Senin, 12 November 2007

Hidup Bersama ...Dalam Susah .... (Nice Story)

Cerita ini saya ambil dari email kiriman teman saya Yani (chayank_mona@yahoo.com) melalui milis statistik ITS parameter@yahoogroups.com ....nice story

Hidup Bersama... Dalam Susah......

Ada sepasang suami-istri yang berjualan nasi kuning di sebuah kompleks perumahan di Jati Bening. Umur mereka sudah tidak muda lagi. Sang suami mungkin sudah berumur lebih dari 70, sedangkan istrinya sekitar60-an.


Di sekitar mereka ada beberapa gerobak lain yang juga menjualmakanan untuk sarapan pagi. Tapi dari semuanya, hanya gerobak merekayang paling sepi.

Setiap pagi, dalam perjalanan menuju ke kantor, saya selalu melewatigerobak mereka yang selalu sepi. Gerobak itu tidak ada yang istimewa.Cukup sederhana. Jualannya pun standar.

Setiap pagi pula, sepasang suami-istri itu duduk menjaga gerobakmereka dalam posisi yang selalu sama. Sang suami duduk di luargerobak, sementara istrinya di sampingnya. Kalau ada pembeli, sangsuami dengan susah payah berdiri dari kursi (kadang dipapah istrinya)dan dengan ramah menyapa pembeli. Jika sang pembeli ingin makan ditempat, sang suami merapikan tempat duduk, sementara istrinyamenyiapkan nasi kuning dan menyodorkan piring itu pada suaminya untuk diberikan pada sang pelanggan. Kalau sang pembeli ingin nasi kuningitu dibungkus, sang istri menyiapkan nasi kuning di kertas pembungkus,dan menyerahkan nasi bungkusan itu pada suaminya untuk diserahkan padasang pelanggan.

Saat sedang sepi pelanggan, pasangan suami-istri itu duduk diam.Sesekali jika istrinya agak terkantuk-kantuk, suaminya mengurutpunggung istrinya. Atau jika suaminya berkeringat, sang istri dengansigap mengambil sapu tangan dan mengelap keringat suaminya.

Kalau mau jujur, nasi kuning mereka tidak terlalu spesial. Sangatstandar. Tapi, kalau saya mencari sarapan pagi, saya selalu membelinasi kuning di tempat mereka. Bukan spesial-tidaknya. Tapi lebihkarena cinta mereka yang membuat saya tergerak untuk selalu mampir.

Dalam kesederhanaan, kala susah dan sedih karena tidak ada pelanggan,mereka tetap bersama. Sang suami tidak pernah memarahi istrinya yangtidak becus masak. Sang istri pun tidak pernah marah karena gerakansuaminya yang begitu lamban dalam melayani pelanggan. Dia bahkanmemberi kesempatan suaminya untuk melayani pelanggan.

Mereka selalu bersama, dan saling mendukung, bahkan di saat susah sekali pun.

Hingga hari ini, sudah 10 tahun saya lewati tempat itu, mereka masihtetap di tempat yang sama, menjual nasi kuning, dan selalu bersikapsama. Penuh kesederhanaan. Penuh kasih sayang. Dan saling menguatkandi saat susah.

Jika Anda berkunjung ke Bekasi, Anda bisa mampir ke jalan raya komplekJati Bening Indah. Tidak susah mencari gerobak mereka yang sederhana.Carilah gerobak yang paling sepi pelanggan. Mereka berjualan sejakpukul 07.00 hingga siang hari (mungkin sekitar 11.00, karena sayapernah ke kantor jam 11.00, mereka sudah tidak ada). Jujur, nasikuning mereka sangat standar & tidak selengkap gerobak nasi kuninglain di sekeliling mereka. Namun, cinta kasih mereka membuat makananyang sederhana itu terasa begitu nikmat. Cinta kasih yang begitutulus, sederhana, apa adanya. Bahkan dalam kesusahan sekalipun, merekatetap saling menguatkan.

