Still Continue...
SMU ada beberapa temen deket, sekarang masih kontak-kontak tapi ada juga yang menghilang ndak tau keberadaannya :-)...
Kuliah semakin banyak teman-teman dekat or sahabat, kita sling support dan mungkin karena kuliah itu proses pendewasaan (ha...ha...bahasanya euy...) maka keterlibatan emosional dan proses pemikiran juga sudah berbeda dengan di sekolah-sekolah sebelumnya.
Sahabat adalah orang yang senantiasa ada, tulus membantu tanpa mempertanyakan untuk apa-mengapa-kenapa, ada di saat kita sangat membutuhkan. Sebaliknya seorang sahabat yang baik tidak hanya hadir di saat-saat yang menyenangkan tetapi di saat yang tidak menyenangkan.
Alhamdulillah aku dikelilingi oleh teman-teman yang baek kepadaku udah seperti saudara sendiri.
Mengingat diriku yang anak pertama tidak punya kakak kecenderungan manja dengan teman-teman :-)
Sewaktu kuliah aku merasakan punya banyak kakak dengan banyak karakter, begitu pula teman-teman dekat.
Karena aku lumayan aktif di kegiatan kampus membuat diriku dekat dengan beberapa orang seperti saudara sendiri...ehmmm sampai sekarang aku merindukan masa-masa dimana kita saling diskusi, ngomongin apa aja mulai dari yang penting sampai yang tidak penting ha...ha...
pembelajaran yang aku dapat selama berteman di kuliah itu adalah ketulusan. Sebelumnya ketika aku di SMU aku mengalami definisi berteman itu hanya hubungan yang saling menguntungkan maka ketika kita tidak mempunyai sebuah nilai yang menguntungkan bagi orang lain jangan berharap deh bisa masuk ke sebuah lingkungan pertemanan atau sosial, hal ini membuat diriku menerima pembelajaran yang salah dan membuat diriku mengalami kesalahan dalam memandang sebuah hubungan pertemanan. terlebih lagi aku merasa diriku tidak memiliki kelebihan. SMUku adalah salah satu SMU favorit di kotaku dan beberapa teman adalah kalangan jetzet alias berada waktu itu. Mereka udah punya kendaraan sendiri, menggunakan parfum yang ehmmm, memiliki alat komunikasi yang luar biasa pada saat itu, memiliki uang saku yang bisa dipergunakan untuk membeli apapun yang mereka mau, tempat tongkrongan yang gaul, and populer. Banyak yang tidak kumiliki...sehingga diriku semakin tenggelam jauhhhhhhh dengan persepsi-persepsiku walaupun aku memiliki beberapa teman yang tulus dan baik, entah kenapa aku merasa semakin terasing dan mentalku menjadi tidak baik, tumbuh kembang menjadi orang yang minder dan tidak PD. Walaupun dalam hatiku aku menyimpan begitu banyak obsesi dan tidak terima dengan kondisi ini...aku ingin mengatakan "Give me oppurtunity, because I can do it" tapi seakan-akan kesempatan itu hanya milik orang-orang yang "sempurna" dalam artian saat itu.
Aku menjadi tidak peduli dengan orang lain, karena aku merasa orang tidak mau peduli dengan diriku. Dan yang menggelikan setelah aku ingat-ingat adalah dengan kemampuan akademisku yang lumayan anak-anak yang mengklaim high class itu setiap kali ujian mereka melempar kertas padaku dan meminta jawaban soal-soal yang tidak bisa mereka kerjakan...aneh...ha..ha..sekarang aku bisa tersenyum...
Tapi dibalik itu semua mungkin ada kekecewaan di hatiku karena aku mendapati kondisi yang tidak aku harapkan...
After that, now at college...Dengan background SMU ku seperti itu membuat diriku tercipta dengan persepsiku sendiri, aku jadi minder, tidak peduli dengan orang lain bahkan tidak PD menatap orang atau menyapa orang karena aku takut kecewa seperti sewaktu di SMU...
Ya aku memandang dari sudut pandangku...
Suatu ketika aku bertemu dengan seorang kakak kelas kuliahku di kendaraan umum dan dia mulai menyapa diriku, mengajak ngobrol. Dan aku dengan senang hati berkomunikasi dengannya karena sebenarnya aku ini bukanlah orang yang tidak peduli dengan orang dan minder tetapi aku menciptakan diriku seperti itu.
Dia ternyata memperhatikan diriku, ehmmm jangan curiga dulu bukan memperhatikan sebagai pria terhadap wanita tetapi lebih ke sudut pandang seorang teman. Dia bertanya padaku "Kenapa kamu seperti ini", pertanyaan yang kuingat sampai sekarang. "Seperti ini bagaimana?" balasku bertanya...Lalu dia bilang "Liat kamu, kamu tidak peduli dengan orang, ada yang kamu kenal tapi tidak kamu sapa, berjalan aja seperti tidak ada orang di sekitar kamu"...aku diam mendengarkan dia berkata dan menilai diriku "Ehmmm kamu pernah kecewa ya or jangan-jangan sewaktu SMU pernah patah hati ya"...Kaget juga dengan penilaiannya yang memang sebenarnya ada benarnya. Lalu aku mulai cerita tentang "pertemanan" yang aku alami. Kemudian dia tertawa "Jadi itu yang membuat kamu seperti ini Dek ?" ha...ha...tawanya. Aku dengan serius berkata "Mana ada sich yang tulus mau berteman kalo tidak mendapatkan sesuatu yang menguntungkan baginya, nah saya apa yang saya puya"...kemudian dia senyum dan berkata "Wah bener nich kamu pernah patah hati dengan seseorang plus lingkungan kamu kebetulan kurang menunjang, justru sebaliknya kamu yang sesungguhnya tidak seperti ini"...Aku memikirkan perkataannya dan cuman bisa diam waktu itu.
Kemudian dia berkata, "Berteman itu tidak seperti itu, tidak sejelek or senegatif yang kamu simpulkan, berteman itu ketulusan. Coba deh kamu buka diri kamu, kamu punya banyak kelebihan kok dibandingkan berjalan dengan menunduk seperti itu, kamu ndak usah kuatir, pertemanan itu tidak seperti yang kamu bayangkan Dek". Tiba-tiba aku mencoba berpikir dan mengingat kembali...
Will continue ....
Minggu, 07 Oktober 2007
Kamis, 04 Oktober 2007
My Best Friends
Ass.wr.wb,
Semua orang sudah familiar dengan best friend atau sahabat. Sejak SD sudah punya temen-temen deket atau sahabat walaupun sekarang yang keep in touch cuman tinggal 2 or 3 orang aja. Ehmmm tapi ada juga lho yang heran klo aku masih deket sama temn-temen SD ku ini. Salah satunya malah temen TK dulunya :-)
Pas SMP punya juga sahabat-sahabat cuman sekarang udah jauh, yang bisa tau kabarnya cuman beberapa, tahunya juga dari friendster...he..he..teknologi oh teknologi....
Malahan yang aneh dulunya sewaktu SMP kita ndak seberapa deket, ya udah berteman sich cuman ndak seberapa deket tapi justru selepas SMP bahkan sampai sekarang malah kita kayak saudara sendiri. Temenku ini dokter gigi, dari SMP emang udah pinter sich...he..he..
Will continue....
Wassalam,
Semua orang sudah familiar dengan best friend atau sahabat. Sejak SD sudah punya temen-temen deket atau sahabat walaupun sekarang yang keep in touch cuman tinggal 2 or 3 orang aja. Ehmmm tapi ada juga lho yang heran klo aku masih deket sama temn-temen SD ku ini. Salah satunya malah temen TK dulunya :-)
Pas SMP punya juga sahabat-sahabat cuman sekarang udah jauh, yang bisa tau kabarnya cuman beberapa, tahunya juga dari friendster...he..he..teknologi oh teknologi....
