Selasa, 18 Desember 2007

Farewell

Ass.wr.wb,

Farewell party...ketika mendengar kata ini pasti berhubungan dengan sebuah perpisahan, entah itu sebuah perpisahan dengan ocassion tertentu or rekan kita. Beberapa kali aku mengikuti farewell rekan kerja dan kesannya sedih karena harus jauh dari rekan kita tersebut, yang sebelumnya begitu dekat bahkan satu team sekarang mesti terpisah tempat walaupun kita masih bisa berkomunikasi menggunakan alat bantu.
Ada pengalaman ketika farewell dengan direktur produksi di perusahaan yang lama di mana aku bekerja, beliau dari Jepang.


Sehari-harinya aku tidak mengenal beliau dengan dekat bahkan bisa dikatakan tidak pernah berkomunikasi secara langsung dengan beliau. Komunikasi kita hanya saling mengucapkan selamat pagi ketika beliau datang karena kebetulan kantor kita yang satu area.
Karena sudah memasuki umur pensiun maka beliau memutuskan untuk kembali ke Jepang, tibalah waktu farewell dengan rekan-rekan. Kebiasaan di perusahaan itu, ketika farewell kita dikumpulkan di depan kantor administrasi di mana kantor itu dekat pintu keluar lalu mendengarkan kesan dan pesan seperti biasanya. Karena tidak terlalu dekat aku menganggap bahwa apa yang aku rasakan pasti biasa-biasa saja karena aku tidak terlalu mengenal beliau. Tapi apa yang terjadi di luar dugaanku, ketika tiba beliau mengucapkan kata-kata perpisahan dan kesan selama bekerja dan tinggal di Indonesia membuat air mata ini tidak bisa berhenti seperti aku begitu dekat dan mengenal beliau dengan baik.
Bahkan beliau mengucapkan kata-kata dengan terbata-bata. Beliau mengucapkan meminta maaf atas semua sikap dan kekurangan beliau selama beliau melaksanakan tugas dan sebagai pribadi. Beliau mengucapkan ini dengan membungkuk di hadapan kita (adat jepang ketika dia menghormati orang yang dihadapi). Seketika teman-teman terpaku dan beberapa orang yang sangat dekat dengan beliau menitikkan air mata. Kata-kata beliau begitu mengharukan, beliau lebih banyak mengungkapkan tentang betapa besar jasa dan kerjasama teman-teman selama ini.

Ada juga pengalaman farewell dengan salah satu teman SD, waktu itu kita duduk di kelas 5 SD. Temanku itu harus pindah sekolah karena bapaknya berpindah tugas ke Kalimantan. Temanku ini terkenal sangat bandel, orangnya jahil. Pokoknya super bandel, ada aja tingkahnya yang bikin teman-teman sebel dengannya. Tetapi ketika dia mengucapkan perpisahan tiba-tiba suasana menjadi hening. Ketika dia bersalaman dengan teman-teman sambil mengucapkan "maafkan aku selama ini ya", aku melihat ketulusan dan tidak ada kebandelan di dirinya. Teman-teman tidak bisa berkata-kata selain mengangguk dan menitikkan air mata. Aku juga melihat dia menitikkan air mata...Dari seorang yang selama ini kita anggap menyebalkan, hai kitapun merasa kehilangan sosok itu...:-)

Akupun pernah merasakan perpisahan diriku dengan rekan-rekan kerja di tempat yang lama. Hari itu hari terakhir aku bekerja di tempat tersebut, aku berusaha menata diri dan menguatkan diri agar tidak menangis ketika menemui teman-teman satu persatu untuk pamit dan mohon maaf. Satu persatu aku temui , aku minta kritikan terhadap diriku sambil meminta maaf. Tiba aku datangi salah seorang teman, dia pernah menjadi teamku dan sudah seperti adek sendiri. Ketika aku mendatanginya, dia berkata "Ehmm udah waktunya ama aku ya, good luck mbak" aku cuman tersenyum sambil memandang dia. Lalu dia balik tersenyum dan aku melihat matanya berkaca-kaca, aku tidak menyangka karena dia seorang pria. Aku mencoba untuk menenagkan dia lalu aku berkata,"Thank you for everthing, I'm learn so many things from You and thank you so much for your support". Kemudian dia memberiku sebuah surat, disitu dia menulis banyak hal dan beberapa pesan yang cukup membangun dan ada sebuah lagu dari Utada Hikaru, judulnya First Love versi Japan and versi Indonesia. Dia tahu aku suka banget dengan lagu ini. Tiba say good bye dengan teamku di Finance, Accounting & Cost Control. Pada hai itu tidak banyak yang aku ucapkan, karena tenggorokan rasanya tercekat. Supervisorku yang juga sahabat baik dan seorang kakak buat aku, sebelumnya aku tidak pernah melihatnya menangis karena dia pernah mengatakan padaku dia bukan orang yang mudah menangis, tapi hari itu aku melihatnya menitikkan air mata. Bukan hanya sebuah kesedihan tapi juga sebuah dukungan untukku...

Haru biru perpisahan itu selalu aku rasakan ketika aku mendatangi farewell atau perpisahan dengan rekan-rekan. Terasa sedih ketika kita harus kehilangan seseorang, tetapi di satu sisi bahagia apabila orang tersebut meraih cita-cita dan masa depan yang lebih baik. Terlepas dari air mata dan kesedihan, yang ada adalah kenangan yang baik dan begitu berharganya semua moment yang pernah dialami...

Semoga tidak pernah terlambat untuk menghargai, memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar kita dan tidak hanya merasakan kehilangan ketika sudah jauh ...

Wassalam,

Senin, 10 Desember 2007

Outbond - Moving Faster Getting Stronger

Ass.wr.wb,




Hari ini ada pengumuman dari HRD bahwa akan diadakan kegiatan outbond untuk level supervisor ke atas. Kegiatan ini dilaksanakan setelah teman-teman yang dipromosikan presentasi dan dinyatakan layak untuk menduduki level yang baru.