Sebuah kisah cinta yang luar biasa. Mungkinkah kita bisa seperti mereka?

Semoga Tuhan melimpahkan rahmat buat kita semua. Amien.

(author : unknown)

Minggu, 11 November 2007

Birthday

Ass.wr.wb,

Birthday ...let's talk about this...
Umur saya baru aja bertambah 1 tahun tepatnya 11 Nov, sekarang jadi 29 tahun...
Close to 30 tahun ;-)....



Setiap tahunnya alhamdulillah saya mendapat "sesuatu" (bukan hanya sebuah gift yach, tapi lebih ke pembelajaran)...
Hadiah yang luar biasa diberikan oleh Allah SWT yaitu lovely husband...menjalani kehidpan berumah tangga. InsyaAllah sakinah, dikaruniai putra-putri yang sholeh dan shalihah, diberikan kebahagiaan dunia & akhirat...amien...
Pas tanggal 11 Nov kemarin banyak doa dan wish dari sahabat, keluarga dan suami..
Ndak penting mo ngucapin no keberapa but all of that wish is meaningful for me..Sahabatku yang udh kayak adek sendiri si haryoko mengawali ucapan...brotherku yang satu ini ndak pernah lupa ama ultah temen-temennya..sejak kita masih satu kantor dulu dia yang paling sering remind temen2 klo ada yang ultah. Selanjutnya adekku renny dan banyak lagi temen-temen..
Bahkan temenku SMP pun mengingat hari ulang tahunku dimana aku sendiri sering lupa hari kelahirannya...thanks drg. Lia and sorry for all my mistaken.
Pagi itu suamiku tidak mengucapkan apa-apa, sehari sebelumnya dia udah bilang padaku klo dia mau ke kantor hari minggu itu (11 Nov 2007). Ketika dia mengucapkan keinginannya untuk pergi ke kantor entah mengapa aku jadi sedih dan mulai berpikir kenapa harus ke kantor pada saat aku di rumah (begitu alasanku)...padahal dia sabtu libur dan aku yang pergi ke kantor, apa iya balas dendam (bisikku dalam hati). Dengan santai dia berkata, "sabtu itu hari istirahatku, jadi minggu aku ke kantor." Aku tahu dia ada pekerjaan yang harus diselesaikan apalagi hari seninnya dia pergi ke luar kota...Tiba-tiba aku jadi manja, dan kolokan untuk sesaat. Ntah kenapa jadi sedihh banget, air mata keluar tak tertahankan...Aku cuman ngelonyor pergi ke kamar mandi ninggalin suamiku yang sedang menonton TV.
Lama aku berpikir apa iya ini masalah yang besar, toh aku sendiri udah tahu karakter suamiku yang memang tidak terlalu menganggap special hari tertentu. Tapi aku tidak bisa mengelak dari kesedihanku, aku mencoba berpikir sambil mencari logik thinking (aduuhhh bahasa apa neh) dari ini semua.."Ayoo Wind jangan kolokan" bisikku dalam hati...
Mungkin benar juga ya klo kita semakin tua semakin sensitif ha...ha...
Hari minggu pagi aku mencoba untuk tidak terlalu sedih dan mencoba untuk melihat lagi apa iya gara-gara ini. Tapi tetep aja masih belum bisa, ya udah aku tidak memaksakan diri dan mencoba untuk melalui semuanya..walaupun terlihat menangis di depan suamiku. Aku bertanya pada suamiku "Jam berapa kamu berangkat?" lalu dia menjawab "Jam 8, bentar lagi mandi"..aku mencoba untuk menerima ini semua tapi aku tidak bisa bohong kalo hatiku sedih...Ketika akan berangkat dia menghampiriku, "Ayo ikut ke surabaya ta drop ke rumah kamu (rumah ortu)" trus aku bilang sambil menahan tangis "Aku ndak ikut, papa & mama pergi ke Malang ada arisan pensiunan". Dia kaget juga karena sebelumnya emang dia mengusulkan supaya ikut ke surabaya tapi diantar ke rumah ortu, maen ke sana dan dia ke kantor.
Akhirnya dia tetep berangkat tapi aku stay at home. Selama di rumah aku merenungkan lagi sikapku..Tak seharusnya aku seperti ini, sama sekali ndak perlu karena aku yakin suamiku tidak bermaksud membuatku sedih. Mungkin yang membuatku sedih adalah dia harus masuk kerja pada saat seharusnya kita libur, spend time together. Aku jadi bisa merasakan, klo aku masuk hari Sabtu dan dia libur di rumah he..he..Tiba-tiba semua berangsur baik dan aku sibuk ngurusi rumah.
Adekku yang paling kecil maen ke rumah dengan ceweknya :-), lumayan ada temennya...ehmmm Allah maha adil dan tahu semuanya, mungkin klo aku ke surabaya jadinya ndak bisa ketemuan ama mereka dan ceweknya adekku jadi ndak bisa tahu rumahku ;-) lalu aku mulai bisa melupakan sedih2 yang sebelumnya.
Ketika adekku pulang ke surabaya, tak berapa lama suamiku pulang..Aku senaaaanggg sekali melihatnya pulang walaupun hari sudah maghrib, tak ada kata protes atau cemberut seperti tadi pagi ha...ha...
Lalu dia bilang, "tuh Melly (sebuah toko kue di surabaya) tahu klo kamu ulang tahun hari ini" sambil tersenyum padaku. "Apaan nich" tanyaku. Dia menyodorkan bungkusan kue dan aku tahu isinya sebuah tart black forrest dengan ucapan "Happy Birthday"...Seketika aku tidak bisa berkata apa-apa, aku cuman bisa diam dan terharu...rupanya suamiku punya cara yang berbeda dan dia adalah dia dengan segala kebaikan terhadap istrinya..Aku menunggunya sholat maghrib sambil membuka bungkusan kue itu dan tiba-tiba dari belakang dia mengucapkan "Selamat ulang tahun ya" sambil tersenyum padaku. Aku menjawab, "thank you, maafkan aku yach yang selalu merepotkan kamu". Lalu dia menjawab, "aku yang minta maaf, karena membuat kamu sedih hari ini" walaupun sebenarnya dia tidak bermaksud seperti itu.
Bukan karena giftnya atau nilai barang yang diberikan, tetapi kasih sayang dan doa yang diberikan itu sebenarnya yang aku rasakan :-)..karena bertambahnya usia bukan untuk berpesta pora tapi untuk bersyukur karena kita diberikan kesempatan lagi dan berintrospeksi diri karena sisa umur kita semakin berkurang...
Keesokan harinya ketika aku masuk kantor, aku menerima banyak doa, surprise dan senyuman from my lovely friends :-)