Malahan yang aneh dulunya sewaktu SMP kita ndak seberapa deket, ya udah berteman sich cuman ndak seberapa deket tapi justru selepas SMP bahkan sampai sekarang malah kita kayak saudara sendiri. Temenku ini dokter gigi, dari SMP emang udah pinter sich...he..he..
Will continue....
Wassalam,
Senin, 17 September 2007
Pernikahanku
Ass.wr.wb
Alhamdulillah, aku melangsungkan pernikahanku pada tanggal 09 September 2007 dengan Hendri Karuniawan.
InsyaAllah menjadi keluarga yang sakinah, dikaruniai putra-putri yang sholeh dan shalihah, langgeng sampai ajal memisahkan, selalu dilimpahkan kasih sayang oleh Allah SWT, dimudahkan segala urusan kami, dibukakan pintu rejeki dan selalu dalam lindungan Allah SWT....amien...
Untuk pernik-pernik prosesi and picture...ntar yach saya share ;-)
Wassalam,
Alhamdulillah, aku melangsungkan pernikahanku pada tanggal 09 September 2007 dengan Hendri Karuniawan.
InsyaAllah menjadi keluarga yang sakinah, dikaruniai putra-putri yang sholeh dan shalihah, langgeng sampai ajal memisahkan, selalu dilimpahkan kasih sayang oleh Allah SWT, dimudahkan segala urusan kami, dibukakan pintu rejeki dan selalu dalam lindungan Allah SWT....amien...
Untuk pernik-pernik prosesi and picture...ntar yach saya share ;-)
Wassalam,
Kamis, 30 Agustus 2007
From my friend (Pak Fendi)
From my friend : Pak Fendi (saiful.hamideffendie@id.panasonic.com)
Puisi Pernikahan :
Untuk Suamiku
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah,
Apalagi secantik Zulaikha.
Justru Istrimu hanyalah wanita akhir jaman,
Yang punya cita-cita,Menjadi Sholehah....
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Istri adalah murid, Kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya.
Saat Istri menjadi madu, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan,
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana,
Justru ......Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasullulah,
Pun bukan pula sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi soleh...Amin.
Untuk Istriku
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Suami yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Muhammad saw,
Tidaklah setaqwa Ibrahim as,
Pun tidak setabah Ayub as,
Ataupun segagah Musa as,
Apalagi setampan Yusuf as.
Justru Suami hanyalah pria akhir jaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang Sholeh....
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung,Kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal,Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,Kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya suami masinis yang lancang, Sabarlah memperingatknnya.
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tidak segagah mana,
Justru ......Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukan pula Hajar, yang begitu setia dalam sengsara.
Cuma wanita akhir zaman,Yang berusaha menjadi solehah...Amin.
Puisi Pernikahan :
Untuk Suamiku
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah,
Apalagi secantik Zulaikha.
Justru Istrimu hanyalah wanita akhir jaman,
Yang punya cita-cita,Menjadi Sholehah....
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Istri menjadi tanah, Kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, Kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, Kamu gembalanya,
Istri adalah murid, Kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, Kamu tempat bermanjanya.
Saat Istri menjadi madu, Kamulah penawar bisanya,
Seandainya istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.
Pernikahan atau perkawinan,
Mengisyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tidak sehebat mana,
Justru ......Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasullulah,
Pun bukan pula sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi soleh...Amin.
Untuk Istriku
Pernikahan atau perkawinan,
Menyingkap tabir rahasia.
Suami yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Muhammad saw,
Tidaklah setaqwa Ibrahim as,
Pun tidak setabah Ayub as,
Ataupun segagah Musa as,
Apalagi setampan Yusuf as.
Justru Suami hanyalah pria akhir jaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang Sholeh....
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita kewajiban bersama,
Suami menjadi pelindung,Kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal,Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,Kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat suami menjadi raja, Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika suami menjadi bisa, Kamulah penawar obatnya,
Seandainya suami masinis yang lancang, Sabarlah memperingatknnya.
Pernikahan atau perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dari ridho Allah SWT.
Karena memiliki istri yang tidak segagah mana,
Justru ......Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukan pula Hajar, yang begitu setia dalam sengsara.
Cuma wanita akhir zaman,Yang berusaha menjadi solehah...Amin.
Rabu, 29 Agustus 2007
From my friend (Mbak Ugi)
From : Mbak Ugi (soegiharti.radji@id.panasonic.com)
Perkawinan…………………
Bahwa perkawinan adalah sama sekali bukan yang harus disesalkan,
karena disitulah perjalanan hidup yang sebenarnya
Bahwa perkawinan jangan pernah dirasakan sebagai beban,
karena justru perkawinan merupakan rumah peristirahatan yang damai, dimana bahteranya merupakan ombak yang
mengalun lembut, menyanyikan suara hati yang penuh dengan keindahan
Bahwa perkawinan, adalah merupakan rahmat Allah yang tiada tara
bahwa perkawinan adalah keikhlasan mendapat teman sejati
yang sangat manusiawi dengan pemahaman jujur tentang kebersamaan
tanpa melebihi satu sama lain
Bahwa perkawinan itu adalah juga cinta, dan itulah yang membuatnya menjadi lebih berharga………………………
PF : 09 September 2007
Selamat Menempuh Hidup Baru
Semoga menjadi keluarga sakinah, warrohmah dan mawaddah.
Rukun sampai kaken ninen serta barokah didunia dan diakhirat… Amin ya robbal alamin.
Thank you mbak Ugi .... :-)
Perkawinan…………………
Bahwa perkawinan adalah sama sekali bukan yang harus disesalkan,
karena disitulah perjalanan hidup yang sebenarnya
Bahwa perkawinan jangan pernah dirasakan sebagai beban,
karena justru perkawinan merupakan rumah peristirahatan yang damai, dimana bahteranya merupakan ombak yang
mengalun lembut, menyanyikan suara hati yang penuh dengan keindahan
Bahwa perkawinan, adalah merupakan rahmat Allah yang tiada tara
bahwa perkawinan adalah keikhlasan mendapat teman sejati
yang sangat manusiawi dengan pemahaman jujur tentang kebersamaan
tanpa melebihi satu sama lain
Bahwa perkawinan itu adalah juga cinta, dan itulah yang membuatnya menjadi lebih berharga………………………
PF : 09 September 2007
Selamat Menempuh Hidup Baru
Semoga menjadi keluarga sakinah, warrohmah dan mawaddah.
Rukun sampai kaken ninen serta barokah didunia dan diakhirat… Amin ya robbal alamin.
Thank you mbak Ugi .... :-)
Selasa, 28 Agustus 2007
Story 2
Waktu berjalan dan kehidupan juga terus berlanjut...Sang pria sudah bersama pujaan hati dan akupun mulai bisa ikhlas dan sembuh. Bersyukur sekali karena aku mempunyai teman-teman yang sangat men-support diriku dan selalu ada untuk ku. Air mata tidak ada lagi yang ada hari-hari yang menyenangkan dengan sahabat-sahabatku.
Saling cerita, saling tertawa ..ehmmm apa yang kurang dari keadaan ini. Sedangkan hubunganku dengan pria tersebut juga baik sebagai teman, dia memberi kabar dan begitu pula sebaliknya.