Dalam hati sangat ingin mengikuti kegiatan ini karena sejak kuliah aku sangat senang dengan kegiatan-kegiatan semacam ini. Dan benar saja di departemenku yang ditunjuk adalah section chiefku (Mbak Diyah) dan Pak Udin. Aku buang jauh-jauh keinginan untuk ikut outbond kali ini.



Tiba-tiba mbak Diyah berkata padaku, "Gimana klo kamu yang gantiin aku untuk ikutan outbond ?" sambil senyum padaku. Hatiku langsung senaaangggg banget, tapi tiba-tiba teringat bagaimana kalau kegiatan itu tidak dapat digantikan oleh orang lain. Lalu aku berkata, "Mbak Diy, kenapa ndak ikutan, sepengetahuanku kegiatan ini bagus lho ndak cuman fisik aja tapi kerja team, leadership, mental". Kemudian mbak Diy berkata,"Kamu kan tahu fisikku ndak memungkinkan untuk mengikuti aktifitas seperti ini, yang ada bisa ndak maksimal dong, mendingan kamu aja". "Tapi gimana mbak Diy, kalo ternyata tidak bisa digantikan ?" tanyaku. "Tenang aja aku yang bilang ama mami (sebutan untuk manager kita) dan HRD, soalnya sayang dong jatahnya"



Aku cukup lega mendengar support mbak Diy, tapi juga ndak berani berharap karena takut ndak jadi kenyataan. Alhamdulillah teman-teman juga support diriku.



Ketika meeting pagi, kami membicarakan tentang acara ini dan manager kita juga mengumumkan siapa yang berangkat dari departemen kita. Lalu Mbak Diy bilang kalo dia ndak bisa join dan menunjuk diriku sebagai penggantinya. Dan Alhamdulillah lagi akhirnya aku yang menggantikan Mbak Diy.



Kasus serupa tidak hanya terjadi di departmen kita saja melainkan di departmen yang lain juga sama.



Tiba hari berangkat, membawa perbekalan yang sebelumnya sudah diinformasikan dan bersiap berangkat. Kami berangkat pagi-pagi, dengan menggunakan 1 bis besar. Teman-teman cukup semangat dan antusias mengikuti kegiatan ini. Dari sekitar 30 orang hanya 4 perempuan yaotu diriku, mbak Ratih, mbak Ratna dan Mbak Dyah. Serasa di sarang penyamun...ha...ha...karena yang lain pria.



Selama perjalanan ada saja ulah teman-teman yang jahil, padahal rata-rata mereka ini bapak-bapak lho.



Tiba di lokasi kita disambut oleh organisasi penyelenggara yaitu Yanroo, kita diminta turun dari kendaraan lalu berbaris sedangkan pihak Yanroo memberikan informasi awal tentang kegiatan ini.



Selanjutnya kita diminta meninggalkan barang bawaan kita, nah mulai panik nich soalnya kita udah mempersiapkan barang-barang sesuai estimasi pelaksanaan. Mereka menginstruksikan hanya membawa barang yang penting saja dan tidak semua barang dibawa. Selanjutnya dipindahkan ke tas yang sudah dipersiapkan oleh mereka. Tas itu sudah dilengkapi dengan sebuah matras.



Teman-teman mulai ada yang terlihat tegang ketika dibawa ke suatu tempat dimana lokasi outbond ini dilaksanakan. Sayup-sayup terdengar suara musik yang menyambut kehadiran kita dan team yanroo sudah berbaris seperti penerima tamu menyambut kita. Waktu itu musik yang menyambut kita adalah Jenifer Lopez dengan Let's Get Loud dengan musik yang ng-bit plus semangat...:-)



Selanjutnya musik-musik yang mengiringi masih musik ng-bit dan disambut juga dengan welcome drink plus snack yang yummy.



Cair sudah suasana dan hati yang bertanya-tanya, karena teman-teman sudah mulai bisa bercanda-canda lagi.



Selanjutnya mulai masuk acara nich, kita dikumpulkan di tanah lapang dan diminta duduk membentuk lingkaran besar. Mulai dilakukan perkenalan dari Yanroo, pemimpinnya adalah Bp. Yani (Alm-semoga amal ibadah beliau diterima disisi Allah SWT), bp. Rofik, Hendrik, Agus, Alenk, dsb dan ada 2 psikolog cewek-cewek cantik.



Selanjutnya kita diminta untuk mengisi lembaran yang dibagikan dimana kita diminta menjawab beberapa pertanyaan tentang eksplorasi diri kita. Jadi dari sini para pemberi materi bisa tahu karakter dari peserta outbond.



Pada saat kami mengisi lembar isian tersebut kami hanya dipersilahkan duduk di alam terbuka, ketika aku melihat tanah yang lumayan lembab aku memutuskan untuk tidak duduk tetapi cukup lelah juga kalo harus jongkok dalam waktu yang agak lama. Para trainer cuman bilang "Silahkan duduk di tempat yang sangat luas dan telah disediakan untuk anda" artinya kita diminta duduk ya dimana lagi kalo ndak di tanah.



Ketika duduk mulai terasa lembab tapi apa boleh buat, emang adanya cuman itu. Lalu kita mulai diskusi ringan dan kesan pertama dari Bp. Yani adalah kita kelihatan tegang dan kurang rileks, beliau meyakinkan bahwa kita ndak bakalan disakiti tapi InsyaAllah mendapat manfaat dari kegiatan tersebut. Mulai deh suasananya cair terlebih lagi para instrukturnya sangat profesional. Mereka juga dulunya melatih team penolong untuk bencana di asia...wow benar-benar profesional.