Semoga aku bisa menjalankan sisa umurku dengan baik dan barokah...amien...

Wassalam,

Minggu, 04 November 2007

Beginning



Ass.wr.wb,




Mo share persiapan pernikahan neh...


Mo crita dulu awal kita ketemu ;-) Aku dengan suami temen kuliah, kita udah sahabatan sejak lama. Kenal mulai aku kuliah sekitar tahun 1997, tapi baru mulai dekat sekitar akhir tahun 2006 setelah masing-masing berkelana dan punya pengalaman masing :-). Tidak menduga sebelumnya klo kita menikah, karena ya seprti diawal sudah berteman sangat lama dan saling tahu juga kondisi masing-masing...



Ketemuan pertama kali ketika mengantar undangan temanku, jadi dia menemani temenku yang mau menikah dan mengantar undangan ke rumah. Setelah sekian lama diriku tidak pernah bertemu dan sudah jarang sekali berkomunikasi karena kesibukan masing-masing. Pertemuan itu terasa biasa saja hanya sekedar say Hi dan masing-masing jadi ndak begitu ngenali karena kita udh mengalami perubahan penampakan (ha...ha...) pasca kuliah. Ketemunya ini juga di luar pagar rumah, di pinggir jalan he...he...karena kebetulan ada cowoknya adek di rumah.