Suatu ketika aku merasakan sesuatu yang aneh, ya namanya kenyamanan dan perasaan suka walaupun tidak mendalam dengan salah satu sahabatku tetapi aku mencoba untuk tidak membuka perasaan ini dengan lebar dan hanya menikmatinya saja karena masih ada perasaan berhati-hati mengingat apa yang pernah aku alami. Aku punya sahabat 5 cowok dan 2 cewek selama bekerja di luar kota ini. Mereka sudah seperti abang dan adek bagiku. mereka lah yang membuatku cepat sembuh dan kembali melanjutkan hari-hari yang membahagiakan.
Aku tersadar bahwa aku menyukai sahabatku yah sebut saja Adri, karena ketika dia mengalami sakit aku heboh mencemaskan dirinya dan ketika bertemu dengannya aku merasakan kelegaan dan bahagia. hanyu satu sahabat cewek yang tahu tentang ini. Tapi aku mencoba untuk tetap menjadi sahabat saja walaupun aku sangat senang dengan perhatian yang diberikan. Padahal kalo dilihat kembali si Adri ini jauh dari type yang aku sukai, liat saja dia sangat kalem, lembah lembut, manja sekali karena dia anak bungsu padahal secara umur dia lebih tua dariku, kurang perhatian dengan teman..tapi sekali lagi aku melihat sesuatu yang menarik darinya..Dan betul saja ternyata dia menyukai salah satu sahabat cewekku...tidak ada kecewa karena aku sadar berani memulai harus berani menerima apa yang akan terjadi, kalau di ilmu statistik probabilitasnya 50 : 50 = sukses : gagal. So aku hanya bisa mensupport dia untuk mendapat gadis idamannya walaupun ternyata si gadis tidak bisa menerima dia sebagai kekasih. Ternyata oh ternyata temen cewek ku ini menyukai sebut saja Aldi, salah satu sahabat cowok yang lain...Dan Aldi tidak bisa memberikan apa yang temen cewekku harapkan.
Aneh memang ketika melihat situasi dimana ada orang yang sayang dengan kita tapi kita tidak bisa berlaku sama seperti dia begitu pula sebaliknya, ini anehnya...mungkin dibalik ini semua Allah SWT ingin berpesan bagaimana rasanya sayang itu dan agar kita bisa menghargainya apabila kita bertemu dengan orang yang tepat, bagaimana rasanya sakit, bagaimana rasanya menyakiti, bagaimana rasanya kecewa, bagaimana rasanya bahagia.
Aku tidak terlalu terluka dengan apa yang terjadi dan lebih bisa menerima, Alhamdulillah hubungan kita baik semua.
Di lain pihak ada salah satu sahabatku sebut saja Andre yang sangat memperhatikan diriku, ehmm dia temam yang sangat menyenangkan. Kebetulan apa yang menjadi favorit tontonan kita sama. Untuk masalah discuss kehidupan, sosial dia juga sangat menyenangkan. Orangnya sangat ngemong karena usianya agak jauh dariku sekitar 4-5 tahunan lebih tua. Dia mempunyai hubungan long distance dengan kekasihnya. Dan mereka mengalami kesulitan komunikasi, dia sempat bercerita denganku bahwa pria itu selain membutuhkan komunikasi juga membutuhkan pertemuan. Aku sempat berdebat dengannya karena menurutku komunikasi yang lebih berkualitas itu lebih penting dibandingkan dengan frekuensi pertemuan, hanya saja perdebatan ini tidak ada kesimpulan karena dia tidak menjelaskan detail maksud pertemuan yang sama pentingnya dengan komunikasi itu. Sahabatku ini lebih banyak berdiskusi dibandingkan dengan sahabat-sahabatku yang lain, kalau sudah discuss kita nyambung banget. Suatu ketika dia mengalami keputusan yang kurang baik dengan kekasihnya karena mereka tidak bisa melanjutkan hubungan lagi dan harus berpisah, sepertinya komunikasi sudah lama tidak terjalin dengan baik. Dia sering cerita tentang kekasihnya itu dan mengingat hubungan mereka yang lama tentunya kasih sayanag mereka juga pasti dalam..
Dan akhirnya dia mengutarakan sesuatu yang tidak terduga, dia menyatakan sayang dan ingin meningkatkan step pertemanan ke step selanjutnya, sesuatu yang tidak kuduga sebelumnya. Aku tidak yakin dan meragukan apa yang kurasakan pada sahabatku ini, aku sangat nyaman di dekatnya tapi apakah ini kasih sayang itu ? ah aku meragukan karena aku baru saja terluka. Aku tidak ingin semuanya jadi kabur dan hanya sesaat. Dia sangat baik tetapi ada hal yang aku tidak bisa menerima dia ke step selanjutnya dan lebih memilih untuk bersahabat dengannya.
Dia sangat heran dengan keputusanku mengingat diriku yang juga sangat terbuka dengannya, dan bersamaan dengan ini pria yang hadir di kehidupanku yang lalu sedang membutuhkan teman bercerita. Dia mengalami masalah dengan kekasihnya, dia sering menghubungiku... Ya Allah apa ini, apa yang harus aku lakukan 2 pria yang aku sayangi hadir bersamaan dalam waktu yang dekat...
Benar saja pria itu memutuskan hubungan dengan kekasihnya karena permasalahan diantara mereka yang sampai saat ini aku tidak tahu pasti.. Apa ini, apakah aku harus hadir lagi di kehidupan pria itu ? Karena sejujurnya sayang itu tetap ada untuk pria itu...Ya benar saja, dia mengutarakan ingin kembali, aku bimbang. Sahabatku dan pria ini adalah orang-orang yang ada di hati, mereka saling melengkapi candaku dalam hati seandainya mereka adalah 1 pria dengan gabungan kepribadian antara sahabatku dan pria itu, ehmmm that's my type begitu bisikku dalam hati. Jahat ya mungkin tapi begitulah yang sempat terlintas di benakku...tapi aku tidak ingin menyakiti siapa-siapa, karena sayang itu ketulusan
Semua bersamaan, aku berserah pada yang punya kehidupan mana yang terbaik aku jalanin...Dan ya aku kembali pada pria yang sebelumnya. Dia lebih dewasa sekarang dan ingin melangkah ke step yang selanjutnya untuk berkeluarga. Antara takut dan yakin aku menjalani semuanya, mengingat orang tuanya yang tidak memilih diriku. Pria ini meyakinkan diriku semuanya akan baik-baik saja, karena dia sudah meyakinkan sang ibu. Ibu akhirnya menyerahkan semuanya kepada putranya, dan dia mendukung keputusan putra yang disayangi itu. Kali ini hubunganku dengan keluarganya berjalan baik. Semua menerima diriku dengan baik dan ikhlas. Senyuman dan harapan yang baik ada di hatiku, aku melanjutkan pekerjaan dan kita harus berhubungan jarak jauh.
Aku akan berusaha bahwa komunikasi yang berkualitas adalah kuncinya. Masalah tetap timbul, karena dia ini adalah tipe pria yang sangat baik kepada gadis-gadis maka kesalahpahaman sering terjadi. Terlebih lagi tempat tinggalnya yang berdekatan dengan mantan gadisnya membuatnya sering bertemu, dan dia tidak bisa tegas dengan apa yang dirasakan walaupun sedikitpun aku tidak pernah meragukan sayangnya kepada diriku.