Selanjutnya mulai dilakukan permainan yang pertama, kita diminta mencari bendera kuning yang sudah dipersiapkan oleh instruktur tetapi tidak semudah itu karena dengan area yang sangat luas tentu letaknya bisa dimana saja dan tersembunyi. Selain itu waktu kita dibatasi untuk mencari bendera tersebut. Dari sekian banyak peserta hanya sekitar 5 orang saja yang bisa mencari dengan cepat sebelum waktu habis. Dan mereka mendapat kaos untuk pertama kalinya, sedangkan yang tidak berhasil mendapat hukuman. Dan diriku termasuk kedalam golongan yang dihukum hiks..hiks..tapi ndak terlalu sedih juga karena yang dihukum lumayan banyak...ha...ha...



Hukumannya kami harus membentuk ikatan tak terputus dan sepanjang mungkin dari badan kita dan tanpa alat bantu, teman-teman semangat neh memanjangkan diri agar kita bisa membentuk rangkaian yang sangat panjang. Jadi kita tiarap semua dan mengkaitkan tangan kita dengan kaki teman kita dan sebaliknya hingga menyerupai tali yang panjang. Yang namanya tanah basah udah ndak berasa lagi yang penting bisa buat rangkaian yang panjang. Teman-teman sangat antusias dengan hal ini dan saling mendukung, selanjutnya rangkaian kita diukur oleh teman-teman yang telah berhasil mendapat kaos pertama. Istilahnya kita jadi musuh nich sama temen-temen yang telah berhasil duluan, ternyata rangkaian kita ndak cukup panjang sehingga kita diberikan kesempatan untuk memperbaiki rangkaian tak terputus dengan menggunakan alat bantu yang ada di tubuh kita. Mulai deh yang namanya jaket, ikat pinggang pada di lepas untuk menambah ukuran panjang rangkaian yang kita buat...



Dan benar saja kita berhasil memenuhi standar panjang yang ditentukan...ehmmm kerja team yang pertama. Kemudian dibagi menjadi 2 kelompok dan aku jadi satu dengan mbak Ratna. Wah kelompokku orangnya seru2 belum lagi pak Wilda yang ditunjuk sebagai ketua kelompok, orangnya ngocol banget dan idenya ada aja. Kelompokku orangnya kompak-kompak begitu pula kelompok yang satunya.





Mulai deh permainan dan games yang dilakukan di kelompok alias team. Semua permainan sangat berkesan tapi ada beberapa yang tak terlupakan. Diantaranya spider web, dimana kita semua (1 team) diminta berpindah tempat dari satu sisi ke sisi yang lain tetapi untuk berpindah itu masing-masing orang harus melewati jaring dimana lubang jaring itu mempunyai ukuran yang berbeda-beda, ada yang kecil dan ada yang besar plus kita tidak boleh menyentuh tali2 yang membtentuk lubang jaring. Lubang jaring yang sudah dilewati untuk melintas tidak diperbolehkan dipergunakan lagi...semula ketika kita melihat bentuk jaring itu kita sudah yang berpikiran sepertinya ndak mungkin, bayangin aja ukuran tubuh kita khan macam-macam neh ada yang besar dan ada yang kecil. Disini kita dapat pelajaran tentang kerja team dan kepercayaan. Karena kita tidak bisa melintasi jaring sendirian maka teman kita harus mengangkat tubuh kita dan melintaskan tubuh kita untuk melewati lubang jaring tersebut. Believe or not, ketika tubuh kita diangkat oleh teman kita dan kita harus melewati lubang jaring perasaan udah seperti permen nano-nano rasanya. Karena takut gagal, takut jatuh padahal apabila kita percaya dengan teman kita yang melaksanakan tugas tersebut tentu perasaan khawatir tidak akan muncul. Dan itu terjadi padaku, waktu itu teman-teman sudah berhasil melewatkan beberapa orang melewati jaring dengan sukses, tiba waktunya diriku untuk diangkat. Semula aku yakin bisa melakukan, ketika teman-teman mengangkat tubuhku untuk melewati jaring, entah kenapa muncul di kepala untuk melindungi bagian tubuhku agar tidak menyentuh tali.Maksud hati ingin berhasil malah tanganku dengan sukses menyentuh tali, alhasil temen-temen yang sudah melintas harus kembali lagi dan mengulang dari awal. Aku sangat menyesal dengan kejadian itu, karena gara-gara aku mereka semua harus kena akibatnya..Bayangin harus mengangkat tubuh temen2 lagi, wee ... Rupanya aku harus lebih percaya lagi dengan teamku karena mereka sudah memastikan bahwa aku bisa melewati jaring itu, sedangkan tugasku hanya diam dan mengikuti instruksi teman-teman. Dan betul saja ketika aku "percaya" dengan teamku, aku berhasil melewati tali jaring itu dengan sukses. Believe or not ada yang menyelesaikan permainan ini sampai berjam-jam dan alhamdulillah karena teman-teman kompak dan usahanya luar biasa (udh kayak iklan) kita berhasil menyelesaikan dalam waktu 15-20 menit. Kemudian yang berkesan lagi ketika tantangan fisik persis acara fear factor neh. Kita diminta melewati tali, jembatan yang tergantung di pohon dengan ketinggian 50 m dari atas tanah...wow, diriku yang punya takut ketinggian lumayan dag dig dug tapi hati kecil pingin banget bisa melaksanakan tantangan itu. Kita diminta jalan di sebuah tali tambang, kemudian diminta untuk merayap di atas tali, ada juga yang melewati jembatan dari papan-papan kecil yang digantung dan terakhir terjun kebawah melalui tali yang sudah dipersiapkan...Great experience for me. Teman-teman semua terkesan dengan session ini. Bahkan seorang bapak-bapak salah satu teamku sangat takut ketika harus menyelesaikan training "fear factor" ini tapi alhamdulillah dapat menyelesaikan dengan baik.
Session perenungan like usually semua terharu, kita membawa lilin dan diminta memdamkan api di lilin dengan tangan kita. Pada saat itu yang aku rasakan adalah ketakutan dan kekhawatiran yang luar biasa karena yang pasti api harus kita pegang. Mulai takut sakit sampai takut kebakar nich tangan. Disitu filosofinya bahwa untuk membuang kebiasaan buruk itu sangat sulit, penuh ketakutan, penuh kekhawatiran dan yang jelas mengalahkan semua pikiran yang negatif. Setelah semua keberanian dikumpulkan tangan ini akhirnya berhasil memadamkan api tersebut dan hai ini tidak sakit. Justru timbul keberanian di diri :-)
Selanjutnya kita dibawa ke alam terbuka dan dipisahkan masing-masing orang dan kita diminta mendirikan sebuah tenda sendirian plus perangkat keamanan untuk kita. Para trainer pesan bahwa kepala harus terlindungi karena tidak baik terkena embun langsung. Dan aku mendapat tempat yang sama sekali tidak strategis. Hanya ada satu pohon dan disekitarku rumput-rumput. Kalaupun ada pohon jaraknya sangat jauh...Tiba-tiba aku teringat teman-teman satu team, seandainya mereka ada disini tentu kita bisa menyelesaikan membangun tenda dengan kondisi yang hampir tidak masuk akal untuk mendirikan sebuah tenda. Tapi aku harus bisa survive dan bisa menyelesaikan baik itu dalam team maupun individu. Aku berusaha keras untuk berpikir bahwa kondisi yang ada ini masuk akal dan bisa didirikan tenda untuk aku berlindung.
Alhamdulillah aku bisa membangun sebuah tenda hanya aku kaitkan dengan satu pohon dan pasak yang lain aku pasang di rumput. Sebelumnya aku tidak membayangkan bahwa rumputpun bisa menjadi pasak, karena aku sama sekali tidak menemukan pasak di tempat tersebut. Dan yach sebuah tenda yang sangat aneh dan tidak simetris berdiri juga di situ...ha..ha..hasil karyaku...ha...ha...
Begitu banyak pelajaran yang aku dapat mulai dari mental, spiritual and fisik :-)