Sesudah itu ya seperti biasa komunikasinya, hanya email or sms aja. Kemudian suatu ketika bapak seorang temanku meninggal, temanku ini juga teman suamiku (waktu itu blm suami ya) . Lalu mas telpon dan kita janjian melayat berdua ke teman kita tersebut. Masih sama, masih biasa aja seperti sebelumnya. After that maybe we're think and everything going well...Kita jadi dekat dan komunikasi kita semakin baik, ndak tau gimana or begini klo Allah SWT sudah mengatur...semuanya jadi jelas.


Mas melamar bulan 1 April 2007, kita berdua berkomitmen ndak pingin lama-lama lagi dan pingin serius ingin meningkatkan ke jenjang selanjutnya.




Kita berdua yang mempersiapkan segala sesuatu plus bantuan orang tua yang luar biasa, adek2 yang super support dan jangan lupa teman-teman yang luar biasa.


Mulai neh susun priorotas yang harus di persiapkan. Setelah mendapat tanggal pernikahan 09 Sep 07 yang kita buat list :




1. Gedung


2. Catering


3. Undangan


4. Perias


5. Dekorasi


6. Photography


7. Transportasi


8. Penginapan untuk keluarga


9. Souvenir




Prioritas pertama neh gedung, karena pada bulan-bulan tersebut gedung ramai dan apabila tidak booking dengan cepat bisa ndak dapat gedung. Aku dan mas memutuskan untuk memilih gedung dekat dengan rumahku, karena acara dilaksanakan pada pagi hari setelah akad nikah dan menghemat waktu plus tidak kena macet. Rumahku yang di daerah Surabaya barat paling dekat dengan gedung Islamic Centre, Universitas Wijaya Kusuma dan Gedung Juang 45. Pilihan pertama sebenarnya pingin buanget di Islamic Centre karena gedungnya legaa plus parking area yang luas pula (walaupun tamu kita tidak sebanyak dan seheboh max kapasitas gedung tersebut) he...he...Booking gedung mulai dilakukan bulan May 2007, ternyata Islamic Centre dipakai wisuda oleh salah satu universitas pada tanggal yang sama dengan pernikahan kita...hiks..hiks...akhirnya second choice ke Gedung Juang 45 (Mayjend Sungkono - Surabaya) dan alhamdulillah dapat...legaa satu item sudah dipastikan.




Kemudian undangan...ini juga penting untuk menentukan jumlah undangan, cetak undangan. Karena undangan sebaiknya diberikan paling tidak 2 minggu sebelum hari H dan 1 bulan sebelum hari H untuk kerabat kita yang di luar kota.


Sebelumnya foto pre wedding untuk keperluan foto yang dipakai pada saat acara or dipakai diundangan (bagi yg undangannya pakai foto yach). Untuk urusan foto prewedding dan foto-foto pada hari H yang kita pilih Ronna Foto ada di Kertajaya Surabaya. Masih temen mama, kebetulan mamaku perias manten jadi yang take care beginian temen-temen mama sendiri. Pingin baget pre wedding out door, cuman karena lagi padet banget schedulenya dan diriku yang bekerja sampai hari sabtu akhirnya kita ngambil indoor yang ndak kalah juga lho sama outdoor. Hanya saja klo outdoor, lebih banyak pilihannya. Waktu itu pingin banget foto outdoor di kampus (jadi ambil tema back to campus) di ITS - Surabaya.


Nich hasil foto pre wedding kita




.... bergaya kayak model. Kita ber-2 ndak bisa gaya alias canggung banget di depan kamera dan alhamdulillah si fotografernya mo ngarahin kita...Itu sebagian dari hasil pre wedding...
OK will continue ...:-)

Senin, 29 Oktober 2007

A Part of The Song (Nice)...