Aku lebih sensitif dan lebih mudah cemburu kepadanya, hanya saja logikaku berkata sebagai penyeimbang untuk apa aku tidak mempercayainya. Dan aku lebih memilih untuk mempercayainya...Aku disibukkan pekerjaan yang luar biasa menyita waktuku, bahkan hari Sabtu & Minggu bila perlu aku harus pergi ke kantor padahal pria ini adalah tipe pria dimana dia mendambakan kekasihnya ada di rumah dan tidak sibuk seperti super woman. Dia menjadi ketakutan dan sekali lagi kebimbangan ada di hatinya, hubungan kami kembali menurun...Ya Allah apa ini ? bisikku, tapi aku tersadar bahwa aku harus berusaha. Sekuat tenaga aku berusaha meyakinkan bahwa ini tidak berlangsung untuk selamanya dan aku berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa lebih banyak waktu untuk kita berdua. Sementara itu komunikasi kita semakin memburuk, ah apa benar teori andre bisikku dalam hati dan sekuat hati pula aku tidak mempercayainya.
Malam itu aku sedang mengerjakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda karena berhubungan dengan Head Quarter perusahaan dimana aku bekerja, jam 7 malam aku mulai gelisah karena pekerjaan tak juga selesai, tiba-tiba HPku berbunyi aku bahagia karena pria itu menelpon tetapi ada juga rasa cemas. Dan benar saja bukan kata-kata support agar pekerjaanku cepat selesai tetapi kata memutuskan hubungan yang aku dengar. Aku tidak bisa berkata-kata, hanya air mata yang mengalir...mulutku tertutup rapat dan hanya mendengar kata putusan seperti seorang terdakwa...Apa salahku bisikku dalam hati, aku tidak mendua, aku tidak berlaku buruk apa ini...bisikku berulang-ulang...Dan tidak ada keraguan dalam perkataannya, tiada lain ingin menyudahi hubungan kita yang sudah berlangsung 6 tahun...Dia hanya berkata "aku takut melihat dirimu begitu sibuk dengan pekerjaan", aku seperti seorang terdakwa yang hanya bisa mengeluarkan kata-kta pembelaan bahwa ini tidak untuk selamanya..tapi pembelaanku tidak cukup semuanya sudah berakhir...Kata-kata istighfar yang keluar dari mulutku agar aku diberikan kekuatan, karena aku harus melepas orang yang aku sayangi sekali lagi...Orang yang aku pahami, walaupun pemahamanku masih banyak kekurangannya....Tiba-tiba semuanya hening, dan aku seperti kehilangan kata-kata.....
Saling cerita, saling tertawa ..ehmmm apa yang kurang dari keadaan ini. Sedangkan hubunganku dengan pria tersebut juga baik sebagai teman, dia memberi kabar dan begitu pula sebaliknya.
Suatu ketika aku merasakan sesuatu yang aneh, ya namanya kenyamanan dan perasaan suka walaupun tidak mendalam dengan salah satu sahabatku tetapi aku mencoba untuk tidak membuka perasaan ini dengan lebar dan hanya menikmatinya saja karena masih ada perasaan berhati-hati mengingat apa yang pernah aku alami. Aku punya sahabat 5 cowok dan 2 cewek selama bekerja di luar kota ini. Mereka sudah seperti abang dan adek bagiku. mereka lah yang membuatku cepat sembuh dan kembali melanjutkan hari-hari yang membahagiakan.
Aku tersadar bahwa aku menyukai sahabatku yah sebut saja Adri, karena ketika dia mengalami sakit aku heboh mencemaskan dirinya dan ketika bertemu dengannya aku merasakan kelegaan dan bahagia. hanyu satu sahabat cewek yang tahu tentang ini. Tapi aku mencoba untuk tetap menjadi sahabat saja walaupun aku sangat senang dengan perhatian yang diberikan. Padahal kalo dilihat kembali si Adri ini jauh dari type yang aku sukai, liat saja dia sangat kalem, lembah lembut, manja sekali karena dia anak bungsu padahal secara umur dia lebih tua dariku, kurang perhatian dengan teman..tapi sekali lagi aku melihat sesuatu yang menarik darinya..Dan betul saja ternyata dia menyukai salah satu sahabat cewekku...tidak ada kecewa karena aku sadar berani memulai harus berani menerima apa yang akan terjadi, kalau di ilmu statistik probabilitasnya 50 : 50 = sukses : gagal. So aku hanya bisa mensupport dia untuk mendapat gadis idamannya walaupun ternyata si gadis tidak bisa menerima dia sebagai kekasih. Ternyata oh ternyata temen cewek ku ini menyukai sebut saja Aldi, salah satu sahabat cowok yang lain...Dan Aldi tidak bisa memberikan apa yang temen cewekku harapkan.
Aneh memang ketika melihat situasi dimana ada orang yang sayang dengan kita tapi kita tidak bisa berlaku sama seperti dia begitu pula sebaliknya, ini anehnya...mungkin dibalik ini semua Allah SWT ingin berpesan bagaimana rasanya sayang itu dan agar kita bisa menghargainya apabila kita bertemu dengan orang yang tepat, bagaimana rasanya sakit, bagaimana rasanya menyakiti, bagaimana rasanya kecewa, bagaimana rasanya bahagia.
Aku tidak terlalu terluka dengan apa yang terjadi dan lebih bisa menerima, Alhamdulillah hubungan kita baik semua.
Di lain pihak ada salah satu sahabatku sebut saja Andre yang sangat memperhatikan diriku, ehmm dia temam yang sangat menyenangkan. Kebetulan apa yang menjadi favorit tontonan kita sama. Untuk masalah discuss kehidupan, sosial dia juga sangat menyenangkan. Orangnya sangat ngemong karena usianya agak jauh dariku sekitar 4-5 tahunan lebih tua. Dia mempunyai hubungan long distance dengan kekasihnya. Dan mereka mengalami kesulitan komunikasi, dia sempat bercerita denganku bahwa pria itu selain membutuhkan komunikasi juga membutuhkan pertemuan. Aku sempat berdebat dengannya karena menurutku komunikasi yang lebih berkualitas itu lebih penting dibandingkan dengan frekuensi pertemuan, hanya saja perdebatan ini tidak ada kesimpulan karena dia tidak menjelaskan detail maksud pertemuan yang sama pentingnya dengan komunikasi itu. Sahabatku ini lebih banyak berdiskusi dibandingkan dengan sahabat-sahabatku yang lain, kalau sudah discuss kita nyambung banget. Suatu ketika dia mengalami keputusan yang kurang baik dengan kekasihnya karena mereka tidak bisa melanjutkan hubungan lagi dan harus berpisah, sepertinya komunikasi sudah lama tidak terjalin dengan baik. Dia sering cerita tentang kekasihnya itu dan mengingat hubungan mereka yang lama tentunya kasih sayanag mereka juga pasti dalam..
Dan akhirnya dia mengutarakan sesuatu yang tidak terduga, dia menyatakan sayang dan ingin meningkatkan step pertemanan ke step selanjutnya, sesuatu yang tidak kuduga sebelumnya. Aku tidak yakin dan meragukan apa yang kurasakan pada sahabatku ini, aku sangat nyaman di dekatnya tapi apakah ini kasih sayang itu ? ah aku meragukan karena aku baru saja terluka. Aku tidak ingin semuanya jadi kabur dan hanya sesaat. Dia sangat baik tetapi ada hal yang aku tidak bisa menerima dia ke step selanjutnya dan lebih memilih untuk bersahabat dengannya.
Dia sangat heran dengan keputusanku mengingat diriku yang juga sangat terbuka dengannya, dan bersamaan dengan ini pria yang hadir di kehidupanku yang lalu sedang membutuhkan teman bercerita. Dia mengalami masalah dengan kekasihnya, dia sering menghubungiku... Ya Allah apa ini, apa yang harus aku lakukan 2 pria yang aku sayangi hadir bersamaan dalam waktu yang dekat...
