi aku sedang menikmati kue dan minumanku tak berapa lama kemudian terdengar suara bahwa kami akan segera mendarat dan penumpang harap menutup tray ke tempat semula...ye empyunnnn minumku aja belum sempat kuminum....ha hahahaha...dengan sukarela segera aku selesaikan aktifitas tersebut.
Alhamdulillah sampai di Lampung dengan selamat dan teman-teman sukses meledeki diriku karena aku mendapat kelas executive .... huahahahaha....kami langsung bertemu dengan driver yang menjemput kami. Dan yang membuat kami notice adalah pengguna lalu lintas disitu kurang baik. Sepanjang jalan kami harus was-was dengan cara driver tersebut membawa mobil dan pengguna jalan yang lain ;-p...Alhamdulillah sampai di hotel, nice hotel with nice facility..bersih and chic. Nampak beberapa tamu ada di loby. Setelah check in dan sholat selanjutnya kami cari makan malam. Ehmmm browsing di kota Lampung yang cukup ramai...beberapa tempat mengingatkanku akan sidoarjo dan sudut jembatan merah - surabaya. Dan iya, tujuan kita adalah mall...tempat termudah mencari makanan yang common, kami berjalan dari hotel menuju matahari. Matahari ada dimana-mana....seperti matahari di langit :-p...Setelah itu kami kembali lagi dengan berjalan kaki lagi menikmati kota dan beristirahat di hotel.
Keesokan pagi kami pergi tugas untuk berkunjung di plant (PLTU - Tarahan) tentu saja untuk melihat boiler. Sampai di PLTU, takjub dengan kebersihannya....bersih sekali, dekat laut dan berbukit. Kita bisa lihat view bukit-bukit hijau yang bagus. Malam hari kami makan malam diantar driver (malam terakhir di Lampung karena besok pagi kami kembali ke Surabaya). Kami makan malam di tempat yang lumayan tinggi (klo di jawa timur seperti malang) jadi kami bisa lihat view kota di malam hari. Kami menghabisakan 3 hari 2 malam di Lampung. Tiba pagi, berangkat menuju airport untuk kembali ke Surabaya. Pengalaman lagi karena perjalanan Jakarta - Surabaya aku harus berpisah dengan teman-teman dan tidak satu pesawat. Schedule pesawat untukku 1 jam lebih lama dibanding teman-teman. Sekali lagi teman-teman tertawa melihat diriku, bayangin aja di tempat seluas itu mesti nuggu sendirian, walaupun sebenarnya tidak sendirian juga soalnya bandara tetep rame....he...he...Akhirnya aku berani masuk ke toko buku yang menjual bernagai macam buku dan majalah baik import maupun lokal. Dan aku hanya membeli majalah yang aku persiapkan untuk menemaniku selama menunggu schedule jam pesawat. Tiba waktu check in...bismillah...maklum ndak ada barengan teman :-p hehehe...tapi mesti bisa niyyy ...alhamdulillah sukses, dan satu pesawat dengan artis Fery Salim bersama istrinya ...hahaha..ketemu artis lagee.. :-p
Alhamdulillah sampai dengan selamat di Juanda - Surabaya dan pulang kembali ke rumah di Sidoarjo :-) Begitulah sedikit cerita mengenai pengalamanku bepergian...dimana memang aku jarang bepergian sejak kecil ... jadi selalu ada aja pengalaman yang bikin seru...walaupun kadang-kadang katrok....hahahaha :-D
Wassalam,

Selasa, 17 November 2009

Harmoni

Ass.wr.wb,

Tadi sempet dengerin lagu ini di radio ... nice song :-)


Harmoni (By : Padi)


Aku mengenal dikau


Tak cukup lama separuh usia ku


Namun begitu banyak..pelajaran


Yang aku terima


Reff:


Kau membuatku mengerti hidup ini


Kita terlahir bagai selembar kertas putih


Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai


Dan terwujud Harmony


Segala kebaikan..


Takkan terhapus oleh kepahitan


Kulapangkan resah jiwa..


Karna kupercaya..


Kan berujung indah


Kau membuatku mengerti hidup ini


Kita terlahir bagai selembar kertas putih


Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai


Dan terwujud harmoni


Harmoni...


Harmoni...


Kau membuatku mengerti hidup ini


Kita terlahir bagai selembar kertas putih


Tinggal kulukis dengan tinta pesan damai


Dan terwujud harmoni


Wassalam,

Kamis, 17 September 2009

I Love You Part 2

Ass.wr.wb,

21 Aug 09 kemarin papa berpulang ke rumah Allah SWT (tepat sehari sebelum puasa Ramadhan) setelah kurang lebih 3 bulan berjuang dengan sakit strokenya. Papa meninggal dalam usia 66 tahun. Papa dilepas oleh keluarga dan teman-teman. Pada saat itu aku baru tersadar betapa banyak orang-orang yang sayang dengan papa dan kami. Alhamdulillah ini tidak terlepas dari pribadi papa.

Saat ini aku hanya bisa mengingat betapa papa adalah pribadi yang baik (bukan karena aku darah dagingnya) tetapi aku mendengar sendiri cerita dari teman-teman beliau. Bahkan banyak diantara teman-teman papa yang melepas papa dengan air mata sambil mengenang masa lalu beliau.

Beliau meninggal dengan tenang di rumah. Alhamdulillah beliau meninggalkan kebaikan terutama bagi keluarganya. Papa meninggalkan hal-hal yang luar biasa, yang bisa jadi hal ini belum atau tidak kami sadari sebelumnya. Bantuan baik moril maupun materiil mengalir deras bagi keluarga kami. Papa seperti telah mempersiapkan semuanya untuk kami yang ditinggalkan di dunia ini.

Pesan papa yang terakhir hanya 2 yaitu papa ingin taman belakang dimana tanaman hasil berkebun papa untuk segera diwujudkan (ini berhubungan dengan hobby papa yang suka berkebun). Karena sebelum papa meninggal, mama mempersiapkan kebun belakang sebagai taman untuk papa menghabiskan waktu santai. Hanya saja papa belum menikmati kebun ini tetapi InsyaAllah papa bisa menghabiskan waktu di taman surga yang luar biasa. Yang kedua, kasih sayang papa yang luar biasa terhadap mama rupanya membuat papa ingin kami anak-anak papa menjaga mama dengan baik. Papa juga berpesan agar mama menjaga kesehatan. Di akhir hayatnya beliau sangat memperhatikan belahan jiwanya. Sebuah pesan yang sangat sederhana tapi bagi kami sangat berarti.

Lebaran tahun ini kami tidak bisa mendengar tawa beliau yang khas dengan canda tawa yang khas ketika keluarga berkumpul...tapi kami yakin beliau selalu ada bersama kami :-)

Papa sudah tenang disana, InsyaAllah mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT. Tidak terbalaskan semua yang telah diperbuat papa, tetapi kami semua mendpat yang terbaik dari papa.

Selamat jalan papa, kami yakin yang terbaik akan papa dapatkan. InsyaAllah segala amal beliau diterima Allah SWT...amien...

Ya Allah, jagalah papa kami disana ...

Wassalam,