Ass.wr.wb,

Suka banget dengan reffnya :-)

11 Januari

By. Gigi

Reff :

Kau bawa diriku Kedalam hidupmu
Kau basuh diriku
Dengan rasa sayang
Senyummu juga sedihmu adalah Hidupku
Kau sentuh cintaku dengan lembut
Dengan sejuta warna

Wassalam,

Jumat, 26 Oktober 2007

Pernikahan - Menikah (continue)

Ass.wr.wb,



Continue lagi ya....jadi sebenarnya semua itu bersifat misteri. Karena yang namanya jodoh, harta, kematian semuanya mutlak yang tahu Allah SWT, kita ndak ada yang tahu. Ada seorang teman yang dia waktu itu mempunyai calon dan mereka juga mempunyai plan untuk menikah, yang membuat geli temanku itu bukan satu kota denganku, dia bilang "aku tidak mau kembali ke tempat asalku" dia berharap bisa hidup & berkeluarga di kotaku..aktualnya dia menikah dengan kakak kelasnya waktu SMU dan kembali ke tempat asal...;-) So ndak ada yang tahu, cuman bisa berusaha yang terbaik.




Ada pengalaman di tempat kerjaku dan mungkin ndak hanya di tempat kerjaku ya, ketika seorang perempuan sudah masuk "usia" (deskripsi dari lingkungan neh, maaf tidak mewakili juga) itu yang ditanyakan adalah kapan get marry or udh punya calon or anaknya berapa ? Well standar pertanyaan dari lingkungan sekitar ketika kita sudah memasuki kategori umur yang mestinya udh berkeluarga. Sedangkan faktor menikah itu bukan hanya status, tetapi aku masih sering menemukan hal ini. Pengalamanku sendiri ada beberapa, jadi pertama waktu itu udh punya calon. Ketika ditanya seperti ini dengan tenang kita menjawab "sudah ada sedang di plan, sedang usaha menuju ke sana or tunggu aja ya undangannya". Nah pas ditanya seperti ini ternyata kita belum ada calon, apa iya kita termasuk orang yang aneh.
Pernah juga ditanya oleh seorang perempuan, dia dari Jepang dan kebetulan adat ketimurannya mungkin sedikit sama ya dengan di sini. Waktu itu dia bertanya padaku, gimana di Indonesia apakah pada usia tertentu perempuan itu lazimnya menikah?, kemudian aku menjawab, "Iya betul, di sini biasanya usia sekitar 25 tahun mulai dipertanyakan tentang hal itu dan biasanya mulai diperbicarakan ketika usianya mulai mendekati 30 tahun tetapi belum menikah." Hanya saja sekarang kehidpan di kota besar, orang mulai tidak memusingkan tentang status pernikahan terhadap perempuan, maksudnya apakah dia udah menikah pada "usia" (yang di deskripsikan oleh lingkungan) or not, karena orang mulai memahami mungkin bahwa itu bukan sebuah status belaka tetapi itu merupakan proses.
Diriku percaya bahwa menikah itu adalah sebuah ibadah dan fitrahnya kita sebagai manusia memang diciptakan untuk berpasang-pasangan, jadi kapanpun itu mestinya tidak ada patokan limit bahwa usia tertentu seseorang udh masuk kategori aus. Karena yang punya hidup kita pasti sudah mengetahui yang terbaik bagi kita. Cuman bukan berarti kita tidak berusaha ya, berikhtiar mah wajib hukumnya :-)
Ya memang tidak dipungkiri dari aspek tertentu ada kekhawatiran atau lebih tepatnya anjuran, misalnya dari segi kesehatan karena melahirkan pada usia tertentu itu rawan maka sebaiknya menikah pada usia tertentu.
Kembali ke teman dari Jepang tersebut, dia lalu berkata "Hampir sama seperti di Jepang, hanya saja wanita Jepang sekarang lebih mandiri terutama yang mempunyai karier, sehingga lingkungan tidak terlalu mempermasalahkan atau menggunjingkan hal itu"
Ada seorang teman yang belum menemukan pasangan, dia seorang mandiri dan cukup mapan. Ketika itu dia berkata padaku "Siapa sich Win yang ndak pingin married, pingin banget cuman belum menemukan". Waktu itu aku balik bertanya, "Emang yang bagaimana yang mbak inginkan?". Lalu dia menjawab, "Standard aja, ya samalah dengan yang lain. Yang bisa membimbing, yang bertanggungjawab". Sebenarnya itu merupakan sebuah harapan juga, jangan dikira mereka tidak mau berkeluarga, tidak semuanya sich mungkin ada juga yang decide untuk hidup sendiri.
Ya akupun tidak mengetahui sebenarnya dia mencari yang seperti apa, apakah karena dia sudah cukup mandiri sehingga standard pendamping menjadi cukup meningkat dan kebetulan belum ada atau karena sibuk dengan aktifitas sehingga jarang bertemu or berkomunikasi dan bertemu seseorang. Entahlah, begitu banyak faktor tapi yang jelas diapun ingin mendapat pendamping. Aku pernah bertanya, "pernah merasa sepi". Lalu dia tersenyum dan bilang, "sometimes win, klo pas sendirian ya pasti merasa ada sesuatu yang kurang." Kebetulan temanku ini punya keponakan-keponakan yang mendampingi dan suka berkumpul dengannya sehingga waktu-waktu seperti inilah yang membuat dia tidak merasa sepi dengan heboh.