Benar saja pria itu memutuskan hubungan dengan kekasihnya karena permasalahan diantara mereka yang sampai saat ini aku tidak tahu pasti.. Apa ini, apakah aku harus hadir lagi di kehidupan pria itu ? Karena sejujurnya sayang itu tetap ada untuk pria itu...Ya benar saja, dia mengutarakan ingin kembali, aku bimbang. Sahabatku dan pria ini adalah orang-orang yang ada di hati, mereka saling melengkapi candaku dalam hati seandainya mereka adalah 1 pria dengan gabungan kepribadian antara sahabatku dan pria itu, ehmmm that's my type begitu bisikku dalam hati. Jahat ya mungkin tapi begitulah yang sempat terlintas di benakku...tapi aku tidak ingin menyakiti siapa-siapa, karena sayang itu ketulusan
Semua bersamaan, aku berserah pada yang punya kehidupan mana yang terbaik aku jalanin...Dan ya aku kembali pada pria yang sebelumnya. Dia lebih dewasa sekarang dan ingin melangkah ke step yang selanjutnya untuk berkeluarga. Antara takut dan yakin aku menjalani semuanya, mengingat orang tuanya yang tidak memilih diriku. Pria ini meyakinkan diriku semuanya akan baik-baik saja, karena dia sudah meyakinkan sang ibu. Ibu akhirnya menyerahkan semuanya kepada putranya, dan dia mendukung keputusan putra yang disayangi itu. Kali ini hubunganku dengan keluarganya berjalan baik. Semua menerima diriku dengan baik dan ikhlas. Senyuman dan harapan yang baik ada di hatiku, aku melanjutkan pekerjaan dan kita harus berhubungan jarak jauh.
Aku akan berusaha bahwa komunikasi yang berkualitas adalah kuncinya. Masalah tetap timbul, karena dia ini adalah tipe pria yang sangat baik kepada gadis-gadis maka kesalahpahaman sering terjadi. Terlebih lagi tempat tinggalnya yang berdekatan dengan mantan gadisnya membuatnya sering bertemu, dan dia tidak bisa tegas dengan apa yang dirasakan walaupun sedikitpun aku tidak pernah meragukan sayangnya kepada diriku.
Aku lebih sensitif dan lebih mudah cemburu kepadanya, hanya saja logikaku berkata sebagai penyeimbang untuk apa aku tidak mempercayainya. Dan aku lebih memilih untuk mempercayainya...Aku disibukkan pekerjaan yang luar biasa menyita waktuku, bahkan hari Sabtu & Minggu bila perlu aku harus pergi ke kantor padahal pria ini adalah tipe pria dimana dia mendambakan kekasihnya ada di rumah dan tidak sibuk seperti super woman. Dia menjadi ketakutan dan sekali lagi kebimbangan ada di hatinya, hubungan kami kembali menurun...Ya Allah apa ini ? bisikku, tapi aku tersadar bahwa aku harus berusaha. Sekuat tenaga aku berusaha meyakinkan bahwa ini tidak berlangsung untuk selamanya dan aku berusaha untuk mendapatkan pekerjaan yang bisa lebih banyak waktu untuk kita berdua. Sementara itu komunikasi kita semakin memburuk, ah apa benar teori andre bisikku dalam hati dan sekuat hati pula aku tidak mempercayainya.
Malam itu aku sedang mengerjakan pekerjaan yang tidak dapat ditunda karena berhubungan dengan Head Quarter perusahaan dimana aku bekerja, jam 7 malam aku mulai gelisah karena pekerjaan tak juga selesai, tiba-tiba HPku berbunyi aku bahagia karena pria itu menelpon tetapi ada juga rasa cemas. Dan benar saja bukan kata-kata support agar pekerjaanku cepat selesai tetapi kata memutuskan hubungan yang aku dengar. Aku tidak bisa berkata-kata, hanya air mata yang mengalir...mulutku tertutup rapat dan hanya mendengar kata putusan seperti seorang terdakwa...Apa salahku bisikku dalam hati, aku tidak mendua, aku tidak berlaku buruk apa ini...bisikku berulang-ulang...Dan tidak ada keraguan dalam perkataannya, tiada lain ingin menyudahi hubungan kita yang sudah berlangsung 6 tahun...Dia hanya berkata "aku takut melihat dirimu begitu sibuk dengan pekerjaan", aku seperti seorang terdakwa yang hanya bisa mengeluarkan kata-kta pembelaan bahwa ini tidak untuk selamanya..tapi pembelaanku tidak cukup semuanya sudah berakhir...Kata-kata istighfar yang keluar dari mulutku agar aku diberikan kekuatan, karena aku harus melepas orang yang aku sayangi sekali lagi...Orang yang aku pahami, walaupun pemahamanku masih banyak kekurangannya....Tiba-tiba semuanya hening, dan aku seperti kehilangan kata-kata.....
Minggu, 26 Agustus 2007
Story
Bertemu pertama kali kesannya sangat baik...ehmmm ada yang menarik di dirinya tetapi aku tidak tau apakah itu, karena ternyata sesuatu yang menarik itu tidak mesti dapat di deskripsikan secara detail...
Banyak yang menyukai sosok itu, bahkan ada yang cantik dan kaya tetapi dia tidak memilihnya...dengan sederhana dia bilang, " namanya suka ndak bisa dipaksakan"...well betul juga setelah dipikir-pikir...
Bahkan si cewek ini sudah sangat berani memperlihatkan rasa kagumnya pada sang pria. Tapi sang pria hanya bisa menyambut sebagai seorang sahabat dan adek tidak lebih...
Ada juga cewek yang lain sampai bela-belain membawa sesuatu dan bertanya-tanya background pria itu, dan sang pria tidak ingin berlama-lama menanggapi hal itu dan bilang kalau dia sudah bertunangan dengan gadis pilihan orang tua di desanya...
Aku heran dan cuman bisa menyaksikan apa yang terjadi di hadapanku, temen-temen cewek itu bercerita padaku tentang rasa sukanya pada pria itu dan aku cuman bisa mensupport saja :-)
Waktu berjalan aku sering aktif di kegiatan kampus dan sering bertemu dengan sang pria, dan akhirnya aku bisa tau mengapa sang gadis-gadis menyukainya, dia sosok yang supel dan banyak bercerita...sebenarnya dia tidak tertarik dengan gdis-gadis itu karena dia cuman tertarik dengan satu cewek yang memang sangat menarik hatinya begitu dalam tak lain salah satu temanku tapi sang gadi s tidak bisa memberikan apa yang diinginkan oleh sang pria. Sang pria merasakan broken heart sama seperti yang dirasakan gadis-gadis lain terhadap dirinya...tapi dia sosok yang kuat dan punya something yang menarik baginya tak dapat gadis itu berteman dengannya pun sudah cukup dan dia menyimpan perasaanya sambil terus ber-adventure :-)
Suatu ketika aku merasakan apa yang dirasakan oleh gadis-gadis yang menyukainya, apakah ini ....ada ketakutan untuk merasakan patah hati tapi, hi berani merasakan ini berarti berani merasakan sakitnya...ha..ha...filosofi yang seting diomongkan oleh teman-teman di kampus :-)...Dan aku tidak bisa memungkiri kalo ternyata aku menyayanginya tidak hanya sebagai teman...
Aku tidak tahu apakah dia merasakan atau tidak, karena dia masih saja menjodoh-jodohkan diriku dengan teman-temannya...
Suatu ketika banyak moment yang kita habiskan bersama dan sering terlibat kegiatan bersama, dan mungkin dia merasakan hal serupa...akhirnya dia menyatakan perasaanya padaku walaupun bayang-bayang gadis impiannya juga ada di hubungan kita..tapi itu semua tidak mengurangi rasa sayang, walaupun cemburu juga ada diantara kita...