So many great experience I got from Outbond...and yanroo is best organizer...

Wassalam,








Selasa, 27 November 2007

Grateful

Ass.wr.wb,

Aku melihat jam sudah mendekati waktu makan siang. Segera aku menghubungi temanku untuk janjian makan siang bersama, karena dia sedang puasa maka aku mencoba menghubungi teman yang lain. Temanku ini bekerja sebagai resepsionis. Sebelumnya aku tidak pernah mendengar banyak cerita tentangnya, tetapi hari itu aku mendengar kisah hidupnya yang menurutku bisa menjadi sebuah pelajaran. Temanku ini seorang yang periang, dia sangat lincah, hampir tidak pernah terlihat sedih ataupun susah, dan sangat aktif.


Dia mulai menceritakan tentang perjalanan hidupnya dan masa kecilnya. Temanku ini berasal dari keluarga yang sederhana, bapaknya bekerja sebagai pegawai negeri. Bapak temanku ini meninggal dunia ketika temanku duduk di kelas 2 SD sedangkan adiknya yang paling bungsu masih ada dalam kandungan ibunya. Bapaknya meninggal karena kecelakaan, dan tidak meninggalkan harta ataupun pensiun. Sang ibu yang sangat tabah dan kuat berjuang sekuat tenaga demi kelima putra-putrinya. Mulai perjualan kue keliling sampai akhirnya memiliki warung di sekolah di mana temanku ini bersekolah. Setiap harinya temanku dan kakaknya harus membawa singkong dari pasar ke rumahnya dengan berjalan kaki bersama kakaknya. Jaraknya cukup jauh sekitar 4 atau 5 km, dengan membawa singkong yang beratnya lebih dari 1 kg untuk dibuat kue dan makanan yang lain. Setiap kali capek temanku ini berhenti untuk beristirahat dan kemudian dilanjutkan lagi perjalanannya.
Temanku berkata,”Kalau hidup susah aku sudah biasa karena sejak kecil memang kondisinya sudah penuh perjuangan” kemudian dia tersenyum. Dan melanjutkan ceritanya. Ibu temanku sangat keras mendidik anaknya, setiap hari mereka harus membantu ibunya untuk mempersiapkan dagangan karena warung mereka buka mulai pagi hari. Masing-masing anak mengerjakan tugas masing-masing. Ada yang mengupas, memarut kelapa, memeras santan, dsb. Setiap anak harus melaksanakan tugasnya, kalau tidak maka tidak akan dapat uang saku. Dengan seperti ini mereka menjadi dekat dan saling bantu membantu karena memang harus berjuang untuk bisa makan setiap hari dan bersekolah.
Temanku ini sangat senang dengan pelajaran bahasa Inggris, nilainya bagus. Suatu ketika gurunya ingin sekali menyekolahkan temanku ke jenjang yang lebih tinggi setelah lulus SMA hanya saja temanku ini harus tinggal jauh dari ibu dan adik-adiknya karena berbeda kota. Temanku sangat ingin melanjutkan sekolah, tapi kondisi tidak memungkinkan. Ibu temanku berkata, “Kalau kamu melanjutkan sekolah lalu siapa yang membantu ibu” karena ibunya berharap setelah menyelesaikan SMAnya temanku ini dapat mencari pekerjaan dan membantu ibunya untuk membiayai adik-adiknya. Dengan kondisi seperti ini akhirnya temanku membuang jauh keinginannya untuk melanjutkan sekolah dan mulai mencari pekerjaan. Dan Alhamdulillah mendapat pekerjaan dan dapat meringankan beban ibunya.
Tibalah bertemu jodoh, temanku menikah dengan seorang guru SD negeri dan dikaruniai 2 putra yang lucu-lucu. Suami temanku ini guru honorer pada saat menikah, dengan penghasilan yang sangat kecil. Tiba juga saatnya suami temanku menjadi guru tetap dengan penghasilan yang lumayan lebih baik dari sebelumnya. Temanku tetap membantu suami untuk bekerja membantu perekonomian keluarga, tidak hanya keluarga mereka tetapi keluarga besar. Waktu berjalan dan Alhamdulillah mereka memiliki rumah sendiri, dengan mencari kredit di bank mereka kumpulkan sedikit demi sedikit bahan material untuk membangun rumah mereka. Temanku dan suaminya saling membantu dalam hal keuangan. Temanku berkata,”Suamiku sering berkata, aku ingin sekali menyenangkan kamu tanpa harus kamu bekerja, punya penghasilan besar dan memperbaiki kehidupan kita” lalu aku melihat mata temanku berkaca-kaca. Temanku berkata pada suaminya,”Sabar pak, mungkin rezekinya memang harus lewat kita berdua saat ini, tidak hanya bapak”. Dengan optimis dia berkata pada suaminya,”Nanti InsyaAllah anak-anak kita yang menyenangkan kita dan semoga besoknya lebih baik, bapak mesti bersyukur.” Kemudian dia berkata,”Harus semangat dan berjuang pak, tidak bisa tiba-tiba berhasil, yang penting berusaha sekuat tenaga dan berdoa.”
Dia begitu optimis memandang masa depan, walaupun jalannya berliku, walaupun keinginan masih jauh melayang di angkasa tetap bersyukur dan bersemangat untuk menjalani hidup. Tetap berusaha, berdoa dan saling mendukung.