Well, begitu yang aku temui. But afterall, semua yang kita alami merupakan sesuatu yang indah yang semoga bisa diambil hikmahnya...

Will continue...

Wassalam,

Kamis, 25 Oktober 2007

Pernikahan - Menikah


Ass.wr.wb,


Menulis apa yang ada dipikiran, jadi sama sekali ndak sistematis...

OK, lagi kepikiran tentang topik pernikahan or menikah neh..
Melihat sekitar dan berdasarkan teman-teman yang memperbincangkan hal tersbut.

Pada saat selesai kuliah dulu, temen-temen neh especially cewek jadi mulai buat planning untuk menikah pada umur berapa, jangankan pas abis kuliah bahkan topik ini pernah aku dengar sewaktu SMU. Ada salah satu temen SMU yang dia lulus SMU langsung menikah, tidak menyangka aja karena dia dari keluarga yang cukup mampu tetapi tidak memilih meneruskan sekolah melainkan memilih untuk menjadi istri. Yah choice, so it will no problem...karena pilihan masing-masing..
Nah, selesai kuliah sekarang beberapa mulai memikirkan hal ini, ada yang ingin segera menikah, ada yang plan pada umur tertentu, ada yang belum kepikir karena ingin mengembangkan diri dengan bekerja atau sekolah lagi...yach berbagai macam.
Jadi ingat di film Dragon Ball, waktu itu Son Goku beranjak dewasa dan dia bertemu Cici temennya waktu masih kecil, karena mereka beranjak dewasa ada ketertarikan Cici terhadap Son Goku...Cici meminta Son Goku menikahinya, dan waktu itu Son Goku dengan wajah tanpa ekspresi bertanya "Menikah, makanan apa itu ? aku lapar" :-) Lucu banget ekspresinya, pernyataan Goku ini membuat Cici jadi bersungut-sungut dan marah. Meskipun begitu toh akhirnya mereka menikah dan mempunyai anak-anak yang jagoan seperti bapaknya...
Ha..ha...kok jadi ke film kartun..maklum suka banget ama film kartun ;-)
Balik lagi ke topik, ada beberapa teman yang di prediksi menikah duluan karena memang sewaktu kuliah udah pada punya calon dan sudah serius, lha iya udh dewasa ini.Kebetulan prediksi menikah duluan ini ternyata meleset, yach walaupun tidak semuanya meleset...
Will continue (back to work, ada tugas neh :-))
Wassalam,

Rabu, 24 Oktober 2007

My Best Friend 3

Ass.wr.wb,

Continue again...