Everything going well, kita saling berbagi walaupun sifatnya yang keras juga kadang-kadang membuatku tidak bisa menjadi dirku sendiri, sekali lagi pemahaman dan belajar untuk tidak egois ada di diri kita masing-masing...Umur kita sama sehingga banyak sekali benturan, dan sekali lagi kita belajar dari situ...
Sifatnya yang petualang, membuat dia tidak bisa stay di satu hati, walaupun aku tahu dia menyayangi diriku...Waktu itu hubungan kita masih berjalan baruu saja, sehingga dengan mudahnya aku berkata "kalo ada yang lebih baik dari diriku silahkan saja"...ha..ha.. seperti tidak ada rasa sakit hati ketika di tinggalkan begitu lancar mengalir dari ucapanku...Dan betul saja dia sempat marah dengan perkataanku tapi yang mengherankan dia berkenalan dengan gadis lain yang membuatnya sangat penasaran....Dia mencari sang gadis tapi tidak sesuai dengan rasa penasarannya, walaupun dia sudah pernah diingatkan oleh sahabatnya untuk tidak melakukan petualangan karena dia sudah berkomitmen dengan diriku...
waktu berjalan hubungan kita semakin lama pula umurnya, aku semakin memahaminya, saat-saat yang indah dan manis sudah dirasakan begitu pula yang sakit dan menyedihkan...Dan aku semakin takut kehilangan dia, karena bagiku berkomitmen adalah janji dan itu bukan main-main...Suatu ketika tiba saatnya bertemu dengan orang tuanya, dan ternyata orang tuanya tidak menyetujui dirinya dengan diriku...aku seperti jatuh, sedih.......ternyata aku mengalami juga...sang pria tidak kuasa menolak keinginan sang ibu, dia berkata padaku "aku bingung, aku tidak ingin menyakiti ibu karena apabila kita bersamapun suatu ketika kamu harus hidup dengan keluargaku, dengan penolakan ibu padamu apa yang terjadi nantinya"....seprti ditampar dan dipukul habis-habisan, tenagaku habis...aku berusaha tabah dan kuat, aku tahu diapun sedih sama sedihnya dengan diriku...aku harus mensupport kekasihku tapi akupun hancur....dengan berani aku berkata, "aku yakin apabila kita berusaha bersama kita bisa melalui ini dan meyakinkan orang tuamu tanpa menyakiti mereka, maafkan aku yang tidak bisa memenuhi harapan ibu, dan bukan berarti aku menambah bebanmu tapi aku ingin kita mempertahankannya"
Dia anak yang berbakti dan tak ingin menyakiti ibunya, itu yang aku tahu pada akhirnya...aku keukeuh dengan pendirianku...aku akan berusaha...
Aku bertanya mengapa ibu tidak menyukaiku, alasannya sederhana karena kultur kami yang berbeda, Ibu merasa diriku dari kota sedangkan background mereka yang dari daerah...yah tapi aku harus menerima itu....
Kejadian ini membuat sang pria bimbang dan mencari sosok gadis yang sesuai dengan impian sang Ibu walaupun dia masih bersama diriku...sakit karena hubungan kita semakin tidak jelas tapi aku tidak menyerah, aku menyemangatinya bahwa kita pasti bisa...
Dan benar saja ketika aku lulus dan mendapat pekerjaan yang jauh darinya, diam-diam dia menjalin hubungan dengan gadis lain yang menurut dia memenuhi kriteria sang Ibu... Sekali lagi sakit, seperti terlempar, apa salahku sering aku bertanya seperti itu...Kasih sayangnya yang membuat dia tidak bisa lepas dariku tapi sekaligus menyakitiku...
Aku mencoba memahami keadaan ini, apa ini, kenapa dan berbagai macam pertanyaan...
Dan akhirnya aku mendengar juga kata selamat tinggal, dengan aneh dia berkata "aku mencoba hubungan dengan gadis ini dan meninggalkanmu tapi percayalah aku akan kembali padamu"
Apa ini, sakit, marah, kecewa tetapi rasa sayang datang bersamaan....aku menangis, sedih, sakit sekali...aku bertanya kepada Allah..kenapa ya Allah, apa salah hamba...aku tidak pernah menyakitinya tapi kenapa ini terjadi......Suatu ketika aku sholat, menangis tersedu-sedu sambil mengadu pada yang punya hidupku dan berusaha introspeksi dengan diriku...Ya banyak sekali kekurangan kita, dan ini yang membuat kita tersadar bahwa kita ini bukan apa-apa dan sudah ada yang Maha Tahu dan Maha segalanya..Dia yang mengetahui apa yang tebaik bagi manusia...
Aku mulai pasrah dan ikhlas....Hey ada tenang mengalir di diriku, dan air mata itu sudah menjadi air mata ucapan syukur karena ketabahan yang diberikan sang pencipta...
Aku bisa melaluinya bahkan ketika sang pria bercerita tentang masalahnya dengan sang gadis...Alhamdulillah aku bisa menjadi temannya...ini lebih baik bisikku dalam hati...begitu banyak teman dan sahabat yang memperhatikan...hey aku tidak sakit separah itu bisikku dalam hati, Allah begitu indah memberikan rasa melalui ini semua...
Dan memulai memahami bahwa sang pria pun bisa jadi tidak salah dan tidak ada yang salah dari ini semua, karena ini hanyalah proses untuk mendapatkan sesuatu yang manis.........
Banyak yang menyukai sosok itu, bahkan ada yang cantik dan kaya tetapi dia tidak memilihnya...dengan sederhana dia bilang, " namanya suka ndak bisa dipaksakan"...well betul juga setelah dipikir-pikir...
Bahkan si cewek ini sudah sangat berani memperlihatkan rasa kagumnya pada sang pria. Tapi sang pria hanya bisa menyambut sebagai seorang sahabat dan adek tidak lebih...
Ada juga cewek yang lain sampai bela-belain membawa sesuatu dan bertanya-tanya background pria itu, dan sang pria tidak ingin berlama-lama menanggapi hal itu dan bilang kalau dia sudah bertunangan dengan gadis pilihan orang tua di desanya...
Aku heran dan cuman bisa menyaksikan apa yang terjadi di hadapanku, temen-temen cewek itu bercerita padaku tentang rasa sukanya pada pria itu dan aku cuman bisa mensupport saja :-)
Waktu berjalan aku sering aktif di kegiatan kampus dan sering bertemu dengan sang pria, dan akhirnya aku bisa tau mengapa sang gadis-gadis menyukainya, dia sosok yang supel dan banyak bercerita...sebenarnya dia tidak tertarik dengan gdis-gadis itu karena dia cuman tertarik dengan satu cewek yang memang sangat menarik hatinya begitu dalam tak lain salah satu temanku tapi sang gadi s tidak bisa memberikan apa yang diinginkan oleh sang pria. Sang pria merasakan broken heart sama seperti yang dirasakan gadis-gadis lain terhadap dirinya...tapi dia sosok yang kuat dan punya something yang menarik baginya tak dapat gadis itu berteman dengannya pun sudah cukup dan dia menyimpan perasaanya sambil terus ber-adventure :-)
Suatu ketika aku merasakan apa yang dirasakan oleh gadis-gadis yang menyukainya, apakah ini ....ada ketakutan untuk merasakan patah hati tapi, hi berani merasakan ini berarti berani merasakan sakitnya...ha..ha...filosofi yang seting diomongkan oleh teman-teman di kampus :-)...Dan aku tidak bisa memungkiri kalo ternyata aku menyayanginya tidak hanya sebagai teman...