Good luck my friend, best wishes for you...and I learn something from you...

Wassalam,

Rabu, 14 November 2007

Beginning - Preparation

Ass.wr.wb,


Menyambung tulisan tentang persiapan menikah yach...


After prewedding, kemudian mulai preparation untuk invitation alias undangan.

Pertama kita buat list undangan yang mau kita undang, mulai dari saudara, teman-teman ortu, teman-teman kita. Setelah dapat listnya kita hunting detail alamat, kemudian mulai deh penghitungan jumlah tamu yang akan di undang.

Setelah dapat nama-nama, kemudian lanjut design undangan. Kebetulan undangan di design oleh temen kita sendiri, adek kelas kita dari Statistik - ITS...Hamied Arief. Wah designnya bagus lho, buat yang mo pesen design plus bikin bisa contact dia di hamid.arif@infomedia.web.id (it's ok ya mid di publish, because your design is great). Waktu itu aku bilang konsepnya kayak gimana mulai deh diutak-atik ama si Hamid.

Neh design undangan yang kita pake ...





Untuk halaman depan walaupun hasil akhir kita ndak jadi memajang foto kita sebanyak itu...he..he..maruk banget, tapi cuman satu foto aja yang dipakai.


Sedangkan halaman bagian dalam sebagai berikut :


Hamid buat designnya as request kita :-) ...thanks a lot ya Mid :-D

Continue with souvenir...:-)

Wassalam,





Senin, 12 November 2007

Hidup Bersama ...Dalam Susah .... (Nice Story)

Cerita ini saya ambil dari email kiriman teman saya Yani (chayank_mona@yahoo.com) melalui milis statistik ITS parameter@yahoogroups.com ....nice story

Hidup Bersama... Dalam Susah......

Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Jati Bening. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar60-an.


Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjualmakanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak merekayang paling sepi.

Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewatigerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa.Cukup sederhana. Jualannya pun standar.

Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobakmereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luargerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sangsuami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya)dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan ditempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinyamenyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuningitu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus,dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan padasang pelanggan.

Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam.Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurutpunggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengansigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya.

Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangatstandar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membelinasi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebihkarena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir.

Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan,mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yangtidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakansuaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkanmemberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan.

Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun.

Hingga hari ini, sudah 10 tahun saya lewati tempat itu, mereka masihtetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikapsama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkandi saat susah.

Jika Anda berkunjung ke Bekasi, Anda bisa mampir ke jalan raya komplekJati Bening Indah. Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana.Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejakpukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena sayapernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada). Jujur, nasikuning mereka sangat standar & tidak selengkap gerobak nasi kuninglain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makananyang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitutulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, merekatetap saling menguatkan.

Sebuah kisah cinta yang luar biasa. Mungkinkah kita bisa seperti mereka?

Semoga Tuhan melimpahkan rahmat buat kita semua. Amien.

(author : unknown)

Minggu, 11 November 2007

Birthday

Ass.wr.wb,

Birthday ...let's talk about this...
Umur saya baru aja bertambah 1 tahun tepatnya 11 Nov, sekarang jadi 29 tahun...
Close to 30 tahun ;-)....