Setelah berdiskusi dengan teman tersebut, kemudian aku coba untuk membuka pikiran dan melihat kembali...Dan ternyata memang benar, apa yang ada dipikiranku itu salah. Tidak semua kondisi seperti itu, dan senegatif yang aku pikirkan. Ternyata banyak sisi positif dan menyenangkan yang aku dapatkan. Tiba-tiba semua berubah, aku punya teman yang sangat banyak, tanpa aku harus memikirkan apakah dia berteman dengan diriku itu karena sesuatu or not, feel free dan tulus saja. Karena berteman itu tidak mengharapkan imbalan, seandainya kita mendapat sesuatu dari berteman, itu sebuah hadiah buat kita...:-)

Ehmmmm menyenangkan, selama kuliah aku punya banyak kakak, sahabat, adek. Semua punya karakter yang unik dan aku banyak belajar dari mereka. Secara tidak langsung itu juga mempengaruhi karakter dan pola pikir. Alhamdulillah positif, mereka sangat perhatian. Kalaupun aku salah mereka mengingatkan, memarahi kadang-kadang tapi juga menyemangati diriku.

Aku cukup aktif di kegiatan kampus, aku merasa enjoy dan menikmati aktifitas tersebut. Tanpa mencoba menjadi orang lain untuk diterima lingkungan, aku bisa mengekspresikan diriku dengan bebas, tapi bebas yang bertanggungjawab yach ;-)...

Kakak-kakakku selama kuliah, mereka ngemong, bisa diajak diskusi dan seru aja klo ngobrol sama mereka. Tapi jangan salah yach walaupun aku perempuan klo namanya tanggung jawab tetep aja aku diposisikan secara profesional. Kalau lalai banyak teguran keras, tapi rehabilitasinya otre juga.

Yang namanya sahabat, selalu ada di saat kita dalam kondisi terburuk. Ndak pamrih dan selalu ada walaupun itu hanya sebuah perhatian atau pendengaran untuk mendengarkan kita bercerita sesuatu. Aku punya pengalaman dengan sahabat-sahabatku yang terbukti, ketika aku dalam kondisi yang memang sangat membutuhkan mereka, mereka selalu ada. Kebetulan diriku ini klo di rumah susah curhat dengan orang-orang rumah, bukan karena diriku jauh ama keluarga cuman ada rasa yang ...ehmmm gimana ya susah mendeskripsikannya, makanya aku lebih suka bercerita dengan teman...Ha...ha...mungkin ada sisi karena merasa mandiri or sok kuat yach (he...he...) makanya ndak pernah curhat sama keluarga atau ortu, bingung memulai ceritanya ...akhirnya lari ke teman :-)

Setiap kali ada problem yang ingin aku share ada aja sahabat yang siap sedia. Malahan aku punya pengalaman, waktu itu punya problem dan pingin share tapi aku bingung mau aku share sama siapa tiba-tiba sahabatku itu muncul dan rasanya menyegarkan seperti kalo kita lagi haus terus minum air...tenang rasanya...Walaupun dia hanya mendengar tangisanku tanpa mendengar kata-kata yang bisa aku ucapkan ...

Aku bersyukur sama Allah SWT, karena teman-teman terbaik, keluarga selalu ada untuk diriku...Dan penuh ketulusan :-)

Semoga diriku juga bisa belajar menjadi sahabat yang baik bagi siapapun :-)

Wassalam,

Selasa, 23 Oktober 2007

My lovely Wife

Ass.wr.wb,

My husband is always give me surprise...today he give me very nice email...


"Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi."
(Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim).


"Bila kita menikah, padahal saat ini kita (misalnya) seperti tulang punggung bagi keluarga orangtua, maka Allah yang maha pengasih dan maha penyayang tidak akan menambah berat beban yang harus kita pikul, bahkan Dia akan meringankannya melalui pernikahan".
"Ketika kita buat keputusan untuk menikah, itu berarti bahwa kita sedang menyenangkan Allah".