Aku tidak tahu apakah dia merasakan atau tidak, karena dia masih saja menjodoh-jodohkan diriku dengan teman-temannya...
Suatu ketika banyak moment yang kita habiskan bersama dan sering terlibat kegiatan bersama, dan mungkin dia merasakan hal serupa...akhirnya dia menyatakan perasaanya padaku walaupun bayang-bayang gadis impiannya juga ada di hubungan kita..tapi itu semua tidak mengurangi rasa sayang, walaupun cemburu juga ada diantara kita...
Everything going well, kita saling berbagi walaupun sifatnya yang keras juga kadang-kadang membuatku tidak bisa menjadi dirku sendiri, sekali lagi pemahaman dan belajar untuk tidak egois ada di diri kita masing-masing...Umur kita sama sehingga banyak sekali benturan, dan sekali lagi kita belajar dari situ...
Sifatnya yang petualang, membuat dia tidak bisa stay di satu hati, walaupun aku tahu dia menyayangi diriku...Waktu itu hubungan kita masih berjalan baruu saja, sehingga dengan mudahnya aku berkata "kalo ada yang lebih baik dari diriku silahkan saja"...ha..ha.. seperti tidak ada rasa sakit hati ketika di tinggalkan begitu lancar mengalir dari ucapanku...Dan betul saja dia sempat marah dengan perkataanku tapi yang mengherankan dia berkenalan dengan gadis lain yang membuatnya sangat penasaran....Dia mencari sang gadis tapi tidak sesuai dengan rasa penasarannya, walaupun dia sudah pernah diingatkan oleh sahabatnya untuk tidak melakukan petualangan karena dia sudah berkomitmen dengan diriku...
waktu berjalan hubungan kita semakin lama pula umurnya, aku semakin memahaminya, saat-saat yang indah dan manis sudah dirasakan begitu pula yang sakit dan menyedihkan...Dan aku semakin takut kehilangan dia, karena bagiku berkomitmen adalah janji dan itu bukan main-main...Suatu ketika tiba saatnya bertemu dengan orang tuanya, dan ternyata orang tuanya tidak menyetujui dirinya dengan diriku...aku seperti jatuh, sedih.......ternyata aku mengalami juga...sang pria tidak kuasa menolak keinginan sang ibu, dia berkata padaku "aku bingung, aku tidak ingin menyakiti ibu karena apabila kita bersamapun suatu ketika kamu harus hidup dengan keluargaku, dengan penolakan ibu padamu apa yang terjadi nantinya"....seprti ditampar dan dipukul habis-habisan, tenagaku habis...aku berusaha tabah dan kuat, aku tahu diapun sedih sama sedihnya dengan diriku...aku harus mensupport kekasihku tapi akupun hancur....dengan berani aku berkata, "aku yakin apabila kita berusaha bersama kita bisa melalui ini dan meyakinkan orang tuamu tanpa menyakiti mereka, maafkan aku yang tidak bisa memenuhi harapan ibu, dan bukan berarti aku menambah bebanmu tapi aku ingin kita mempertahankannya"
Dia anak yang berbakti dan tak ingin menyakiti ibunya, itu yang aku tahu pada akhirnya...aku keukeuh dengan pendirianku...aku akan berusaha...
Aku bertanya mengapa ibu tidak menyukaiku, alasannya sederhana karena kultur kami yang berbeda, Ibu merasa diriku dari kota sedangkan background mereka yang dari daerah...yah tapi aku harus menerima itu....
Kejadian ini membuat sang pria bimbang dan mencari sosok gadis yang sesuai dengan impian sang Ibu walaupun dia masih bersama diriku...sakit karena hubungan kita semakin tidak jelas tapi aku tidak menyerah, aku menyemangatinya bahwa kita pasti bisa...
Dan benar saja ketika aku lulus dan mendapat pekerjaan yang jauh darinya, diam-diam dia menjalin hubungan dengan gadis lain yang menurut dia memenuhi kriteria sang Ibu... Sekali lagi sakit, seperti terlempar, apa salahku sering aku bertanya seperti itu...Kasih sayangnya yang membuat dia tidak bisa lepas dariku tapi sekaligus menyakitiku...
Aku mencoba memahami keadaan ini, apa ini, kenapa dan berbagai macam pertanyaan...
Dan akhirnya aku mendengar juga kata selamat tinggal, dengan aneh dia berkata "aku mencoba hubungan dengan gadis ini dan meninggalkanmu tapi percayalah aku akan kembali padamu"
Apa ini, sakit, marah, kecewa tetapi rasa sayang datang bersamaan....aku menangis, sedih, sakit sekali...aku bertanya kepada Allah..kenapa ya Allah, apa salah hamba...aku tidak pernah menyakitinya tapi kenapa ini terjadi......Suatu ketika aku sholat, menangis tersedu-sedu sambil mengadu pada yang punya hidupku dan berusaha introspeksi dengan diriku...Ya banyak sekali kekurangan kita, dan ini yang membuat kita tersadar bahwa kita ini bukan apa-apa dan sudah ada yang Maha Tahu dan Maha segalanya..Dia yang mengetahui apa yang tebaik bagi manusia...
Aku mulai pasrah dan ikhlas....Hey ada tenang mengalir di diriku, dan air mata itu sudah menjadi air mata ucapan syukur karena ketabahan yang diberikan sang pencipta...
Aku bisa melaluinya bahkan ketika sang pria bercerita tentang masalahnya dengan sang gadis...Alhamdulillah aku bisa menjadi temannya...ini lebih baik bisikku dalam hati...begitu banyak teman dan sahabat yang memperhatikan...hey aku tidak sakit separah itu bisikku dalam hati, Allah begitu indah memberikan rasa melalui ini semua...
Dan memulai memahami bahwa sang pria pun bisa jadi tidak salah dan tidak ada yang salah dari ini semua, karena ini hanyalah proses untuk mendapatkan sesuatu yang manis.........
Senin, 06 Agustus 2007
07 Aug 07, Morning

Ass.wr.wb,
After sleepy monday at office on yesterday...ha..ha..hopely this day more fresh...
Start with full spirit, Bismillah...
Menjemput Impian
By Kla Project (source : http://www.stlyrics.com/)
Indah larik pelangi
Seusai hujan membuka hari
Samar dirajut mega
Garis wajahmu lembut tercipta
Telah jauh kutempuh ... perjalanan
Bawa sebentuk cinta
Menjemput impian
Desau rindu meresap
Kenangan haru kudekap
Semakin dekat tuntaskan penantian
Kekasih, aku pulang
Menjemput impian
Kau dan aku ... jadi satu arungi laut biru
Tak kan ada yang kuasa mengusik haluannya
Kau dan aku ... jadi satu
Sambut datangku
Sekian lama waktu telah mengurai makna
Cinta kita gemerlap terasah masaKan kubuat prasasti dari tulusnya janji
Walau apa terjadi tetap tegak berdiri
Kau dan aku jadi satu
Bersama kita jemput... impian
Selasa, 31 Juli 2007
Nice Song
Lagu ini sering aku denger pas malam-malam di radio, pas lagi buat sesuatu for InsyaAllah my wedding souvenir ....
Sempurna
by Andra & The Backbone
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu
Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
*
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna...
Sempurna...
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku
*
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna...Sempurna...
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sayangku kau begitu
Sempurna...
Sempurna...
Sempurna
by Andra & The Backbone
Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memujimu
Disetiap langkahku
Kukan slalu memikirkan dirimu
Tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cintamu
*
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna...
Sempurna...
Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku
*
Janganlah kau tinggalkan diriku
Takkan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sempurna...Sempurna...
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku, kau begitu
Sayangku kau begitu
Sempurna...
Sempurna...
Kamis, 01 Februari 2007
L.O.V.E
Ass.wr.wb,
Kenapa judulnya gitu, nggak tau ...:-) ehmm bingung cari judulnya...
"Funny how I feel...I'm so glad that it was you" yes, this is part of song, soundrtracknya You've get mail Tom Hanks :-).
Waktu SMU, ada beberapa teman yang populer & pastinya banyak yang ngefans alias suka tapi di bilang LOVE nggak tau juga, cuman ada juga lho yang menemukan soulmatenya di sini ...he...he...jangan nanya ya berapa %. Jadi ingat ada seorang teman yang kebetulan sahabatku, dia cukup menarik trus lumayan pintar juga dan cukup "menyadari" bahwa dia high quality. Banyak yang ngefans sampai heboh dari type A sampai Z. Suatu ketika ada seorang kakak kelas yang "nyantol" (bahasa apa nich...nyangkut) di hatinya, walaupun yang namanya kepikiran bakalan married ama nich orang masih jauuuuuhhhh banget, sepengetahuanku waktu itu sich mereka menjalani dengan santai walaupun menurutku yang masih belum seberapa ngeh (masak iya ya :-)) yang namanya nemenin mamanya cowoknya belanja udh dilakukan...uhuy...udh serius bukan. Waktu itu sich komentar sahabatku "aku belum tau kok gmana ke depannya". Dan mereka jadian cukup lama lho malah sampai kuliah tapi belum sampai menikah, karena masig2 akhirnya married ama orang lain...Mereka akhirnya menemukan pasangan masing-masing & Insya Allah sama2 bahagia.
Ada juga yang persis di sinetron or sinetron yang niru kehidupan alias terinspirasi...he..he... :-) Temenku cewek ini punya sahabat trus sahabatnya itu punya cowok, tapi ternyata cowok sahabat temenku itu juga suka ama temenku...nah lho ...dan disambut dengan baik ama temenku, si cowok ini jalan dengan sepasang sahabat...not good...cause banyak yang disakiti pada akhirnya...End result bubar dan tidak dengan dua-duanya alias semua dapat pasangan masing-masing dan punya kehidupan bahagia :-)
Ehmmm ada lagi temenku yang terlibat hubungan complicated dengan pria beristri, awalnya sich dari saling mengagumi karena mereka satu kantor. Si pria sudah memiliki kedudukan yang lumayan ditambah, sedangkan si cewek dan keluarganya mendambakan seorang pria yang "mampu" membahagiakan dan sudah mapan. Si pria mengatakan kurang bahagia dengan kehidapan pernikahannya, walaupun sudah ada seorang anak yang hadir di pernikahannya. Menurut dia istrinya adalah bukan type yang diinginkan, karena dia dijodohkan oleh orang tuanya...aneh memang...padahal sebelum dijodohkan si pria sudah menjalin hubungan dengan temen satu kantor juga, tapi entah kenapa dia tidak bisa mempertahankan dan menerima perjodohan itu. Hampir tidak percaya kalo melihat type pria ini, dia pria pintar-modern-suka berdebat or beragumen- but untuk urusan yang satu ini sangat bertolak belakang dengan type saat dia bekerja :-) it's weird ...yes is it. Sedangkan temenku sudah merasa "nyaman" dengan keberadaan pria itu, karena klo tidak nyaman tidak mungkin bisa saling bergantung untuk jangka waktu yang lama walaupun aku sendiri tidak bisa membayangkan perasaannya ...ndak tau harus support or bagaimana...tapi sebagai teman tentu saja saya hanya bisa mendoakan yang terbaik....
Ada juga yang mengalami sejak SMP, SMA, Kuliah dan akhirnya menikah......wow this is true :-)
See it's very strange ...that's small thing about L.O.V.E on today...Get inspiration from some story around me ......
Kenapa judulnya gitu, nggak tau ...:-) ehmm bingung cari judulnya...
"Funny how I feel...I'm so glad that it was you" yes, this is part of song, soundrtracknya You've get mail Tom Hanks :-).
Waktu SMU, ada beberapa teman yang populer & pastinya banyak yang ngefans alias suka tapi di bilang LOVE nggak tau juga, cuman ada juga lho yang menemukan soulmatenya di sini ...he...he...jangan nanya ya berapa %. Jadi ingat ada seorang teman yang kebetulan sahabatku, dia cukup menarik trus lumayan pintar juga dan cukup "menyadari" bahwa dia high quality. Banyak yang ngefans sampai heboh dari type A sampai Z. Suatu ketika ada seorang kakak kelas yang "nyantol" (bahasa apa nich...nyangkut) di hatinya, walaupun yang namanya kepikiran bakalan married ama nich orang masih jauuuuuhhhh banget, sepengetahuanku waktu itu sich mereka menjalani dengan santai walaupun menurutku yang masih belum seberapa ngeh (masak iya ya :-)) yang namanya nemenin mamanya cowoknya belanja udh dilakukan...uhuy...udh serius bukan. Waktu itu sich komentar sahabatku "aku belum tau kok gmana ke depannya". Dan mereka jadian cukup lama lho malah sampai kuliah tapi belum sampai menikah, karena masig2 akhirnya married ama orang lain...Mereka akhirnya menemukan pasangan masing-masing & Insya Allah sama2 bahagia.
Ada juga yang persis di sinetron or sinetron yang niru kehidupan alias terinspirasi...he..he... :-) Temenku cewek ini punya sahabat trus sahabatnya itu punya cowok, tapi ternyata cowok sahabat temenku itu juga suka ama temenku...nah lho ...dan disambut dengan baik ama temenku, si cowok ini jalan dengan sepasang sahabat...not good...cause banyak yang disakiti pada akhirnya...End result bubar dan tidak dengan dua-duanya alias semua dapat pasangan masing-masing dan punya kehidupan bahagia :-)
Ehmmm ada lagi temenku yang terlibat hubungan complicated dengan pria beristri, awalnya sich dari saling mengagumi karena mereka satu kantor. Si pria sudah memiliki kedudukan yang lumayan ditambah, sedangkan si cewek dan keluarganya mendambakan seorang pria yang "mampu" membahagiakan dan sudah mapan. Si pria mengatakan kurang bahagia dengan kehidapan pernikahannya, walaupun sudah ada seorang anak yang hadir di pernikahannya. Menurut dia istrinya adalah bukan type yang diinginkan, karena dia dijodohkan oleh orang tuanya...aneh memang...padahal sebelum dijodohkan si pria sudah menjalin hubungan dengan temen satu kantor juga, tapi entah kenapa dia tidak bisa mempertahankan dan menerima perjodohan itu. Hampir tidak percaya kalo melihat type pria ini, dia pria pintar-modern-suka berdebat or beragumen- but untuk urusan yang satu ini sangat bertolak belakang dengan type saat dia bekerja :-) it's weird ...yes is it. Sedangkan temenku sudah merasa "nyaman" dengan keberadaan pria itu, karena klo tidak nyaman tidak mungkin bisa saling bergantung untuk jangka waktu yang lama walaupun aku sendiri tidak bisa membayangkan perasaannya ...ndak tau harus support or bagaimana...tapi sebagai teman tentu saja saya hanya bisa mendoakan yang terbaik....
Ada juga yang mengalami sejak SMP, SMA, Kuliah dan akhirnya menikah......wow this is true :-)
See it's very strange ...that's small thing about L.O.V.E on today...Get inspiration from some story around me ......
Langganan:
Postingan (Atom)