Setiap tahunnya alhamdulillah saya mendapat "sesuatu" (bukan hanya sebuah gift yach, tapi lebih ke pembelajaran)...
Hadiah yang luar biasa diberikan oleh Allah SWT yaitu lovely husband...menjalani kehidpan berumah tangga. InsyaAllah sakinah, dikaruniai putra-putri yang sholeh dan shalihah, diberikan kebahagiaan dunia & akhirat...amien...
Pas tanggal 11 Nov kemarin banyak doa dan wish dari sahabat, keluarga dan suami..
Ndak penting mo ngucapin no keberapa but all of that wish is meaningful for me..Sahabatku yang udh kayak adek sendiri si haryoko mengawali ucapan...brotherku yang satu ini ndak pernah lupa ama ultah temen-temennya..sejak kita masih satu kantor dulu dia yang paling sering remind temen2 klo ada yang ultah. Selanjutnya adekku renny dan banyak lagi temen-temen..
Bahkan temenku SMP pun mengingat hari ulang tahunku dimana aku sendiri sering lupa hari kelahirannya...thanks drg. Lia and sorry for all my mistaken.
Pagi itu suamiku tidak mengucapkan apa-apa, sehari sebelumnya dia udah bilang padaku klo dia mau ke kantor hari minggu itu (11 Nov 2007). Ketika dia mengucapkan keinginannya untuk pergi ke kantor entah mengapa aku jadi sedih dan mulai berpikir kenapa harus ke kantor pada saat aku di rumah (begitu alasanku)...padahal dia sabtu libur dan aku yang pergi ke kantor, apa iya balas dendam (bisikku dalam hati). Dengan santai dia berkata, "sabtu itu hari istirahatku, jadi minggu aku ke kantor." Aku tahu dia ada pekerjaan yang harus diselesaikan apalagi hari seninnya dia pergi ke luar kota...Tiba-tiba aku jadi manja, dan kolokan untuk sesaat. Ntah kenapa jadi sedihh banget, air mata keluar tak tertahankan...Aku cuman ngelonyor pergi ke kamar mandi ninggalin suamiku yang sedang menonton TV.
Lama aku berpikir apa iya ini masalah yang besar, toh aku sendiri udah tahu karakter suamiku yang memang tidak terlalu menganggap special hari tertentu. Tapi aku tidak bisa mengelak dari kesedihanku, aku mencoba berpikir sambil mencari logik thinking (aduuhhh bahasa apa neh) dari ini semua.."Ayoo Wind jangan kolokan" bisikku dalam hati...
Mungkin benar juga ya klo kita semakin tua semakin sensitif ha...ha...
Hari minggu pagi aku mencoba untuk tidak terlalu sedih dan mencoba untuk melihat lagi apa iya gara-gara ini. Tapi tetep aja masih belum bisa, ya udah aku tidak memaksakan diri dan mencoba untuk melalui semuanya..walaupun terlihat menangis di depan suamiku. Aku bertanya pada suamiku "Jam berapa kamu berangkat?" lalu dia menjawab "Jam 8, bentar lagi mandi"..aku mencoba untuk menerima ini semua tapi aku tidak bisa bohong kalo hatiku sedih...Ketika akan berangkat dia menghampiriku, "Ayo ikut ke surabaya ta drop ke rumah kamu (rumah ortu)" trus aku bilang sambil menahan tangis "Aku ndak ikut, papa & mama pergi ke Malang ada arisan pensiunan". Dia kaget juga karena sebelumnya emang dia mengusulkan supaya ikut ke surabaya tapi diantar ke rumah ortu, maen ke sana dan dia ke kantor.
Akhirnya dia tetep berangkat tapi aku stay at home. Selama di rumah aku merenungkan lagi sikapku..Tak seharusnya aku seperti ini, sama sekali ndak perlu karena aku yakin suamiku tidak bermaksud membuatku sedih. Mungkin yang membuatku sedih adalah dia harus masuk kerja pada saat seharusnya kita libur, spend time together. Aku jadi bisa merasakan, klo aku masuk hari Sabtu dan dia libur di rumah he..he..Tiba-tiba semua berangsur baik dan aku sibuk ngurusi rumah.
Adekku yang paling kecil maen ke rumah dengan ceweknya :-), lumayan ada temennya...ehmmm Allah maha adil dan tahu semuanya, mungkin klo aku ke surabaya jadinya ndak bisa ketemuan ama mereka dan ceweknya adekku jadi ndak bisa tahu rumahku ;-) lalu aku mulai bisa melupakan sedih2 yang sebelumnya.
Ketika adekku pulang ke surabaya, tak berapa lama suamiku pulang..Aku senaaaanggg sekali melihatnya pulang walaupun hari sudah maghrib, tak ada kata protes atau cemberut seperti tadi pagi ha...ha...
Lalu dia bilang, "tuh Melly (sebuah toko kue di surabaya) tahu klo kamu ulang tahun hari ini" sambil tersenyum padaku. "Apaan nich" tanyaku. Dia menyodorkan bungkusan kue dan aku tahu isinya sebuah tart black forrest dengan ucapan "Happy Birthday"...Seketika aku tidak bisa berkata apa-apa, aku cuman bisa diam dan terharu...rupanya suamiku punya cara yang berbeda dan dia adalah dia dengan segala kebaikan terhadap istrinya..Aku menunggunya sholat maghrib sambil membuka bungkusan kue itu dan tiba-tiba dari belakang dia mengucapkan "Selamat ulang tahun ya" sambil tersenyum padaku. Aku menjawab, "thank you, maafkan aku yach yang selalu merepotkan kamu". Lalu dia menjawab, "aku yang minta maaf, karena membuat kamu sedih hari ini" walaupun sebenarnya dia tidak bermaksud seperti itu.
Bukan karena giftnya atau nilai barang yang diberikan, tetapi kasih sayang dan doa yang diberikan itu sebenarnya yang aku rasakan :-)..karena bertambahnya usia bukan untuk berpesta pora tapi untuk bersyukur karena kita diberikan kesempatan lagi dan berintrospeksi diri karena sisa umur kita semakin berkurang...
Keesokan harinya ketika aku masuk kantor, aku menerima banyak doa, surprise dan senyuman from my lovely friends :-)

Semoga aku bisa menjalankan sisa umurku dengan baik dan barokah...amien...

Wassalam,

Minggu, 04 November 2007

Beginning



Ass.wr.wb,




Mo share persiapan pernikahan neh...


Mo crita dulu awal kita ketemu ;-) Aku dengan suami temen kuliah, kita udah sahabatan sejak lama. Kenal mulai aku kuliah sekitar tahun 1997, tapi baru mulai dekat sekitar akhir tahun 2006 setelah masing-masing berkelana dan punya pengalaman masing :-). Tidak menduga sebelumnya klo kita menikah, karena ya seprti diawal sudah berteman sangat lama dan saling tahu juga kondisi masing-masing...