Menikah bagiku.....
Adalah sunnah Nabi.
Adalah sama seperti makan & minum, insting dasar manusia untuk survive, melestarikan keberadaannya.
Adalah menyenangkan Allah.
Adalah berharap pada janji-janjiNya apabila seseorang melaksanakan pernikahan ini.
Adalah separuh iman.
Adalah seperti mendapatkan bantuan dari 1 manusia dengan segala kebaikannya.
Adalah proses, bukan tujuan akhir, sebuah proses untuk berbagi suka & menikmati duka, sebuah proses memahat diri menjadi lebih indah.
Dan selayaknya sebuah proses, menikah adalah proses seumur hidup untuk belajar memahami diri, memahami hidup, menjawab alasan keberadaan kita didunia.


Dan janji-janjiNya pasti ditepati.
Sungguh bahagia mendapatimu telah menanti dirumah ketika aku pulang.........
Sungguh bahagia menikmati hidangan dirumah, bukan hanya karena campuran bawang, lombok, gula dan garam, tapi lebih karena bumbu cinta didalamnya.........
Sungguh bahagia ada yang mengingatkanku bahwa Allah adalah nomer 1........
Sungguh bahagia ada yang membantuku menyiapkan segala sesuatu yang aku butuhkan........
Sungguh bahagia ada sikap pantang menyerah pada setiap kemalasanku, ada kesabaran atas sikap kekanakanku......
Sungguh bahagia apabila ada maafmu atas segala khilaf, ada maaf pada setiap bantingan pintu, ada maaf atas segala diamku, ada maaf atas sikapku yang tidak menghargaimu, ada maaf atas kebodohanku bersikap sok tau, ada maaf karena lalai melihat semua keburukan diri.........
Sungguh malu melihat diri seperti itu..........
Without u i'm nobody


luv u

Thank you my lovely husband :-)

Wassalam,

My Lovely Husband

Ass.wr.wb,

Kadang-kadang susah mengucapkan sesuatu secara lisan akhirnya pakai tulisan, (24 Oct 07) :


Hi, today I want share my story about my lovely husband. He is my best friend, my brother, my parents, my husband.....
He is very quite, when he is laugh the sound is very soft...It is very different with me. because my voice is loud...ha...ha...
I'm "slordig" (Dutch Language) but he is very voorzichtig (Dutch Language ---> careful)....
Both of us is work everyday, except on Saturday of course but only my husband because when saturday I have to go to office for a half day ;-)
His job at Surabaya, we're live at Sidoarjo. So everyday he have to go far away to Surabaya...He is strong, because we have to keep fight and support each other.
He is responsible man...
I can't cook, my husband more clever than me for cook...I'm still learn right now, but I'll try my very best.
I'm very happy when I'm going home from office because I can meet my husband, cook for him, talk, watch a TV....when my lovely husband is come, I'm more happy because my lovely already at home...
Cook for him is happiness for me, when he is eat my food that's make me more-more happy...I can't describe...:-)
Pray together is also happiness for me, I'm bless because my husband is obedient to Allah SWT...He is imam for me, subhanallah...
So many activity and things that make me happy not only above activity :-), so meaningful......
Well, so many things that can't describe by word, but I believe we can feel it.
So many things that I learn...love, care, share, understanding, responsible, patient, commitment, support etc....
Gambatte....keep try, never give up :-)....


This is not hyperbolic but it is only small part that I can share this day :-)

My Husband is de liefste (Dutch)
Ai shite imasu .... Ich liebe dich


Wassalam,

Minggu, 21 Oktober 2007

A Gift From Friend


Ass.wr.wb,


Alhamdulillah mempunyai teman-teman yang selalu support.

This day is first day come back to the office...Open email and surprise I got a gift from my friend for my wedding...nice :-)
Thank You mas Abu Hanifah (hanif@pal.co.id)
Wassalam,