Ketemuan pertama kali ketika mengantar undangan temanku, jadi dia menemani temenku yang mau menikah dan mengantar undangan ke rumah. Setelah sekian lama diriku tidak pernah bertemu dan sudah jarang sekali berkomunikasi karena kesibukan masing-masing. Pertemuan itu terasa biasa saja hanya sekedar say Hi dan masing-masing jadi ndak begitu ngenali karena kita udh mengalami perubahan penampakan (ha...ha...) pasca kuliah. Ketemunya ini juga di luar pagar rumah, di pinggir jalan he...he...karena kebetulan ada cowoknya adek di rumah.


Sesudah itu ya seperti biasa komunikasinya, hanya email or sms aja. Kemudian suatu ketika bapak seorang temanku meninggal, temanku ini juga teman suamiku (waktu itu blm suami ya) . Lalu mas telpon dan kita janjian melayat berdua ke teman kita tersebut. Masih sama, masih biasa aja seperti sebelumnya. After that maybe we're think and everything going well...Kita jadi dekat dan komunikasi kita semakin baik, ndak tau gimana or begini klo Allah SWT sudah mengatur...semuanya jadi jelas.


Mas melamar bulan 1 April 2007, kita berdua berkomitmen ndak pingin lama-lama lagi dan pingin serius ingin meningkatkan ke jenjang selanjutnya.




Kita berdua yang mempersiapkan segala sesuatu plus bantuan orang tua yang luar biasa, adek2 yang super support dan jangan lupa teman-teman yang luar biasa.


Mulai neh susun priorotas yang harus di persiapkan. Setelah mendapat tanggal pernikahan 09 Sep 07 yang kita buat list :




1. Gedung


2. Catering


3. Undangan


4. Perias


5. Dekorasi


6. Photography


7. Transportasi


8. Penginapan untuk keluarga


9. Souvenir




Prioritas pertama neh gedung, karena pada bulan-bulan tersebut gedung ramai dan apabila tidak booking dengan cepat bisa ndak dapat gedung. Aku dan mas memutuskan untuk memilih gedung dekat dengan rumahku, karena acara dilaksanakan pada pagi hari setelah akad nikah dan menghemat waktu plus tidak kena macet. Rumahku yang di daerah Surabaya barat paling dekat dengan gedung Islamic Centre, Universitas Wijaya Kusuma dan Gedung Juang 45. Pilihan pertama sebenarnya pingin buanget di Islamic Centre karena gedungnya legaa plus parking area yang luas pula (walaupun tamu kita tidak sebanyak dan seheboh max kapasitas gedung tersebut) he...he...Booking gedung mulai dilakukan bulan May 2007, ternyata Islamic Centre dipakai wisuda oleh salah satu universitas pada tanggal yang sama dengan pernikahan kita...hiks..hiks...akhirnya second choice ke Gedung Juang 45 (Mayjend Sungkono - Surabaya) dan alhamdulillah dapat...legaa satu item sudah dipastikan.




Kemudian undangan...ini juga penting untuk menentukan jumlah undangan, cetak undangan. Karena undangan sebaiknya diberikan paling tidak 2 minggu sebelum hari H dan 1 bulan sebelum hari H untuk kerabat kita yang di luar kota.


Sebelumnya foto pre wedding untuk keperluan foto yang dipakai pada saat acara or dipakai diundangan (bagi yg undangannya pakai foto yach). Untuk urusan foto prewedding dan foto-foto pada hari H yang kita pilih Ronna Foto ada di Kertajaya Surabaya. Masih temen mama, kebetulan mamaku perias manten jadi yang take care beginian temen-temen mama sendiri. Pingin baget pre wedding out door, cuman karena lagi padet banget schedulenya dan diriku yang bekerja sampai hari sabtu akhirnya kita ngambil indoor yang ndak kalah juga lho sama outdoor. Hanya saja klo outdoor, lebih banyak pilihannya. Waktu itu pingin banget foto outdoor di kampus (jadi ambil tema back to campus) di ITS - Surabaya.


Nich hasil foto pre wedding kita




.... bergaya kayak model. Kita ber-2 ndak bisa gaya alias canggung banget di depan kamera dan alhamdulillah si fotografernya mo ngarahin kita...Itu sebagian dari hasil pre wedding...
OK will continue ...:-)

Senin, 29 Oktober 2007

A Part of The Song (Nice)...

Ass.wr.wb,

Suka banget dengan reffnya :-)

11 Januari

By. Gigi

Reff :

Kau bawa diriku Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna

Wassalam,

Jumat, 26 Oktober 2007

Pernikahan - Menikah (continue)

Ass.wr.wb,



Continue lagi ya....jadi sebenarnya semua itu bersifat misteri. Karena yang namanya jodoh, harta, kematian semuanya mutlak yang tahu Allah SWT, kita ndak ada yang tahu. Ada seorang teman yang dia waktu itu mempunyai calon dan mereka juga mempunyai plan untuk menikah, yang membuat geli temanku itu bukan satu kota denganku, dia bilang "aku tidak mau kembali ke tempat asalku" dia berharap bisa hidup & berkeluarga di kotaku..aktualnya dia menikah dengan kakak kelasnya waktu SMU dan kembali ke tempat asal...;-) So ndak ada yang tahu, cuman bisa berusaha yang terbaik.




Ada pengalaman di tempat kerjaku dan mungkin ndak hanya di tempat kerjaku ya, ketika seorang perempuan sudah masuk "usia" (deskripsi dari lingkungan neh, maaf tidak mewakili juga) itu yang ditanyakan adalah kapan get marry or udh punya calon or anaknya berapa ? Well standar pertanyaan dari lingkungan sekitar ketika kita sudah memasuki kategori umur yang mestinya udh berkeluarga. Sedangkan faktor menikah itu bukan hanya status, tetapi aku masih sering menemukan hal ini. Pengalamanku sendiri ada beberapa, jadi pertama waktu itu udh punya calon. Ketika ditanya seperti ini dengan tenang kita menjawab "sudah ada sedang di plan, sedang usaha menuju ke sana or tunggu aja ya undangannya". Nah pas ditanya seperti ini ternyata kita belum ada calon, apa iya kita termasuk orang yang aneh.
Pernah juga ditanya oleh seorang perempuan, dia dari Jepang dan kebetulan adat ketimurannya mungkin sedikit sama ya dengan di sini. Waktu itu dia bertanya padaku, gimana di Indonesia apakah pada usia tertentu perempuan itu lazimnya menikah?, kemudian aku menjawab, "Iya betul, di sini biasanya usia sekitar 25 tahun mulai dipertanyakan tentang hal itu dan biasanya mulai diperbicarakan ketika usianya mulai mendekati 30 tahun tetapi belum menikah." Hanya saja sekarang kehidpan di kota besar, orang mulai tidak memusingkan tentang status pernikahan terhadap perempuan, maksudnya apakah dia udah menikah pada "usia" (yang di deskripsikan oleh lingkungan) or not, karena orang mulai memahami mungkin bahwa itu bukan sebuah status belaka tetapi itu merupakan proses.
Diriku percaya bahwa menikah itu adalah sebuah ibadah dan fitrahnya kita sebagai manusia memang diciptakan untuk berpasang-pasangan, jadi kapanpun itu mestinya tidak ada patokan limit bahwa usia tertentu seseorang udh masuk kategori aus. Karena yang punya hidup kita pasti sudah mengetahui yang terbaik bagi kita. Cuman bukan berarti kita tidak berusaha ya, berikhtiar mah wajib hukumnya :-)
Ya memang tidak dipungkiri dari aspek tertentu ada kekhawatiran atau lebih tepatnya anjuran, misalnya dari segi kesehatan karena melahirkan pada usia tertentu itu rawan maka sebaiknya menikah pada usia tertentu.
Kembali ke teman dari Jepang tersebut, dia lalu berkata "Hampir sama seperti di Jepang, hanya saja wanita Jepang sekarang lebih mandiri terutama yang mempunyai karier, sehingga lingkungan tidak terlalu mempermasalahkan atau menggunjingkan hal itu"
Ada seorang teman yang belum menemukan pasangan, dia seorang mandiri dan cukup mapan. Ketika itu dia berkata padaku "Siapa sich Win yang ndak pingin married, pingin banget cuman belum menemukan". Waktu itu aku balik bertanya, "Emang yang bagaimana yang mbak inginkan?". Lalu dia menjawab, "Standard aja, ya samalah dengan yang lain. Yang bisa membimbing, yang bertanggungjawab". Sebenarnya itu merupakan sebuah harapan juga, jangan dikira mereka tidak mau berkeluarga, tidak semuanya sich mungkin ada juga yang decide untuk hidup sendiri.
Ya akupun tidak mengetahui sebenarnya dia mencari yang seperti apa, apakah karena dia sudah cukup mandiri sehingga standard pendamping menjadi cukup meningkat dan kebetulan belum ada atau karena sibuk dengan aktifitas sehingga jarang bertemu or berkomunikasi dan bertemu seseorang. Entahlah, begitu banyak faktor tapi yang jelas diapun ingin mendapat pendamping. Aku pernah bertanya, "pernah merasa sepi". Lalu dia tersenyum dan bilang, "sometimes win, klo pas sendirian ya pasti merasa ada sesuatu yang kurang." Kebetulan temanku ini punya keponakan-keponakan yang mendampingi dan suka berkumpul dengannya sehingga waktu-waktu seperti inilah yang membuat dia tidak merasa sepi dengan heboh.

Well, begitu yang aku temui. But afterall, semua yang kita alami merupakan sesuatu yang indah yang semoga bisa diambil hikmahnya...

Will continue...

Wassalam,

Kamis, 25 Oktober 2007

Pernikahan - Menikah


Ass.wr.wb,


Menulis apa yang ada dipikiran, jadi sama sekali ndak sistematis...

OK, lagi kepikiran tentang topik pernikahan or menikah neh..
Melihat sekitar dan berdasarkan teman-teman yang memperbincangkan hal tersbut.

Pada saat selesai kuliah dulu, temen-temen neh especially cewek jadi mulai buat planning untuk menikah pada umur berapa, jangankan pas abis kuliah bahkan topik ini pernah aku dengar sewaktu SMU. Ada salah satu temen SMU yang dia lulus SMU langsung menikah, tidak menyangka aja karena dia dari keluarga yang cukup mampu tetapi tidak memilih meneruskan sekolah melainkan memilih untuk menjadi istri. Yah choice, so it will no problem...karena pilihan masing-masing..
Nah, selesai kuliah sekarang beberapa mulai memikirkan hal ini, ada yang ingin segera menikah, ada yang plan pada umur tertentu, ada yang belum kepikir karena ingin mengembangkan diri dengan bekerja atau sekolah lagi...yach berbagai macam.
Jadi ingat di film Dragon Ball, waktu itu Son Goku beranjak dewasa dan dia bertemu Cici temennya waktu masih kecil, karena mereka beranjak dewasa ada ketertarikan Cici terhadap Son Goku...Cici meminta Son Goku menikahinya, dan waktu itu Son Goku dengan wajah tanpa ekspresi bertanya "Menikah, makanan apa itu ? aku lapar" :-) Lucu banget ekspresinya, pernyataan Goku ini membuat Cici jadi bersungut-sungut dan marah. Meskipun begitu toh akhirnya mereka menikah dan mempunyai anak-anak yang jagoan seperti bapaknya...
Ha..ha...kok jadi ke film kartun..maklum suka banget ama film kartun ;-)
Balik lagi ke topik, ada beberapa teman yang di prediksi menikah duluan karena memang sewaktu kuliah udah pada punya calon dan sudah serius, lha iya udh dewasa ini.Kebetulan prediksi menikah duluan ini ternyata meleset, yach walaupun tidak semuanya meleset...
Will continue (back to work, ada tugas neh :-))
Wassalam,